--- IKOHI Indonesia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Aku kirim lagi ya:
>  
> 
> PERNYATAAN PERS
> 
> 14/STA/IKOHI/V/05
> 
>  
> 
> �PDI PERJUANGAN HARUS MENDUKUNG USAHA 
> 
> PENGUNGKAPAN KASUS PENCULIKAN, PENYIKSAAN DAN
> PENGHILANGAN AKTIFIS PRO DEMOKRASI 1997/1998�
> 
>  
> 
> Penculikan  terhadap  aktivis  demokrasi pada tahun
> 1997 dan 1998 terkait langsung dengan proses
> konsolidasi demokrasi  yang  terjadi paska 
> penggulingan kepemimpinan PDI  Megawati
> Soekarnoputri oleh Orde Baru melalui Kongres Medan
> 1996. Aksi-aksi massa �arus bawah� yang mendukung
> Megawati terjadi hampir di seluruh negeri dan bahkan
> kemudian meluas menjadi suatu gerakan rakyat untuk
> menentang kediktaktoran Soeharto. Tuntutan yang
> tadinya hanya mendukung Megawati berkembang menjadi 
> gerakan massa menuntut demokratisasi yang lebih
> luas. 
> 
> 
> Konsolidasi  kekuatan demokratik  menghadapi musuh
> bersama tersebut  tampaknya telah membuat kekuasaan
> Soeharto semakin takut, sehingga Soeharto
> mengeluarkan daftar nama para aktivis demokratik
> yang harus diselidiki dan diamankan melalui
> serangkaian operasi intelijen. Masuk dalam daftar
> nama  yang harus diselidiki tersebut tersebut para
> aktivis demokratik dan para  pimpinan PDI saat itu.
> 
> 
> Berdasarkan daftar nama dari Soeharto tersebut
> serangkaian penangkapan, penyiksaaan, penahanan dan 
> penghilangan paksa dilakukan oleh  Tim Mawar dari
> Kopassus  yang saat itu di bawah pimpinan  Mayjen
> Prabowo  Subiyanto.  Diantara para korban penculikan
> yang sampai saat ini masih menghilang terdapat para
> aktivis demokrasi  yang secara politik berhubungan
> langsung dengan  beberapa pimpinan PDI dan
> organisasi PDI  pada saat itu  seperti  Herman
> Hendrawan dari PRD dan  dua orang anggota PDI dari
> Jakarta Utara yaitu  Yani Afri  atau Rian dan Sonny.
>  
>  
> 
> 1.      Herman Hendrawan
> 
> Herman dipastikan hilang diculuk pada tanggal 12
> Maret 1998 menjelang Sidang Umum MPR. Sebelum
> dihilangkan Herman Hendrawan secara intensif sedang
> melakukan semacam  koordinasi dengan Haryanto Taslam
> dan Sucipto untuk merencanakan aksi dan mendatangkan
>  massa PDI dari Jawa Timur untuk menolak pertanggung
> jawaban Soeharto dalam SU MPR 1998. Penculikan
> Herman dan Taslam oleh Kopassus dapat dipastikan
> sebagai upaya Soeharto untuk mengamankan SU MPR
> 1998.
>  
> 
> �      Herman  berhubungan dengan Sucipto sejak ia
> menjadi aktivis di Surabaya pada tahun 1996, ketika
> Sucipto, sebagai Ketua PDI pro Megawati Jawa Timur
> sedang digoyang oleh Gubernur Jatim Basofi Sudirman
> dan Pangdam  Brawijaya Mayjen Imam Utomo yang
> mendukung PDI boneka Jatim Budi Hardjono. Herman
> juga yang memobilisasi dan memimpin aksi-aksi arus
> bawah di Surabaya untuk menentang  penggulingan
> Megawati oleh  Soeharto dan militer yang loyal
> padanya. Ironisnya, ketika Sucipto menjadi Sekjen
> PDIP dan anggota DPR RI, dan  Megawati menjadi
> presiden, dia tidak memanfaatkan momentum tersebut 
> untuk  melakukan pengusutan atas para aktivis yang
> masih hilang sampai hari ini. 
> 
> �      Herman berhubungan  dengan Dr Tjiptaning
> sejak bulan Mei l997, pengurus PDI Tangerang yang
> sekarang menjadi anggota DPR RI, dan pada saat itu
> dikenal paling gigih dan selalu berada di garis
> depan menantang Orde Baru dan Militer. Herman dan Dr
> Tjiptaning terlibat dalam deklarasi pembentukan
> Komite Pendukung Megawati (KPM), pada tanggal 12
> Februari l998 di YLBHI, Jakarta.  Keduanya juga
> terlibat dalam  membangun jembatan antara  para
> anggota PDI korban 27 Juli yang bergabung dalam
> Forum Komunikasi Keluarga 124 dan gerakan demokrasi
> untuk membangun Komite Nasional Pemuda untuk
> Demokrasi pada bulan Maret 1997. 
> 
> �      Herman berhubungan dengan  Haryanto Taslam
> yang  saat penculikan terjadi masih menjadi pengurus
> pusat PDI pro Megawati dan turut menjadi korban
> penculikan. Ketika Herman di culik di Jakarta, ia
> bersama Taslam sedang mempersiapkan sebuah aksi
> untuk menolak pertanggung jawaban Soeharto menjelang
> SU MPR 1998 dan mengkonsoliodasikan kedatangaan
> massa PDI dari Jatim. Kesaksian dari korban
> penculikan Kopassus yang dibebaskan seperti Desmon,
> Pius, Faisol Reza, Waluyo Jati dan Taslam sendiri,
> membuktikan bahwa Herman pernah berada di tempat
> penahanan yang sama.
> 
> �      Herman juga berhubungan dengan  Herry
> Achmadi, tokoh gerakan mahasisswa 1978  yang 
> berdomisili di Surabaya dan kemudian menjadi anggota
> DPR RI  dan pimpinan PDIP sejak tahun 1999.
> 
> 
> 2.  Yani Afri atau Rian dan Sonny
> 
> Yani Afri dan Sony adalah anggota PDI Jakarta Utara 
> yang ditangkap oleh Kodim Jakarta Utara  pada
> tanggal 23 April dan dibebaskan keesokan harinya.
> Namun ternyata keduanya di culik oleh Tim Mawar dari
> Kopassus  lalu dibawa ke tempat penyekapan, disiksa
> sampai akhirnya menghilang. Sony, sebagai salah
> seorang pengurus PDI Jakarta Utara yang loyal pada
> PDI pimpinan Megawati, terlibat aktif dalam berbagai
> aksi untuk mendukung Kepemimpinan Megawati. Pada
> bulan April 1997 dia dan Yani Afri terlibat aktif
> dalam aksi yang dikenal dengan sebutan � Koalisi
> Mega-Bintang-Rakyat�. Sebuah aliansi yang berhasil 
> memobilisasi dan menggabungkan para pendukung PPP
> dan PDI Megawati di berbagai jalan utama di Jakarta 
> bukan sekedar untuk berkampanye Pemilu, tapi lebih 
> jauh lagi menuntut demokratisasi yang lebih luas.
> Dalam konteks inilah keduanya diculik  oleh Tim
> Mawar dari Kopassus.
> 
> 
> Beberapa korban penculikan yang dibebaskan seperti
> Desmon, Pius dan Faisol Reza  mengakui telah
> mengetahui bahwa keduanya juga telah ditahan di
> tempat yang sama dalam waktu yang lama.
>  
> 
> PDIP Harus Bersikap
> 
> Tidak dapat dipungkiri  kemenangan PDIP  pada 
> pemilu tahun 1999 tidak dapat dilepaskan dari
> dukungan arus bawah dan gerakan demokrasi, yang
> secara terus menerus dan konsisten mengambil segala
> resiko untuk membela PDIP, bahkan dengan nyawanya
> sendiri. Namun  ironisnya,  ketika PDIP menjadi
> partai penguasa dan bahkan Megawati menjadi Presiden
> RI ke V,  partai  yang dibesarkan oleh wong cilik
> dan kaum teraniyaya ini sepertinya menjadi kacang
> yang lupa pada kulitnya. Berbagai kebijakan,
> kompromi politik dan kelakuan para pimpinannya di
> pusat dan daerah tidak mencerminkan aspirasi para
> pendukungnya. Kesempatan  yang diberikan oleh PDIP 
> untuk mengabdikan kekuasaan pada kesejahteraan dan
> kepentingan orang kecil telah disia-siakan. Karena
> itu  tidak mengherankan bila dalam pemilu legislatif
> dan pemilihan presiden ditahun 2004  partai ini
> ditinggalkan oleh para pendukungnya, dan Megawati
> gagal melanjutkan kepemimpinan eksekutifnya.
> 
> Sekarang ini, ketika PDIP  merencanakan untuk
> kembali kepada khitah wong ciliknya, serta bersikap 
> untuk menjadi oposisi atas pemerintahan  presiden   
>       Soesilo Bambang Yudoyono, sejarah kembali
> memberikan kesempatan kedua kepada partai ini untuk
> menunjukkan komitmenya pada penegakan hukum,
> demokrasi dan keadilan sosial. Bila  kesempatan
> kedua ini juga disia-siakan, maka  tidak perlu kaget
> bila pada pemilu 2009 nanti, partai ini akan menjadi
> partai gurem atau telah kehilangan legitimasi dan
> kepercayaannya dari rakyat. 
> 
> Salah satu komitmen penting yang harus dibuktikan
> secara nyata  adalah  menegakkan hukum, keadilan dan
> HAM secara konsisten, dan secara khusus harus
> menunjukan perhatian serius  pada para korban HAM
> yang telah mengorbankan diri dan dianiyaya oleh
> kekuasaan despoti Orba dan militer. 
> 
> Sehubungan dengan para korban penculikan yang secara
> politik  dan organisasi terkait dengan PDIP, serta
> dalam upaya penegakan HAM Ikatan Keluarga Orang
> Hilang 
=== message truncated ===



                
___________________________________________________________ 
How much free photo storage do you get? Store your holiday 
snaps for FREE with Yahoo! Photos http://uk.photos.yahoo.com




JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat: 
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia 
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!" 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jaker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke