Yth semua.
Ini ide bagus. Saya ke Bandung belakangan ini mengalami masalah besar karena cita-citanya punya harapan besar. Mau nikmati libur indah malah kebauan. Bandung sebagai Paris van Java kalau tidak ditangani bisa jadi Bandung lautan sampah. Sampah milik masyarakat mau dibuang kemana lagi yah ?. Pemda jadi alergi dan takut buang sampah sembarangan. Bisa-bisa menggunung...longsor... korban jiwa, korban jiwa lagi.
Peristiwa 59 tahun yang lalu itu memang pantas diperingati dan direnungkan. Apa sebenarnya inti permasalahan sejarahnya ?. Adanya dualisme kebijaksanaan yang harus dihadapi AH Nasution. Pertama atas perintah pemerintah pusat (Perdana Menteri Sjahrir), TRI (tentara Republik Indonesia) dan para pejuang kemerdekaan harus keluar dari Bandung, karena untuk memberikan kesempatan buat pasukan sekutu menangani masalah pengungsi (para bekas interniran) dan pasukan Jepang yang sudah kalah perang.
Para pejuang ini yang jumlahnya lebih besar dari TRI  tergabung dalam MP3 (Majelis Persatuan Perjuangan Priangan) yang kemudian membentuk RTP (Resimen Tentara Pejuang). Sebagaimana diketahui tahun 1946, selain tentara pemerintah juga banyak tentara swasta alias para pejuang kemerdekaan, seperti API, PRI (kemudian jadi BPRI) Hisbulla dan sebagainya.
Kebijaksanaan kedua adalah mematuhi perintah Jenderal Soedirman untuk mempertahankan Bandung sampai titik darah terahir. Berita untuk meninggalkan Bandung utara datangnya tanggal 24 Maret 1946 yang isinya dalam waktu 24 jam harus meninggalkan Bandung utara dengan batas kali Citarum. MP3 dan TRI juga membawa rakyat yang tidak mau ditinggalkan. Maka sejak pagi hingga pagi lagi mengalirlah tentara bersama rakyat yang membawa harta bendanya termasuk alat-alat perjuangan pemerintah seperti alat-alat komunikasi, percetakan dan sebagainya. Dan pada malam tanggal 26 Maret 1946 terdengarlah letusan bertubi-tubi dan langit yang memerah akibat kebakaran. Kemudian tibullah banjir sebagai akibat penghancuran bendungan sungai Cikapundung.
Rupanya akibat harus mematuhi kedua kebijaksanaan tersebut, Nasution ahirnya mengambil keputusan, meninggalkan Bandung Utara tapi juga membakarnya. Tentara Indonesia sejak itu berada didaerah Cicalengka dan Ciparay. Pihak musuh dengan sigapnya langsung memasang pertahanan meriam di Dayeuk kolot. Maka hampir setiap kesempatan tentara Indonesia dihujani bom. TRI dan MP3 pun mulai mengundurkan diri kedaerah Garut. Saat itulah muncul tokoh pejuang bernama Mohamad Toha dari kesatuan BBRI (Barisan Banteng Republi Indonesia). Dengan beraninya dia berjibaku dan meledakkan pusat amunisi di Dayeuh Kolot. Pihak musuh mengalami keruguian besar. Toha telah gugur sebagai pahlawan.
Peristiwa ini pernah difilemkan barnama "Toha Pahlawan Bandung Selatan" oleh Perfini dengan Usmar Ismail sebagai sutradaranya. Film hitam putih ini rupanya kurang terkenal ketimbang film "Janur Kuning" yang berwarna itu yang tokohnya let.Kol Soeharto yang terkenal itu..Trims ya...semoga ada gunanya
Rushdy Hoesein.
 Asep Kambali <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


BANDUNG TRAILS <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

BANDUNG TRAILS

mempersembahkan

 

 

�Jejak Perjuangan Bandung Lautan Api�

(tur jalan-jalan malam)

 

diangkat dari buku berjudul Saya Pilih Mengungsi

 

 

Suatu hari di bulan Maret 1946, dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di selatan. Beberapa tahun kemudian, lagu �Halo Halo Bandung� ditulis untuk melambangkan emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta, yang sekarang telah menjadi lautan api.

 

Sebuah kisah tentang harapan, keberanian dan kasih sayang. Sebuah cerita dari para �pejoeang� kita� ***

 

 

 

 

Hari Gelaran     : Sabtoe, 26 Maret 2005

 

Titik Awal : Gedoeng Drikleur

(Djl. Ir. H. Djoeanda � Soeltan Agoeng / dekat SMU St Aloysius)

        Poekoel 15:30

         

Titik Akhir     : Taman Tegallega (Djl. Moh. Toha)

        Poekoel 20:00

         

Tiket          : Rp 20.000,- (umum) /

Rp 15.000,- (pelajar/mahasiswa/warga senior)

sudah termasuk hands-out & penganan khas Bandung

(bandrek/bajigur & pisang/ubi kukus)

Disarankan untuk membawa payung / jaket hujan

 

 

 

Info dan pendaftaran paling lambat Jumat, 25 Maret 2005

ke Sdr Amor (0815-7101509), BCA No Rek. 280-0497917.

 

 

 

�� Yang penting bagi kami, bagaimana memobilisir rakyat berada terus di belakang kita untuk melawan musuh�

dengan bersatu itulah kita nanti

bisa mengalahkan mereka��

(Jend. TNI (Purn.) A.H. Nasution Alm.)

 

 

*** Dari Bandung Lautan Api � Jejak Perjuangan � Produksi Bandung Heritage dan American Express

Sebagian dari yang Anda bayar untuk tiket akan disumbangkan ke Bandung Heritage untuk mendukung kerja mereka dalam melestarikan pusaka (heritage) Bandung.

Bandung Trails dan Bandung Heritage adalah 2 organisasi nirlaba berbeda. Misi Bandung Heritage lebih kepada pelestarian elemen-elemen pusaka di Bandung, sedangkan Bandung Trails berfokus pada promosi elemen-elemen pusaka di Bandung melalui kegiatan kependidikan dan kepariwisataan.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Indonesia



Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke