PUISI GELAP
Konser Rakyat
LEO KRISTI

Kamis 5 Mei 2005
dan
Jum'at 6 Mei 2005

mulai pukul 19.30wib

di Graha Bhakti Budaya
Taman Ismail Marzuki
Jalan Cikini Raya no 79
Jakarta Pusat.

=======================================
LEO KRISTI (LEO IMAM SUKARNO)


Di masa kecilnya, hampir tiap pagi menjelang subuh Leo terbiasa
dibuai irama musik. Ayahnya, Raden Ngabei Iman Soebiantoro, pensiunan
pegawai negeri, kebetulan pemain musik. Di pagi yang dingin itu, dari
kamar ayah dan ibunya, selalu terdengar musik lembut. ''Rasanya,
indah sekali dan menimbulkan goresan mendalam di sanubari saya,'' Leo
mengenang.

Anak kedua dari empat bersaudara ini sejak di SD aktif dalam kegiatan
menyanyi di gereja, bagian dari kegiatan sekolahnya yang Kristen --
padahal ia sendiri Islam. Ia pernah mengatakan, ''Saya menerima musik
sebagai sahabat, menyambut nyanyian sebagai kecintaan.'' Di SMP pula
ia mendapat sebuah gitar dari ayahnya. Lalu, ia masuk kursus Tony
Kardijk, Direktur Sekolah Musik Rakyat di Surabaya. Untuk menyanyi ia
belajar pada Nuri Hidayat dan John Topan. ''Itulah sekolah formal
saya di bidang musik,'' tuturnya.Di SMA I Surabaya, ia tidak lepas
dari kewajiban berbaris dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan di bawah
Tugu Pahlawan -- atas ketentuan kepala sekolah yang patriotismenya
menggebu-gebu. ''Tiap minggu bisa tiga sampai empat kali,'' tutur
Leo.

Musik Leo, yang lahir atas nama grup Konser Rakyat Leo Kristi --
semula bersama Naniel, Mung, dan penyanyi Tatiek dan Yayuk, lantas
mengubah barisan dengan anggota Ote, Komang, Cok Bagus, dan penyanyi
kakak beradik Yana dan Nana van Derkley, selain Mung yang masih
tetap -- menyenandungkan balada, semangat cinta bangsa, dan kisah-
kisah rakyat. Lebih banyak dalam irama folk, country, dan didukung
dengan lirik-lirik yang puitis. ''Ibulah sumber magnet, yang
menggebrak saya dalam kesungguhan. Suatu hari beliau berkata, jadilah
musikus yang patriotik,'' kata Leo.

Hampir tak pernah absen dalam beberapa kali pementasan memperingati
Hari Kemerdekaan 17 Agustus di TIM Jakarta, grup Leo juga menelurkan
beberapa album. Di antaranya Nyanyian Fajar, Nyanyian Malam, Nyanyian
Tanah Merdeka, Nyanyian Cinta, Biru Emas Bintang Tani, dan Lintasan
Hijau Hitam. Bagi grup Leo, rekaman, konon, lebih merupakan paket
dokumentasi perkembangan musik mereka.


Nama :
LEO IMAM SUKARNO (LEO KRISTI)

CONTACT CALL: 0818-503380
Lahir :
Surabaya, 8 Agustus 1949

Agama :
Islam

Pendidikan :
-SD Kristen, Surabaya (1961)
-SMP IV, Surabaya (1964)
-SMA I, Surabaya (1967)
-Fakultas Teknik Institut Teknologi Surabaya (tidak selesai, 1971)
-Kursus Musik Dasar Tino Kerdijk
-Kursus gitar pada Poei Sing Gwan dan Oei Siok Gwan

Karir :
-Penjual buku Groliers American Books
-Karyawan pabrik cat Texmura
-Penyanyi di restoran China Oriental dan Chez Rose (1974-1975)
-Menyanyi di LIA dan Goethe Institut. Albumnya antara lain, Nyanyian
Fajar (1975)
-Nyanyian Malam (1976)
-Nyanyian Tanah Merdeka (1977)
-Nyanyian Cinta (1978)
-Lintasan Biru Emas dan Potret Kecil Citra Negeriku (1984)
-Biru Emas Bintang Tani (1985)









JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat: 
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia 
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!" 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jaker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke