jangan apriori dengan kritik, jangan ngerasa sucilaaah (mentang2 berlagak aktifis jadi sombong?), dan janganlah pake cara2nya harmoko, konyol itu namanya!
memang musti dibuktikan di pengadilan siapa yang nyuap siapa, siapa yang nyolong, siapa yang jadi kambing guling, dan siapa yang sudah berubah. perubahan bisa terjadi pada manusia, gak ada yang abadi di dunia ini. apalagi soal uang yang jumlahnya trilyunan... maap, jika anda yang jadi mulyana, apa anda mau juga nemuin org2 bpk di kamar hotel ibis? dalam rangka apa? negosiasi? jangan bikin pameran kenaifan dong, bosen ah! HL --- Fatimah Adiler <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Tunggu deh, bentar lagi bakalan muncul kambing hitam > kasus KPU! Mungkin Mulyana...mungkin yang laen..... > > Apakah ini sarana untuk menjatuhkan LSM di era SBY? > > heri latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > buat menghadapi bandit2 bangsat2 kita gak perlu > sopan > santun dalam melamun...(kapan koruptor bisa di dor!) > > konon katanya ada inspirasi di dalam suatu ungkapan > "belajarlah sampai ke negeri china", siapa yang > bilang > gitu yak?! > > ===000=== > > > Tentang Penangkapan Mulyana > > Erry: KPK Berhak Menjebak Calon Tersangka > Minggu, 10 April 2005 | 16:41 WIB > > TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi Pemberantasan > Korupsi membantah adanya rekayasa dalam penangkapan > Mulyana W. Kusumah, anggota Komisi Pemilihan Umum, > Jumat lalu. Wakil Ketua KPK Erry Riyana > Hardjapamekas > mengatakan, lembaganya sudah memiliki bukti awal > yang > kuat untuk menangkap kriminolog itu. > > Erry menjelaskan bahwa komisinya sudah banyak > menerima > laporan dari berbagai masyarakat, termasuk beberapa > Lembaga Swadaya Masyarakat tentang adanya > penyelewengan dana di KPU. "Kami tampung semua > laporan > yang masuk, dan kemudian kami tindak lanjuti", kata > dia ketika dihubungi Tempo, Minggu (10/4). > > Erry juga membantah tuduhan tentang adanya > konspirasi > jahat dengan Badan Pemeriksa Keuangan untuk > menangkap > Mulyana. "Konspirasi dalam pengertian apa? Lebih > tepatnya kami melakukan kolaborasi," tuturnya. > > Tentang tuduhan bahwa Mulyana dijebak di hotel > tempat > dia ditangkap, Erry menyatakan, KPK mengusut tindak > pidana Korupsi dan bukan penyuapan. Kendati begitu, > ia > menambahkan, KPK berhak menjebak, menyadap > pembicaraan, dan merekam pembicaraan dari calon > tersangka berdasarkan Undang-Undang KPK. "Yang > penting > sudah ada bukti-bukti awal yang kuat," ia > menjelaskan. > > Ketua KPU Nazarudin Sjamsudin menolak berkomentar > ketika dihubungi Tempo. "Saya tidak mau mengeluarkan > pernyataan dulu sebelum bertemu dengan Pak Mulya," > kata dia. > > Nazarudin juga tidak mau menjawab, ketika ditanya, > apakah dia yang menyuruh Mulyana menyuap anggota BPK > tersebut. "Saya tidak akan berkomentar dulu. Saya > akan > melihat dahulu substansi permasalahannya," kata dia. > > Erwin Dariyanto > > http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/04/10/brk,20050410-13,id.html heri latief http://www.herilatief.tk/ [EMAIL PROTECTED] __________________________________ Do you Yahoo!? Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard. http://promotions.yahoo.com/new_mail JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat) *************************************** sekretariat: JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia telp/fax: +62218292842 email:[EMAIL PROTECTED] People's Cultural Network "Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!" Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jaker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

