Tulisan ini
juga disajikan dalam website
http://perso.club-internet.fr/kontak/ ,
dan dapat ditemukan juga dalam
Kumpulan Tulisan atau Tulisan Terbaru )
MAHASISWA TUNTUT SUHARTO DIADILI
Menurut berbagai media pers
Indonesia, � Ratusan aktivis dan elemen mahasiswa dari berbagai perguruan
tinggi di Jakarta dan Bogor pada tanggal 21 Mei turun ke jalan, memperingati 7
tahun lengsernya Presiden Soeharto, penguasa Orde Baru. Adian Napitupulu dari
Forum Kota menyatakan bahwa para aktivis dan mahasiswa ini masih konsisten
dengan tuntutannya agar Soeharto diadili.
"Kami semua menolak diberlakukannya
UU Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi
(KKR). Bagi kami tak mungkin ada rekonsiliasi tanpa adanya pertanggungjawaban terlebih dahulu. Konsekuensinya, Soeharto diadili terlebih dulu," kata Adian, seraya menambahkan aksi bersamaan juga digelar unsur-unsur massa-mahasiswa serentak di berbagai kota. (Sinar Indonesia Baru, 22/5)
� Di Medan, mahasiswa yang
tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FISIP USU melakukan
aksi refleksi dan aksi lilin mengenang jatuhnya rezim Soeharto di Bundaran Gatot
Subroto dan DPRD SU.
� Dalam pernyataan sikapnya,
mahasiswa meneriakkan agar mantan Presiden Soeharto beserta kroni-kroninya
ditangkap dan diadili. Mereka mendesak agar kasus-kasus pelanggaran HAM berat,
kasus Semanggi, Trisakti dan kasus lain diusut secara
tuntas.
� Mahasiswa dalam aksinya
menilai bahwa selama kekuasaan Orde Baru rakyat selalu mengalami pemaksaan,
intimidasi, perampokan dan perkosaan hak-hak azasinya oleh penguasa. Fakta tersebut terlihat di wilayah Aceh,
Papua, Lampung dan Tanjung Priok, serta Maluku. Tahun 1997 ketika Indonesia
masuk dalam krisis moneter rakyat menjerit yang muaranya secara bersama-sama
dengan mahasiswa bergerak untuk menumbangkan kekuasaan yang akhirnya terwujud
dengan munculnya orde reformasi.
� Namun pada masa orde
reformasi telah timbul reformis-reformis gadungan dan kroni-kroni pejabat Orde
Baru bangkit kembali. Untuk menghindari munculnya kembali kekuasaan rezim
tersebut mahasiswa kembali meneriakkan agar elemen mahasiswa bersatu meneruskan
agenda reformasi.
� Juga di Makassar sejumlah
organisasi mahasiswa memperingati turunnya Soeharto 7 tahun lalu. Sekitar 200
mahasiswa memenuhi perempatan Tol Reformasi. Mereka terdiri dari sejumlah
organisasi mahasiswa, antara lain Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi
(LMND), Front Makassar (FM), BEM Universitas Negeri Makassar (UNM) dan
Universitas Indonesia Timur (UIT).
"7 tahun sudah Soeharto lengser,
namun tak kunjung diadili. Kami menuntut agar Soeharto, biang dari kehancuran
negeri ini, diseret dan disita hartanya," ujar para demonstran saat berorasi.
Selain berorasi, para mahasiswa juga membawa poster dan membentangkan spanduk.
Salah satu isinya "Tuntaskan agenda reformasi" dan "Sita harta Soeharto, untuk
membayar utang negara". Mahasiswa Makassar menuntut pemerintah agar tidak
menghentikan pengusutan kasus korupsi Soeharto, KPU dan Bank Mandiri.
� Di Jambi, mahasiswa dari
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia berorasi dan memaksa untuk melakukan
siaran langsung di RRI setempat. Dalam orasinya mereka menyatakan meski rezim
Soeharto telah 7 tahun jatuh, korupsi belum berhasil dimusnahkan pemerintah.
Bahkan semakin mewabah seperti yang terjadi di KPU. Sebagai simbol tidak
berdayanya pemerintah mahasiswa membakar keranda dan patung pejabat yang
korupsi. (Detikcom)
TERUSKAN AKSI SELUAS DAN SESERING
MUNGKIN
Aksi-aksi para mahasiswa di berbagai
kota Indonesia ini (yang sebagian di antaranya diberitakan oleh pers seperti
tersebut di atas) merupakan gugatan, atau ekspressi kemarahan dan kejengkelan
terhadap situasi di negeri kita dewasa ini. Dalam aksi-aksi ini mereka telah
menyuarakan isi hati-nurani banyak orang, antara lain : menuntut diadilinya Suharto, menangkap
para koruptor, mengusut secara tuntas kasus pelanggaran-pelanggaran berat HAM,
mensita harta Suharto untuk membayar utang negara, memerangi korupsi yang makin mewabah,
dan meneruskan reformasi.
Dalam situasi di tanah air seperti
sekarang ini, aksi-aksi para mahasiswa � yang terdiri dari berbagai aliran
politik, golongan ideologi atau agama � adalah suatu hal yang diperlukan sekali
dan sangat baik bagi kehidupan seluruh bangsa. Berbagai aksi para mahasiswa ini
mengingatkan kita semua bahwa banyak sekali urusan-urusan besar negara dan
rakyat yang masih belum (atau tidak
sama sekali !) diselesaikan secara baik oleh pemerintah dan lembaga-lembaga negara
kita, termasuk oleh DPR dan DPRD. Oleh karena itu, aksi-aksi atau berbagai
kegiatan mahasiswa perlu dilakukan terus seluas mungkin dan sesering mungkin,
demi kepentingan seluruh bangsa.
Di antara urusan-urusan besar itu
adalah masalah diadilinya mantan presiden Suharto, yang menjadi tuntutan utama
dari aksi-aksi mahasiswa di berbagai kota, dalam rangka peringatan 7 tahun
turunnya dari kekuasaan yang dipegangnya dengan tangan besi selama 32
tahun. Suara yang dilantunkan oleh
generasi muda kita tentang mantan pemimpin tertinggi rejim militer Orde Baru ini
merupakan jawaban (atau penolakan
) terhadap ucapan atau sikap yang
akhir-akhir ini dimanifestasikan oleh
sejumlah
� tokoh-tokoh � (dan
pimpinan negara) kepada Suharto.
Seperti yang diberitakan oleh media
massa, ketika mantan presiden Suharto dirawat di rumahsakit baru-baru ini,
berbagai � tokoh � --
yang kebanyakan di masa lalu adalah pendukung Orde Baru � telah mengunjunginya
untuk menunjukkan respek terhadapnya. Bahwa ada orang-orang yang merasa
� berhutang budi � dan
karenanya menghormati Suharto, ini adalah masih � masuk akal �. Tetapi
kalau ada yang mengatakan bahwa Suharto tidak mempunyai � perkara �
apa-apa dan, karenanya, tidak perlu
dan tidak bisa diajukan di depan pengadilan, inilah yang keterlaluan !!!
Dan ini jugalah yang telah dibantah oleh para mahasiswa dengan aksi-aksi
mereka.
DOSA-DOSA SUHARTO BANYAK
SEKALI
Sebab, jelaslah sudah bagi banyak
orang, bahwa Suharto perlu diajukan di depan pengadilan, untuk memberikan
pertanggungan jawab terhadap begitu banyak dosa-dosanya karena berbagai
kejahatan dan kesalahannya selama 32 tahun berkuasa sebagai diktator rejim
militer. Di antara
dosa-dosanya (atau kejahatannnya) itu yang sangat menyolok adalah :
pembangkangan terhadap Presiden Sukarno dan kemudian menggulingkannya,
penyalahgunaan Supersemar, pembantaian kira-kira 3 juta orang tidak bersalah,
penahanan sewenang-wenang ratusan ribu orang tidak bersalah dalam jangka yang
lama, perlakuan terhadap para eks-tapol beserta keluarga mereka, agresi terhadap
Timor Timur dan dibunuhnya ratusan ribu penduduk Timor
Timur.
(Sebagian dari kesalahan-kesalahan
Suharto ini dapat disimak dalam surat gugatan LBH Jakarta kepada Pengadilan
Negeri Jakarta Pusat dalam rangka sidang class action mengenai korban 65.
Tentang surat gugatan ini harap buka Website http://perso.club-internet.fr/kontak/ )
Walaupun perjuangan para mahasiswa Indonesia mengalami
pasang surut sejak gerakan nasional yang bersejarah dalam menjatuhkan Suharto
dari kekuasaannya dalam tahun 1998, tetapi perannya tetap sangat penting dalam kehidupan
bangsa. Apalagi ketika bangsa dan negara kita menghadapi proses pembusukan di berbagai bidang
seperti yang kita alami dewasa ini, terasa sekali bahwa peran yang aktif
generasi muda adalah tumpuan harapan banyak orang.
GOLKAR DAN MILITER ADALAH PENYANGGA
ORDE BARU
Sebab, dengan terpilihnya SBY-Jusuf
Kalla sebagai pucuk pimpinan negara, masa depan bangsa dan rakyat Indonesia
masih banyak mengandung segi-segi gelap. Memang, Presiden SBY selama ini telah
menunjukkan sikap yang positif di berbagai bidang, yang bisa menimbulkan harapan
besar kepada banyak orang bahwa ia betul-betul ia adalah mantan jenderal TNI
� yang lain � dari pada lainnya, dan yang bisa memperbaiki apa yang
sudah dirusak atau dibusukkan oleh Orde Barunya Suharto selama 32 tahun. Tetapi,
apakah dalam perjalanan selanjutnya ia tidak akan meneruskan Orde Baru dalam
bentuk baru dan cara yang lain, inilah yang kita semua harus waspadai
terus-menerus.
Yang betul-betul perlu kita
kuatirkan adalah bahwa dengan terpilihnya Jusuf Kjalla sebagai Ketua Umum Golkar
maka bahaya restorasi Orde Baru adalah makin kelihatan nyata. Sebab, Jusuf Kalla
adalah Wakil Presiden RI, yaitu orang yang menurut jabatan resminya adalah orang
terdekat Presiden SBY. Sebagai Ketua Umum Golkar, partai yang mempunyai suara
dominan dalam parlemen, Jusuf Kalla mengantongi kekuasaan atau pengaruh yang
besar sekali dalam percaturan politik negeri kita Apalagi, ditambah dengan
kedudukan Agung Leksono - yang orang Golkar juga- sebagai ketua parlemen, maka Orde
Baru edisi kedua sudah hadir di ambang pintu.
Tidak boleh kita lupakan bahwa dalam
jangka 32 tahun Golkar (bersama-sama TNI-AD) adalah penyangga utama rejim militer Orde Baru, dan bahwa
Suharto adalah pimpinan tertinggi Golkar (ia tadinya adalah ketua dewan
pembinanya). Bolehlah dikatakan bahwa Golkar dan Orde Baru adalah satu, dan
bahwa TNI-AD (setidak-tidaknya, sebagian dari TNI-AD) adalah jiwa Orde Baru.
Karena Orde Baru baru 7 tahun ditumbangkan, maka wajar sekalilah bahwa
sisa-sisanya masih banyak atau masih kuat. Meskipun sejak 1998 telah dinyatakan
dimulainya reformasi, tetapi nyatanya ada banyak sekali � reformis-reformis
gadungan � yang masih menyelinap di bidang eksekutif, legislatif, judikatif
negara kita.
JUSUF KALLA DAN RESTORASI
ORBA
Orang melihat bahwa Wakil Presiden
Jusuf Kalla mempunyai kekuasaan (atau pengaruh) besar untuk menempatkan
orang-orangnya (atau orang Golkar) di banyak pos penting, termasuk pimpinan BUMN
dan pejabat-pejabat tingkat eselon satu di berbagai bidang. Jaring-jaringan
Golkar (tersembunyi atau terang-terangan) di banyak alat negara dan aparat
pemerintahan, yang sudah dibangun selama puluhan tahun Orde Baru, akan tetap
tersebar luas dan kuat dengan dilangsungkannya Pemilihan Kepala Daerah tidak
lama lagi. Jusuf Kalla sudah
menyatakan bahwa untuk Pilkada yang akan datang target Golkar adalah meraih 60 %
suara. Kalau target untuk Pilkada ini terlaksana maka munculnya Orde Baru jilid
II menjadi semakin kongkrit. Dan dengan makin terkonsolidasinya Orde Baru jilid
II maka kemungkinan Jusuf Kalla
menjadi presiden untuk menggantikan SBY dalam tahun 2009 makin menjadi lebih
besar. Kalau sudah begitu, maka akan 100 % komplitlah restorasi Orde
Baru !!!
Kemungkinan akan � come
back �-nya Orde Baru (dengan wajah baru, atau gaya baru, tetapi dengan
� jati-diri � yang lama atau hakekat dan isi yang dulu-dulu juga)
adalah keadaan yang sungguh-sungguh mengerikan dan sekaligus memuakkan. Kita
semua masih ingat dengan jelas segala kebusukan dan segala kejahatan atau
kesalahan yang dilakukan selama puluhan tahun oleh tokoh-tokoh rejim Orde Baru,
yang akibat parahnya atau kerusakan-kerusakan besarnya masih kita saksikan dengan jelas sampai
sekarang.
Sulitlah kiranya disangkal bahwa
kerusakan moral atau dekadensi akhlak besar-besaran yang melanda bangsa kita
dewasa ini adalah, pada dasarnya,
produk � kebudayaan � rejim Orde Baru. Dan, kalau kita tilik
dalam-dalam, nyatalah bahwa kebejatan budi pekerti yang telah menyerang secara
parah kalangan � atas �
( baik militer maupun sipil), yang kebanyakan adalah tokoh-tokoh Golkar
dan bekas pendukung atau simpatisan Orde Baru, merupakan akibat buruk
sistem rejim
Suharto.
* * *
Mengingat itu semuanya, maka
kelihatanlah dengan jelas, bahwa aksi-aksi para mahasiswa yang menuntut
diajukannya Suharto di depan pengadilan adalah benar, adil, dan sesuai dengan
harapan banyak orang. Diajukannya Suharto di depan pengadilan yang independen
dan transparan adalah salah satu di antara langkah-langkah penting untuk
mencegah terulangnya Orde Baru. Dan, mencegah restorasi Orde Baru adalah untuk
menyelamatkan bangsa dewasa ini dan generasi yang akan datang dari kerusakan,
atau pembusukan, atau dekadensi.
Paris, 26 Mei
2005
JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jaker/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

