Email di bawah ini adalah sample gratis program Tarot Course yang diselenggarakan di maillist [EMAIL PROTECTED] . http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/join
Dengan ikut program ini anda dapat mengikuti kuliah online soal meramal tarot, tanya jawab dengan dosen kami yang berpengalaman via internet secara continue. Program ini sudah berjalan secara lancar selama dua tahun. Kami juga mengadakan program-program yang berhubungan dengan dunia psikologi dan spiritual dengan mendatangkan pengajar-pengajar dari dalam dan luar negeri. Kami mengadakan gathering dan tampil ke publik sebulan sekali. Kami pernah menerjunkan personil kami sebanyak 10 orang tampil menangani pasien secara masal pada acara Batavia Art Festifal, dan akan kembali tampil pada munas Forum Komunikasi Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia di TMII pada 15-19 Juni 2005 yang akan dihadiri oleh Pres.SBY dan Menteri Kesehatan. Para member maillist VincentLiong yang mengikuti program-program tsb. diharapkan mampu praktek menerima uang baik sebagai psikoloh non sekolahan, paranormal, penyembuh, dsb dalam waktu sangat singkat. ------------------------------------------------------ Diposting pertama kali pada:: LINK:: http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/8881 Tarot Course No.9/Th.2 Rekan-Rekan yang Berbahagia: Selamat berjumpa lagi dalam Tarot Course, satu-satunya program pelajaran tarot yang menggunakan Bahasa Indonesia di internet. Bagi Anda yang baru bergabung, pelajaran-pelajaran sebelumnya bisa di-download dari files di milis Clubtarot. Untuk bergabung dengan Clubtarot, klik: <http://groups.yahoo.com/group/clubtarot/join>. Diskusi dengan saya juga dilakukan di milis Vincentliong. Untuk bergabung dengan milis Vincentliong, klik: <http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/join>. Pada hari Minggu, 15 Mei 2005 yang lalu, wawancara dengan saya sebagai seorang pewacana tarot ditayangkan dalam segmen Seputar Indonesia di RCTI, dan segmen Liputan Sore di Trans TV. Apa yang saya jelaskan dengan singkat dalam wawancara TV itu sama saja intinya dengan apa yang saya tuliskan dengan panjang lebar di internet, yaitu bahwa tarot hanyalah salah satu medium untuk menemukan alternatif pemecahan masalah-masalah kehidupan yang dialami oleh manusia. Kartu hanyalah alat atau perantara, sedangkan pertanyaannya diajukan kepada YME/Alam Semesta yang Maha Baik/Sang Hyang Widi/All That Is, dsb. Caranya adalah melalui doa dan/atau meditasi. Cara-cara doa dilakukan apabila pewacana atau peramal adalah seorang agamais (religious), dan cara meditasi dilakukan apabila pewacana adalah seorang kebatinan (spiritual). Cara doa dan meditasi bisa dilakukan bersamaan apabila penanya adalah seorang �hybrid�: seorang spiritual yang masih belum bisa menerapkan prinsip �non-attachment� terhadap tuntutan agama� Dan itu sah saja. Walaupun telah pernah saya jelaskan dalam Tarot Course sebelumnya, mungkin ada faedahnya apabila saya ulangi sekali lagi disini bahwa penggunaan kartu tarot untuk mencari solusi dari masalah kehidupan bukanlah suatu �game of chance�. Penggunaan tarot bukanlah menggunakan prinsip random, tetapi azas Sinkronisitas (Synchronicity). Sinkronisitas mendalilkan bahwa segala sesuatu berhubungan dengan sesuatu lainnya di alam fisik ini karena memang ada koneksi di dimensi spiritual. Dimensi spiritual itu adalah Alam Bawah Sadar manusia. Alam bawah sadar dari pewacana tarot dan alam bawah sadar dari penanya akan berinteraksi sehingga apa yang muncul dalam bentuk kartu-kartu yang tercabut bukanlah hasil kebetulan belaka, tetapi jawaban yang dicari oleh si penanya. Saya sendiri percaya bahwa semua solusi yang dicari oleh penanya sebenarnya telah dijawab oleh YME, tetapi masih berada di dalam alam bawah sadar si penanya. Melalui tarot, alternatif solusi itu dibawa ke atas meja dalam bentuk simbol-simbol yang muncul di kartu-kartu itu. Simbol-simbol itu diinterpretasikan dan dikomunikasikan kepada kesadaran si penanya yang akhirnya bisa mengerti, menerima, dan menjalankannya. Dalam wawancara TV dengan RCTI dan Trans TV, saya juga menjelaskan bahwa pada dasarnya yang disebut �ramalan� adalah proyeksi dari saat ini ke saat tertentu di masa depan. Mereka yang berlatar belakang matematika mungkin bisa mudah mengerti karena hal ini sama persis seperti memproyeksikan suatu titik koordinat (X,Y) di satu bidang ke bidang lainnya di seberang axis X atau axis Y. Apabila titik koordinat yang baru (X1,Y1) ternyata tidak sesuai dengan keinginan, apa yang harus dilakukan? Tentu saja kita harus merubah titik koordinat asal (X,Y) sehingga titik koordinat yang diproyeksikan itu (X1,Y1) akan jatuh di tempat yang diinginkan. Begitu pula dengan �ramalan�. Apabila ternyata yang diramalkan jelek, maka berarti ada sesuatu yang harus dirubah di saat ini sehingga masa depan yang diramalkan itu akan menjadi baik. Biasanya yang harus berubah adalah si penanya sendiri, dan bukan orang lain atau lingkungannya. Apabila si penanya mau berubah seperti yang disarankan, maka otomatis masa depannya akan menjadi baik. Saya selalu berusaha untuk menjelaskan tentang cara bekerja kartu tarot secara rasional. Bahkan apa yang diwacanakan/diramalkan selalu logis dan rasional. Kita manusia paska-modern tidak bisa lagi diiming-imingi dengan segala takhayul dari masa lalu. Keparanormalan yang berselaput takhayul sudah masanya untuk lewat, dan tarot sebagai bagian dari keparanormalan sudah seharusnya menyesuaikan diri. Saya tidak tahu tentang para pewacana tarot yang lain, tetapi saya dan murid-murid saya termasuk golongan rasional yang mengandalkan doa/meditasi dan pemberian alternatif solusi yang logis dan rasional. Cuma itu saja. Dalam Tarot Course kali ini saya akan menerangkan sedikit tentang apa yang saya namakan �Pewacanaan Marathon�. Setelah itu ada bagian �Tanya-Jawab�. Pada akhir tulisan, di bagian Lampiran, saya sertakan juga artikel wawancara LKBN Antara dengan saya yang dikeluarkan bulan Desember tahun lalu. Pewacanaan Marathon ------------------- Saya ini tipe "generik", jadi formatnya sebenarnya sama saja, baik pewacanaan marathon atau non-stop terus menerus; maupun pewacanaan biasa yang memiliki jeda waktu cukup. Marathon ada dua macam: yang umum adalah pewacanaan dalam waktu sekitar 30 menit per penanya. Yang tidak umum adalah 5 menit per penanya seperti dalam acara-acara tertentu untuk masyarakat umum. Jadi, bila diberikan waktu selama 4 jam, total bisa ada sekitar 50 penanya yang memperoleh pewacanaan secara berturut-turut. Dasar pewacanaan marathon adalah kondisi gelombang otak Alpha dari si pewacana atau peramal tarot, sehingga penanya langsung memperoleh jawaban seketika dari pewacana setelah kartu-kartu dicabut olehnya. Pewacana tidak akan mempunyai waktu sama sekali untuk berpikir. Yang keluar dalam pewacanaan adalah yang berasal dari intuisi semata-mata dan pewacana hanya tinggal mengucapkannya . Contoh Pewacanaan Marathon adalah sebagai berikut: T = Penanya J = Pewacana W: Selamat malam. Saya Leo, Anda? T: ... (Penanya menyebutkan namanya). W: OK, Mbak/Mas..., pertama kali kita kocok dulu kartunya ya. Terserah berapa kali saja. (Saya akan mengocok kartu terlebih dahulu, lalu menggenggamnya dengan kedua belah tangan, dan saya angkat ke atas sampai melewati dahi atau mata ketiga saya. Pada posisi teratas saya diam selama sedetik: itu doa saya meminta jawaban bagi penanya dari "Alam Semesta". Setelah itu, baru kartu saya serahkan kembali kepada penanya). T: (Penanya mengocok kartu dan mengembalikannya kepada saya). W: (Saya menerima segenggam kartu itu, memegangnya dengan kedua belah tangan, dan sekali lagi menaikkannya ke atas melewati dahi saya; ada doa sedetik juga disini. Setelah itu kartu-kartu saya tebarkan dalam bentuk kipas). Pertanyaan pertamanya apa Mbak/Mas? Bisa bertanya apa saja. Kalau pertanyaannya umum, jawabannya akan umum, kalau pertanyaannya spesifik, jawaban bisa spesifik juga. T: (Penanya mengajukan pertanyaan pertamanya). W: Silahkan dicabut satu kartu, yang mana saja. T: (Penanya mencabut satu kartu dari tebaran kipas). W: (Saya mengambil kartu itu, menempatkannya di tengah. Lalu saya mencabut satu kartu dari paling kiri dan paling kanan tebaran kipas untuk mendampingi kartu yang dicabut oleh penanya). OK, Mbak/Mas,.... (ini jawaban yang diberikan). Sekarang pertanyaan keduanya apa? T: (Penanya mengajukan pertanyaan keduanya). W: (Saya mengulangi prosedur yang sama seperti di atas sampai tiga pertanyaan tuntas diajukan dan dijawab). Untuk tipe marathon kilat, tanya jawab untuk tiga pertanyaan seperti contoh di atas bisa dilakukan dalam waktu kurang lebih 5 menit saja. Apabila saya bisa, tentu saja Anda akan bisa pula! Tanya-Jawab ----------- Pertanyaan 1: Apakah hasil pewacanaan atau ramalan dapat berubah ? Jawaban 1: Menurut saya, jawabannya: "Ya, dapat berubah kalau faktor-faktor yang ada pada saat ramalan dilakukan ternyata kemudian berubah." Ramalan adalah prediksi dengan memperhitungkan faktor-faktor eksternal atau lingkungan di luar diri si penanya, dan faktor-faktor internal atau diri si penanya sendiri. Faktor-faktor itu diasumsikan konstan pada saat dilakukan proyeksi ke masa depan yang ingin diwacanakan atau diramalkan. Kalau faktor-faktor yang digunakan untuk prediksi atau meramal ternyata berubah, maka otomatis ramalan akan berubah. Berubahnya hasil ramalan apabila faktor-faktor yang digunakan untuk meramal ternyata berubah adalah hakekat dari segala sesuatu yang bersifat ramalan, prakiraan, prediksi, proyeksi, dsb. Termasuk disini prakiraan cuaca, proyeksi jumlah penduduk, dsb. Sebagai rule of thumb, bisa dipegang juga bahwa biasanya faktor-faktor eksternal lebih lambat berubahnya. Saya biasanya mengasumsikan bahwa faktor-faktor eksternal tidak berubah kecuali faktor internal atau si penanya sendiri berubah lebih dahulu. Memang apa yang dilihat di masa depan atau diramalkan bisa berubah, karenanya seorang pewacana atau peramal tarot harus bisa mengarahkan atau memberikan solusi kepada penanya agar masa depan yang diinginkan tercapai. Kalau masa depannya yang terlihat jelek, tidaklah bijaksana apabila pewacana tarot menakut-nakuti penanya bahwa yang jelek itu pastilah yang akan dan mutlak harus terjadi. Apabila yang jelek terlihat, pewacana tarot harus dengan tegas menawarkan beberapa alternatif solusi kepada penanya. Tanyakanlah kepada penanya, alternatif solusi yang mana yang diinginkannya. Berdasarkan alternatif solusi itu, lakukanlah lagi proyeksi atau ramalan ke depan. Apabila ternyata proyeksi itu sesuai dengan yang diinginkan, konfirmasikanlah niat itu kepada penanya. Harus ada kata "Amin" dari penanya dan pewacana tarot agar masa depan yang baik itu terjadi. Itu metode saya, dan itu susah sekali untuk dibagikan kepada mereka yang tertarik untuk mempelajari tarot. Saya harap Anda bisa menangkap secara intuitif apa yang saya ungkapkan di atas. Pertanyaan 2: Apakah ada hal lain yang diberikan oleh pewacana tarot kepada penanya selain pewacanaan atau ramalan yang diminta ? Jawaban 2: Ada, yaitu energi-energi yang didorong keluar melalui meditasi rutin oleh si pewacana atau peramal tarot. Pewacana tarot harus membantu memberikan energi kepada penanya sehingga apa yang baik bisa terlaksana dan apa yang jelek bisa dilihat jelas, dimengerti, dan dilepaskan. Pemberian energi kepada penanya adalah sesuatu yang belum pernah dibahas secara eksplisit di buku-buku pelajaran tarot. Tapi saya percaya Anda tahu apa yang saya maksud, dan bisa mempraktekkannya secara alamiah apabila saatnya tiba. Saat itu akan datang tanpa Anda duga: Anda akan ingat apa yang saya tulis sekarang, dan itu akan Anda terapkan kepada penanya. Pertanyaan 3: Apakah mewacanakan atau meramal tarot memerlukan iman ? Jawaban 3: Bagi saya jawabannya: "Ya". Kalau saya tidak percaya tarot bisa dipakai untuk meramal masa depan, untuk apa saya meramal orang memakai tarot ? Pertanyaan 4: Apakah mungkin pewacanaan dilakukan dalam jarak jauh? Jawaban 4: Bisa. Dalam hal ini pewacana mengocok kartu dan mencabutnya mewakili penanya. Pertanyaan 5: Apakah kartu Arkana Mayor bobotnya lebih tinggi daripada kartu-kartu Arkana Minor ? Jawaban 5: Bagi saya itu relatif, bisa ya dan bisa juga tidak; karenanya saya rekomendasikan agar rekan-rekan mewacanakan tarot sebanyak-banyaknya untuk orang-orang yang tidak dikenal. Nanti akan bisa tahu sendiri. Pertanyaan 6: Saya sedang baca satu pengantar umum tarot yang menjelaskan sejarah hubungan tarot dan Kabalah. Disana disebutkan jumlah kartu Arkana Mayor yang 22 itu sama dengan jumlah abjad Ibrani (Hebrew). Apakah ini benar ? Jawaban 6: Ya, itu benar. Abjad Ibrani (Hebrew) berjumlah 22, dan tiap abjad memiliki arti dan filsafatnya sendiri yang disimbolkan dengan kartu Arkana Mayor di dalam tarot. Abjad Ibrani itu mirip dengan Abjad Arab, jadi kita tidak terlalu kaget kalau mempelajarinya juga. Di abjad Arab kita kenal: Aliph, Ba, Tha. Di Ibrani: Aleph, Beth, Thau, dst. Pertanyaan 7: Dalam metode tarot Mas Leo ini, apakah Arkana Mayor dan Arkana Minor diperlakukan berbeda dalam pembacaannya atau sama saja dan tergantung pada jawaban dari alam intuisi? Jawaban 7: Secara umum, kita memberi bobot lebih berat kepada Arkana Mayor, tapi ini tidak selalu. Bisa juga diberi bobot sama. Jadi benar juga kalau dikatakan bahwa tergantung pada jawaban dari alam intuisi. Pertanyaan 8: Kalau ketika kita meramal, lalu membuka kartu, dan kita tidak mendapat jawaban intuitif dan hanya terpaku pada makna kartu yang telah kita hapal sebelumnya, apa yang terjadi dan apa yang harus dilakukan ? Jawaban 8: Pengalaman saya begini: kartunya dilihat terus saja. Anda diam saja: semenit, dua menit, sampai tiba-tiba akan ada sesuatu yang melintas di kepala Anda. Anda tidak tahu itu apa, tetapi mulut Anda akan langsung bicara. Begitu saja. Itulah intuisi. Dan semakin dilatih, cara-cara seperti itu akan semakin mantap. Pertanyaan 9: Apakah ada perbedaan hasil antara pembacaan kartu tarot melalui suatu situs internet dengan hasil pembacaan kartu dengan cara langsung bertemu dengan pembaca kartu tarot ? Jawaban 9: Sudah jelas ada bedanya karena yang satu dikocok oleh mesin dan yang lainnya dimonitor oleh pembaca tarot yang otomatis menggunakan bawah sadarnya, intuisinya, dan segala macam kekuatan doanya. Pembacaan oleh mesin adalah random, sedangkan pembacaan oleh seorang pembaca tarot adalah komunikasi antara jiwa dan jiwa: jiwa pembaca tarot dan jiwa penanya. Di pihak lain, Azas Sinkronisitas (Synchronicity) mungkin bisa berlaku juga walaupun sang pembaca tarot adalah sebuah program komputer. Tapi tentu saja tidak bisa diandalkan sebagai patokan yang benar-benar akurat. Pertanyaan 10: Apakah hasil pewacanaan bisa berbeda-beda apabila dilakukan oleh para pewacana yang berlainan ? Jawaban 10: Hasil pewacanaan yang berbeda memperlihatkan bahwa apa yang dibukakan memang melalui para pewacana yang membuka "peta buta" itu dari sudut pandang yang berbeda-beda. Pertanyaan bisa sama, tetapi pengertian para pewacana tidak selalu sama. Hasil pewacanaan tentu saja tergantung dari pengertian pewacana tentang pertanyaan yang diajukan. Walaupun pewacana bisa netral, jawaban yang terbuka tetap tersaring melalui pribadi si pewacana. Malahan adakalanya pewacana bisa berbicara atau menuliskan hasil pewacanaan, tetapi dia sendiri tidak mengerti apa yang dikatakan atau dituliskannya itu. Yang mengerti adalah si penanya. Pertanyaan 11: Saya bingung melihat teknik-teknik pewacanaan yang berbeda dari macam-macam pewacana tarot ! Jawaban 11: Jangan bingung kalau bertemu dengan para pewacana yang menggunakan teknik berbeda-beda, walaupun dasarnya tetap sama. Setiap pewacana memang sebaiknya menemukan tekniknya sendiri yang paling pas buat dirinya dan tidak perlu merasa "prihatin" kalau ternyata tekniknya itu lain dari yang lain. Juga jangan bingung kalau menemukan orientasi pewacana tarot yang berbeda-beda juga. Ada dua paradigma besar saat ini di bidang tarot. Setiap pewacana Tarot cenderung untuk digolongkan ke dalam salah satu dari dua orientasi itu. Pertama adalah mereka yang mengutamakan pencaharian jati diri atau pencerahan melalui perenungan makna yang terkandung dalam 78 kartu tarot. Kedua adalah mereka yang mempergunakan kartu Tarot untuk pewacanaan, dan bukan untuk pencaharian jati diri atau pencerahan. Saya sendiri masuk golongan yang kedua. Pertanyaan 12: Saya sedang menyukai seseorang, dan sepertinya dia juga begitu. Saya membuka tarot untuk mengetahui orangnya seperti apa, ternyata yang keluar salah satu diantaranya adalah Arkana Mayor XV. Iblis (the devil). Di samping itu, di sekitarnya juga ada kartu-kartu negatif seperti 7 Pedang dan 9 Pedang. Karena kurang puas, beberapa hari setelah membuka tarot, saya membuka lagi dan menemukan kalau XV. Iblis selalu ada di antara kartu-kartunya. Apakah artinya itu ? Jawaban 12: The Devil berarti obsessi atau kegandrungan. Saya melihat bahwa orang yang Anda sukai ini adalah dari tipe tertentu. Tipe ini adalah ideal Anda. Dari dahulu selalu begitu: Anda selalu "jatuh suka" kepada orang yang tergolong tipe ini. Elemen dari XV. Iblis adalah tanah. Dan itu berarti bahwa Anda percaya bahwa orang yang Anda sukai itu memiliki kemampuan untuk membawa segala pergulatan intelektual dan energi Anda ke arah yang konkrit dan praktis. Saya seolah-olah melihat bahwa Anda bisa diandaikan sebagai sebuah kapal api yang tidak memiliki jangkar untuk berlabuh. Orang yang Anda sukai adalah dia yang bisa berperan sebagai "jangkar" untuk melabuhkan energi fisik dan intelektual Anda. Pedang yang berelemen udara dan berada di seputar XV. Iblis yang berelemen tanah menandakan adanya konflik antara usaha-usaha dan upaya pemikiran Anda untuk mendekati dia yang Anda sukai ini dan kebiasaan berkomunikasi dari orang ini. Seolah-olah upaya Anda untuk memberikan perhatian khusus kepadanya tidak memperoleh tanggapan yang diharapkan atau semata-mata dianggap biasa saja olehnya. Dia yang Anda sukai adalah orang yang praktis dan agaknya memiliki energi magnetik yang bisa membuat dirinya di-idolakan oleh para pengagumnya. Pertanyaan 13: Dalam Tebaran Satu Kartu, apabila kartu yang tercabut memberikan jawaban �Ya� (kartu Tunas atau Pedang), tetapi arti kartu ternyata negatif (misalnya 9 Pedang), bagaimana mengartikannya ? Jawaban 13: Banyak yang bertanya seperti itu, dan itu diakibatkan oleh kesalah-kaprahan. Sebagian pewacana tarot memang membagi kartu-kartu menjadi kartu yang berarti baik atau sehat seperti 10 Cawan, 4 Tunas, dsb. Sebagian kartu lainnya dianggap berarti jelek atau sakit seperti 5 Koin, 3 Pedang, dsb. Dalam sistem saya, semua kartu adalah netral, tidak sehat maupun sakit. Bisa bersifat sehat atau sakit, tergantung dari pertanyaannya dan tergantung pula dari jawaban yang diterima oleh pewacana tarot melalui intuisinya. Jadi, tidak ada kartu yang sudah dipatok mati sejak awal sebagai kartu baik atau kartu jelek. Bahkan kartu Arkana Mayor XIII. Kematian, atau XV. Iblis, tidaklah berarti kartu bencana atau malapetaka bagi saya. Yang saya bahas adalah sistem yang mengasumsikan bahwa semua kartu adalah netral sampai arti spesifiknya muncul di intuisi si pewacana tarot. Pertanyaan 14: Apabila kartu sudah dicabut, arti apakah yang akan digunakan: arti yang disesuaikan dengan pertanyaannya, atau arti yang sebenarnya ? Jawaban 14: Secara gampangnya, saya bisa jawab bahwa yang harus diberikan adalah arti yang disesuaikan dengan pertanyaannya, yaitu arti yang muncul begitu saja di dalam intuisi Anda sebagai seorang pewacana tarot. Lalu, arti yang sebenarnya yang bagaimana ? Saya kira yang dimaksud disini adalah Kata Kunci, yaitu satu arti bagi satu kartu yang sudah Anda hapalkan. Kata Kunci itu tidak perlu menjadi obsessi, sebab lama kelamaan Anda akan memiliki banyak Kata Kunci untuk tiap kartu. Arti sebenarnya yang mana ? Ya semuanya itu. Tapi jawaban yang diberikan dalam suatu pewacanaan tertentu adalah salah satu dari mereka itu. Pertanyaan 15: Apakah beda terawangan (psychic reading) dengan pewacanaan tarot ? Jawaban 15: Pada dasarnya sama saja antara terawangan (psychic reading) dan pewacanaan tarot (tarot reading). Hasil pewacanaan (reading) sangat tergantung dari kemampuan si pewacana. Kalau ada hasil pewacanaan yang berbeda dari beberapa pewacana walaupun obyek yang ditanyakan sama, maka harus dilihat lagi siapa pewacananya, karena hasil pewacanaan akan tergantung dari kemampuan batin sang pewacana. Karena kemampuan tiap pewacana berbeda-beda, maka hasil pewacanaanpun berbeda-beda pula. Kualitas pewacana menentukan hasilnya akurat atau tidak. Pertanyaan 16: Saya ingin bertanya cara mengetahui apakah seseorang adalah jodoh kita atau bukan. Menurut Anda, kalau itu jawabannya �ya�, maka yang keluar adalah kartu Arkana Mayor X. Roda Keberuntungan. Kalau yang keluar kartu negatif (Elemen Air dan Tanah), berarti jawabannya �tidak�. Seandainya kartu yang keluar adalah kartu positif (Elemen Api dan Udara) atau Arkana Mayor yang lain, kira-kira artinya apa ? Apakah harus dipertimbangkan kartu apa yang tercabut? Jawaban 16: Sejujurnya, arti tiap kartu tergantung dari arti yang diberikan oleh masing-masing pewacana. Arti yang saya berikan kepada 78 kartu yang saya pakai bisa berbeda dari pewacana lainnya, dan itu tidak akan mempengaruhi hasil pewacanaan. Andapun bisa memberikan arti lain dari yang lain kepada kartu-kartu yang Anda pakai, tetapi arti-arti tersebut hanya berlaku apabila Anda yang menjadi pewacana. Asumsi yang Anda pakai adalah prinsip kekonsistenan dalam mengartikan kartu-kartu yang keluar. Jadi Anda harus memberikan arti sendiri kepada kartu-kartu Anda sehingga Anda akhirnya menjadi seorang pewacana yang akurat. Contohnya: Arkana Mayor X. Roda Keberuntungan akan berarti �jodoh� hanya apabila saya yang pakai. Anda bisa pakai itu, tetapi bisa pakai kartu yang lain. Bisa pakai Arkana Mayor XIII.Kematian, misalnya. Mengapa tidak ? Pertanyaan 17: Untuk pertanyaan lain seperti pekerjaan dan lainnya, apakah kita bisa mencabut satu kartu saja ? Dan, apabila bisa, bagaimana ketentuannya ? Jawaban 17: Ya, bisa cabut satu kartu dengan Tebaran Satu Kartu: Pertanyaan Ya-Tidak. Kalau bagi saya, kartu-kartu positif (Elemen Api dan Udara) berarti �ya�, dan kartu-kartu negatif (Elemen Air dan Tanah) berarti �tidak�. Alasannya akan diberikan oleh arti atau Kata Kunci dari kartu yang keluar. Tapi jangan bingung kalau bertemu pewacana lain yang memberikan arti berbeda atau kebalikannya. Misalnya, kartu-kartu positif berarti 'tidak', dan kartu-kartu berarti �ya�. Jadi, sekali lagi, Anda sebagai seorang pewacana yang harus menentukan bagaimana kartu-kartu itu akan bekerja bagi Anda. Pertanyaan 18: Apakah kedudukan kartu Pelayan (Page) sama dengan Ksatria (Knight) ? Sebab kalau dalam tebaran keluar Pelayan, saya bingung: apakah itu menunjukkan seorang kanak-kanak atau seorang perempuan remaja. Begitu pula apabila kartu Ksatria yang keluar, saya bingung mengenai gender atau jenis kelaminnya. Jawaban 18: Kedudukannya tidak sama. Dalam sistem yang umum, Pelayan kedudukannya lebih rendah daripada Ksatria. Kalau dinilai dengan angka, Pelayan = 11, Ksatria = 12. Kalau keluar Pelayan, berarti menunjukkan seseorang yang berusia di bawah 30 tahun, bisa perempuan atau laki-laki. Berarti disini termasuk anak-anak dan remaja. Pelayan bisa juga berarti pesan atau saran yang diberikan dalam situasi tertentu. Artinya sendiri tergantung dari elemennya masing-masing. Ksatria adalah seseorang yang berusia antara 30 dan 40 tahun; gendernya bisa pria, bisa pula wanita. Pertanyaan 19: Saya kadang-kadang bingung kalau dalam tebaran keluar kartu Arkana Minor Orang; saya tidak tahu apakah mereka menunjuk kepada orang, atau kepada situasi. Jawaban 19: Disini intuisi berperan untuk memutuskan apakah Arkana Minor Orang itu (Pelayan, Ksatria, Ratu, Raja) memperlihatkan orang, atau memperlihatkan situasi tertentu. Bisa juga berarti kedua-duanya. Saya sendiri cenderung untuk memakai kedua artinya sekaligus. Damai di Bumi, Leo Latar Belakang Penulis ---------------------- Leonardo Rimba adalah lulusan Jurusan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, dan Program MBA dari the Pennsylvania State University. Melalui internet, Leo bisa dihubungi di alamat <[EMAIL PROTECTED]>. Melalui telpon genggam di: 0818-183-615. Lampiran -------- LKBN ANTARA D0031204000338 03-DEC-04 SPK JKT SPEKTRUM/PROFIL: LEO, MASTER KARTU TAROT YANG TIDAK PERCAYA PARANORMAL Oleh Nur R Fajar "Jangan terlalu percaya pada ucapan paranormal yang ngomong nasib anda buruk, harus pasang sesuatu atau melakukan sesuatu. Jangan seperti itu, Tuhan tidak seperti itu," kata Leonardo Rimba, MBA, seorang peramal dengan media Kartu Tarot. Leonardo yang akrab dipanggil Leo, mengatakan Tuhan tidak membagi-bagikan nasib buruk kepada manusia. Keadaan buruk seseorang dapat dihilangkan dengan merubah kebiasaan hidup atau cara kerja. "Kita mencoba mengajarkan klien untuk beriman kepada yang Maha Kuasa dan rasional untuk hidup. Bukan percaya membabi buta terhadap paranormal yang sering menyalahgunakan kepercayaan," kata pewacana nasib yang tidak mau disebut paranormal itu. Di Indonesia, fenomena paranormal mempromosikan diri dan menyalahgunakan kepercayaan dari kliennya sangat sering terjadi, bahkan benar-benar parah terjadi. "Banyak paranormal di Indonesia yang hanya mencari uang, bahkan dengan memasang iklan yang besar di koran. Jangan mudah percaya," kata Leo menegaskan berkali-kali dengan mimik muka yang serius. Dia mengatakan, dengan bantuan media kartu tarot, dia bisa mewacana atau memproyeksikan nasib atau peruntungan seorang klien pada tahun depan, yang dihubungkan dengan keadaan sekarang dan sifat klien tersebut. "Tetapi tidak kemudian klien tersebut membeli jimat ratusan ribu atau bahkan jutaan supaya nasibnya menjadi baik," kata Leo sambil mengocok kartu Tarot yang ada ditangannya. Pria yang suka memakai pakaian hitam-hitam itu melanjutkan, tidak perlu sampai membeli berbagai jimat, cukup dengan meminta kepada Tuhan secara langsung. Atau bila kurang doa, dengan mengumpulkan orang-orang beriman untuk berdoa bersama-sama atau wirid. "Aa Gym itu benar, Arifin Ilham itu benar," kata Leo tentang kegiatan yang dilakukan mereka mengumpulkan orang-orang dan melakukan doa bersama. Peramal Tarot Drs Leonardo Rimba, MBA, adalah seorang master Tarot yang mempunyai profesi sebagai peramal atau pewacana nasib dengan media kartu Tarot. Proses mempunyai kemampuan pewacanaan tarot, kronologisnya disebabkan karena bertahun-tahun mengalami sendiri jatuh bangun, sakit, stres karena uang, menderita karena permasalahan keluarga, jadi bisa empati, bisa merasakan apa yang dirasakan oleh klien. Proses pada saat sedang mewacanakan tarot dari seorang klien, berawal ketika klien menanyakan suatu hal, Leo akan menyuruh mengambil satu kartu, kemudian dia mengambil dua kartu dari masing-masing ujung tumpukan kartu. Tiga kartu tersebut kemudian dibuka untuk melihat gambarnya. Dengan melihat gambar tersebut, Leo langsung dapat mengetahui jawaban yang datang sendiri dipikirannya, langsung datang jawabannya, tanpa berpikir sama sekali "Itu yang namanya intuisi" kata Leo. Karena setiap kali menjawab pertanyaan secara spontan, Leo sering merasa tidak tahu apa yang dia katakan dan jelaskan dari gambar tarot sebagai jawaban dari pertanyaan kliennya. "Sering aku sendiri tidak tahu apa yang aku katakan, tapi yang bertanya mengerti apa yang aku katakan. Aku tidak tahu itu cerita tentang apa, tapi aku bicara saja, dan dia mengerti," kata Leo Selama empat jam praktek menerawang 50 orang tanpa berhenti, sama sekali tidak berpikir dan tidak merasakan capek. "Coba bayangkan kalau dipikir, pasti capek. Dan itu (meramal/menerawang) karunia Tuhan," kata Leo Untuk melihat latar belakang klien itu mudah, tetapi untuk mencari solusi atau jalan keluar dari permasalahan klien, hal itu yang sulit. Kalau susah memberikan jalan keluar, harus memberikan alternatif-alternatif yang visibel untuk klien. "Tidak mengatakan, wah nasib kamu jelek, kamu harus melakukan 'srono' (cara) tertentu, dan membayar berapa juta, agar nasib kamu bagus," ujar peramal yang masih membujang itu. Kalau klien merasa tertekan, kita memberi penghiburan, memberi dorongan spiritual, dorongan moral, agar bisa menjalani hidupnya lebih baik dan lebih tenang. "Saya meramal bukan berdasarkan hal yang klenik, tapi berdasarkan hal yang ilmiah," kata Leo. Dalam meramal, pewacana menggunakan ilmu psikologi secara rasional, dengan memproyeksikan hari ini untuk masa depan, katanya, sambil memperlihatkan setumpuk kartu Tarot bergambar orang. "Pewacana itu mengetahui, berdasarkan intuisi yang didapat dari doa pada Tuhan Yang Maha Esa. Intuisi itu dibukakan oleh Tuhan, bukan melalui misalnya lewat penujuman. Itu asalnya dari Tuhan," katanya. Bahkan kalau kliennya mempunyai jalan takdir yang luarbiasa, Leo membuka kartu tarot dapat sambil nangis. "Karena takdir yang begitu indah dari Tuhan," katanya. Bila hasil proyeksi tersebut jelek, dia akan menyarankan kepada klien untuk merubahnya dengan merubah kebiasaan hidup atau kebiasaan kerja. Jenuh Berbisnis Awalnya tertarik dan bisa kemudian berprofesi sebagai master Tarot, belajar dari bibinya yang bernama Ani Sekarningsih, yang merupakan pencipta Tarot Wayang. Leo mengatakan, Ani yang berdarah Sunda-Sulawesi merupakan satu-satunya grandmaster Tarot di Indonesia. Setelah belajar dari bibinya, kemudian ditambah dengan banyak doa dan meditasi,sehingga dapat mengembangkan tehnik dan ilmu sendiri, dimana bibinya sendiri tidak tahu lagi. Meditasi yang dilakukan, menurutnya berada sampai di gerbang alam semesta. "Semua intuisi berasal dari atas sana. Untuk menerjemahkan permasalahan seputar bisnis, asmara, karier dan problema hidup. Untuk terawang tanpa tarot, untuk menyembuhkan semuanya dari atas sana." ungkap Leo. Peramal lulusan S1 Ilmu Politik FISIP UI, dan peraih MBA dalam bidang keuangan (finance) dari Penn State University, Pensylvania Amerika Serikat itu mengenal tarot sejak anak-anak, tetapi baru sekitar tahun 1990 mulai serius mendalaminya menjadi sebuah profesi. Berawal dari kejenuhan dalam dunia bisnis, dan ketertarikan terhadap dunia spiritual, dia mulai serius menekuni dunia Tarot. "Ternyata membantu orang lain lebih sesuai dengan panggilan jiwa saya, ya ditekuni saja. Meskipun penghasilan lebih sedikit dibandingkan dengan profesi bisnis sebelumnya," kata Leo Mengenai alasan terjun secara profesional sebagai master Tarot, Leo mengatakan karena kita lihat dalam dunia bisnis, orang nggak peduli pada sesama. "Seolah-olah uang lebih penting dibandingkan manusia. Manusia ini hidup ini untuk apa toh? Uang tidak dibawa mati. Dalam bisnis itu, manusia makan manusia." katanya. Ia melanjutkan, kalau kita dengan ilmu Tarot, yang didasari oleh intuisi yang diberikan oleh Tuhan, kita menolong manusia. "Jadi kalau ada orang minta bantuan, kalau mampu memberikan balas jasa dalam bentuk uang ya diterima, kalau misalnya nggak mampu, ya ra popo. Lha wong ilmunya gratis kok dari atas," kata Leo sambil menjulurkan tangan menunjuk ke atas. Beragam Klien Klien yang pernah diramal oleh Leo berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, antara lain dari Jakarta, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, bahkan dari luar negeri seperti Australia. Karena sudah banyak orang yang diramalnya, Leo tidak pernah mengingat dan menghitung sudah berapa ratus orang klien yang dia terawang nasibnya. "Kalau lagi praktek bisa 50 atau 100 per hari, tapi kalau sedang tidak buka praktek, ada dua-tiga orang klien yang datang ke rumahnya. Orang yang datang ke Leo, pada umumnya minta diramal masalah bisnis, karier dan asmara termasuk jodoh, "Kalau klien dari luar negeri, pertanyaan yang diajukan biasanya tentang kesehatan dan bisnis, kalau Indonesia ya mengenai uang, bisnis kerja," katanya. Orang jarang meminta diramal untuk ditunjukkan untuk lebih spiritual. "Jarang ditanyakan karena mungkin tidak penting dibandingkan dengan uang. Padahal Tarot dasarnya spriritual," ungkapnya. Ia mengatakan, sebenarnya orang Indonesia banyak yang mempunyai kemampuan spiritual tinggi. "Orang Indonesia tidak percaya diri. Mendengar sesuatu, melihat sesuatu yang memang benar, tapi takut dianggap gila, sehingga tidak menceritakan. Tidak pede, takut dikatakan masyarakat sebagai orang gila," katanya. Banyak orang Indonesia mempunyai "sixth sense", punya keimanan yang kuat dan sering berdoa., semua percaya pada Tuhan. "Orang Barat tidak bisa seperti itu. Saya tahu, karena saya pernah lama tinggal di Barat," katanya menutup pembicaraan. (T.KJ08/S005) (T.KJ08/B/S005/B/S005) 03-12-2004 22:32:34 Database Acuan Dan Perpustakaan LKBN ANTARA Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat) *************************************** sekretariat: JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia telp/fax: +62218292842 email:<[EMAIL PROTECTED]> People's Cultural Network "Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!" Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jaker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

