satubumi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: "satubumi" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Undangan Pembukaan Pameran Seni Lukis dan Fotografi
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Fri, 11 Mar 2005 20:56:03 +0700

Undangan

Pembukaan Pameran Seni Lukis dan Fotografi

�8 Kebebasan�

Siapapun Presidennya bila tidak memihak rakyat adalah musuh yang harus dilawan oleh rakyat!Kasus sengketa Ambalat jangan menjadikan dalih pemerintah untuk bersembunyi dari persoalan  kenaikan BBM yang kemudian mudah dilupakan begitu saja.Dengan memakai jargon-jargon lama yang dulu dilarang oleh orde baru sekarang dipakai sendiri  oleh antek2 orde baru �Ganyang Malaysia �yang dimotori oleh ormas-ormas bentukan GOLKAR hanya menjadikan Ambalat sebagai proyek cuci tangan antek-antek GOLKAR dari tangannya yang berlumuran darah.Sebuah Proyek Nasioanalisme sempit yang menutupi kasus kenaikan BBM ,penggusuran  pedagang kakilima di Bekasi, Bogor ,kasus pengusiran paksa ribuan TKI dari Malaysia , kenaikan Harga-harga kebutuhan pokok dan ribuan anak yang terancam tidak bisa sekolah di Aceh tidak bisa membutakan mata hati kita  .

Nasionalisme Sempit dengan meneriakkan pekik Merdeka di Kedutaaan Besar Malaysia hanya menunjukkan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang kerdil .Sempit melihat permasalahan bangsa sendiri. Bukankah Bangsa kita juga terdiri dari ribuan buruh TKI yang dirampas haknya, ribuan pedagang kakilima yang kehilangan kemerdekaannya dan ribuan rakyat yang dimiskinkan oleh sistem yang tidak adil di negerinya sendiri .Siapa yang membela mereka?.Sudah seharusnya masalah Ambalat adalah masalah Pemerintah bukan diserahkan kepada rakyat.Buat apa ribuan tentara dan anggarannya dinaikkan bila tidak bisa menjaga keutuhan NKRI.Kemana saja selama ini tugas tentara ?apakah menembaki rakyatnya sendiri yang diajarkan di akademi-akademi militer sementara berhadapan dengan pihak asing yang nyata-nyata merebut wilayah NKRI tidak berkutik.

Dengan Surat ini ,kami dari Komunitas Kesenian Gerbong, Forum Kreativitas(FOKR)  Sanggar Satu Bumi-Bukit Duri bekerjasama dengan Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat menyelenggarakan Pameran Fotografi dan  Seni Lukis dengan tema �8 Kebebasan :

1.      Negara dibebaskan untuk menolak setiap campur tangan pihak asing yang merugikan kehidupan rakyat indonesia

2.      Rakyat dibebaskan untuk berpartisipasi dalam mengambil keputusan politik dan ekonomi oleh negara

3.      Pemerintah dan DPR bebas memutuskan progam demi kepentingan rakyat tanpa tekanan dari pihak negara asing.

4.      Pemerintah yang bersih dibebaskan dari kaum koruptor

5.      Negara bebas memprioritaskan pembangunan sarana serta prasarana dan teknologi maju untuk kepentingan kesejahteraan rakyat

6.      Indonesia bebas melakukan hubungan kerjasama dengan negara lain yang menghargai kedalulatan rakyat Indonesia setara dan saling menguntungkan

7.      Rakyat diberi kebebasan untuk ikut berkuasa sehingga persoalan rakyat bisa diselesaikan

8.      Kaum Pekerja seni budaya dibebaskan mengeluarkan pendapat dan berkarya di ruang �ruang publik.

Dengan 8 tuntutan kebebasan ini niscaya negara kita bebas merdeka berdaulat berdiri dikaki sendiri seperti yang dicita-citakan oleh founding father kita.

 

 

Hari/Tanggal: Minggu ,13 Maret 2005

Waktu: 09.00 s.d. selesai

Tempat: Rumah Seni Ki Suhardi

Jl. Tebet Timur Dalam XI No.20B Jakarta Selatan

telp 021-8309001

 

Hormat Kami

Kuncoro Adi Broto
Direktur Sanggar Satu Bumi

 

Penyelenggara

 

Komunitas Kesenian Gerbong

Forum Kreativitas(FOK�R)

Sanggar Satu Bumi-Bukit Duri

Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat

 

Jakarta ,8 Maret 2005

 

 


Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke