_____________________________________________________________________
Prolog: Kawan Bert pernah tinggal lama di Indonesia dan lancar berbahasa Indonesia. Di tengah-tengah kerumunan ribuan masa aksi di Brusel pada akhir Desember 2001, terdapat seorang wanita Indonesia yang berjilbab. Kita sebut saja Sundari.Tak disangka-sangka, wanita tersebut disapa oleh Bert dalam Bahasa Indonesia! Karuan saja Sundari terperangap dan tercengang sekejab, untuk kemudian melakukan perbincangan dengan Bert yang hangat dan penuh semangat itu. Komentar Sundari: kw Bert tahu sekali tentang perjuangan kelas di Indonesia, ketika kita hampir tak pernah mendengar sesuatu tentang dia!
Bert Prinsen telah meninggal dunia (Manifest, 5 Mei 2005, halaman 3)
Pada Selasa petang 26 April yang lalu, seorang kawan bernama Bert Prinsen telah meninggal pada usia 85 tahun. Bert memang berasal dari sebuah �sarang komunis�. Sejak dini hari, hidupnya telah ditandai dengan kematian ayahnya dalam kam konsentrasi Jerman.
Ketika dililit oleh kesulitan ekonomi setelah usai perang, pemuda Bert terseret oleh petualangannya sebagai marinir yang bertolak ke Indonesia. Namun, keras kepala sang pemuda ini berlangsung tak lama. Dengan cepatnya, dia memilih berpihak dan menyatukan diri ke dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kemudian, Bert pun kembali ke lingkungan politiknya sendiri.
Dipaksa oleh keadaan mendesak � karena politik anti komunis Suharto � dia kembali ke Negeri Belanda, yang dia pahami sebagai amat sulit untuk mendudukan dirinya di negeri asalnya itu. Dengan begitu, partai komunis bagi dia merupakan tempat berlabuh yang aman. Bagi Bert berlaku pepatah bak �Seorang yang selalu saja gagal dalam usaha mendapatkan nafkah hidup�. Namun, semua bidang pekerjaan yang sempat didapatkannya selalu berpautan dengan keaktipannya di suatu serikat buruh, yang pada gilirannya menyebabkan dia dipecat: merupakan �nasib buruk� berikutnya. Dengan latar belakang seperti itu, dia tak berhasil membangun hubungan yang baik dengan keluarganya sendiri. Karenanya, adalah sesuatu yang teramat penting bahwa dia pada saat sebelum
meninggal, dengan cara yang santun, sempat berpamitan dengan anak-anak perempuannya.
Kami, sebagai generasi penerusnya, mengenal Bert terutama sebagai kawan yang penuh semangat berjuang bukan melalui kata-kata yang diucapkannya, melainkan terutama melalui aksi-aksi dia di mana-mana. Dengan mudahnya dia �menyingsingkan lengan bajunya� pada saat dibutuhkan. Bagi Bert, berlaku kata-kata yang terdapat dalam sajak Remco Campert: �Perlawanan dimulai tidak dengan kata-kata besar, namun melalui tindakan kecil yang nyata�.
Kami juga mengetahui, bahwa Bert jelas memiliki �agenda sendiri�. Dia melihat kejadian-kejadian di dunia secara hakiki dan gampang menunjuk penyebab kesengsaraan: Kapital dalam berbagai bentuknya. Cara pandang yang sederhana ini merupakan pegangan tindakannya serta memberi tenaga yang luar biasa, namun juga membawanya ke sebuah ketidak-berhasilan, bila berkaitan dengan kiprah meyakinkan orang.
Dengan segala keterlibatannya itu, Bert merupakan figur kaya-warna dalam dunia aksi di Belanda. Mengenakan jas-hujan yang penuh disemati dengan button tanda-perjuangan, mengendarai sepeda lipat yang dibebani dengan berbagai tas plastik penuh berisi bahan-bahan aksi, sembari meneriakan yel-yel melalui megapon yang dicangkingnya itu, Bert jelas hadir dan memperlihatkan suatu kerja perjuangan dengan penuh semangat!
Dengan segala kesediaannya untuk berkorban itu, Bert juga seorang yang sendirian. Dia melihat partai yang semula memberi persinggahan yang aman, menjadi surut. Namun, itu tidak menyebabkan penglihatannya terhadap dunia berubah. Kebalikannya! Dia melihat dengan jelas adanya kesejajaran antara serangan terhadap lapangan kerja dan jaminan sosial pada hari ini dengan apa yang terjadi pada masa berkuasanya Colijn pada zaman sebelum perang. Dia sempat menyatakan bahwa bahaya yang dulu pernah muncul, kini mengintainya kembali. Seorang kawan yang pantang menyerah seperti Bert itu, selalu akan memberi kami inspirasi untuk tetap meneliti akar ketidak-adilan di dunia. Dari situ, berbagai konsekuensi dapat dipautkan dengan usaha menemukan semboyan dan bentuk yang lebih tepat bagi orang-orang yang tampil melakukan aksi menentang ketidak-adilan.
Bert, kami siap meneruskan obormu!
_____________________________________________________________________
Yahoo! Mail
Stay connected, organized, and protected. Take the tour
JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jaker/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

