MAAFKAN DAKU
buat :
atau Hasna atau Ira atau Hasna atau Ira atau Hasna atau Ira
atau romantika bersegi tiga
ini salahku saja
kenapa dulu ber-pil koplo-ria
maka kini otakku keos memorinya
yah, dulu Soeharto memang jaya
bisa menyublimkan oposan
jadi ngecret keadaan
tapi duluuu �
sekarang lain Coi, tampil beda !
sudah mengkritik - otokritik masturbasi
cuma � still the same hal keosnya

Setelah foto bersama
kenalanlah kita
Didot
Ira
Didot
Hasna
Kupikir kamu adalah dia

Lantas sesudahnya
Kuterima salam pembuka darimu
Pingin diskusi pendidikan alternatif, katamu
Kusodorkan pembelajaran membebaskan
Tentu dengan pembongkaran kebusukan - penindasan sekolahan
Yang pragmatis :
ya cuma penghasil intelektual bentukan
dan tukang pesanan
Yang strategis ;
ya cuma aparatus ideologis kekuasaan
dan alienasi kemasyarakatan
Yang radikal fundamental ;
ya pemasungan realisasi kemanusiaan
tidak memerdekaan
"Aku pingin bikin seperti Rumah Bambu di tempatmu �"
"Setuju", sambutku
Kupikir kamu adalah dia

Makin lama obrolan makin kemana-mana
Berkat hp Jakarta � Salatiga tinggal sms saja
"Malam Minggu, Mas acaranya apa ?"
"Sama siapa ?"
"Pacarnya ya ?
"Atau ditemani istrinya ?"
Aku tergelak
"Memang se-bapak-bapak itu potonganku ?"
"Pacar tak punya, istri apalagi"
"Cariin dong .."
"Ya deh, tapi � by the way kenapa cari calon istri, kan ada aku ?"
Aku seperti orang mau bersin tak jadi
"Bener juga ya � Kan ada kamu �"
Wawancara kisah seputar artis berlanjut,
tapi tak hipokrit, munafik amat
tak kesenjangan sosial amat
tak tengik-tegik amat
"Krieria calon istri Mas apa sih ?" 
Jawab artis :
"Mau kusayangi �(Taiii �!)
Pewawancara :
"Mas sayang sama aku ?"
Jawab artis :
"Sayang � (Makan tu sayang !)
Pewawancara :
"Tapi sayang adik apa calon istri ?"
Artis :
Di sini nih tengiknya �
"Tak sesederhana itu �
Menurutku lebih baik kita jalani konstelasi yang sekarang ini
dalam konteks pemahaman sebuah proses menjadi �
Pasti nanti, kita akan sama-sama dan bersama-sama jadi ngerti ;
tumbuh jadi sayang apakah ini ?"
Pewawancara :
"Setuju. Pokoknya saling berusaha terbuka, saling berusaha memahami �
Dan tulus selalu untuk berbagi, tak melukai hati"
Artis :
Glek � (menelan ludah)
"That's exactly what I mean !"
Kupikir kamu adalah dia

Suatu ketika janjian chatting siang setengah dua
Di depan komputer aku bagai eporia
Sensasi punya dunia kecil saling menspesialkan
Sensasi dunia milik berdua
Sensasi sejenak lupa daratan ;
akan hak warga dunia lainnya
Sensasi borjuis elitis eksklusif individualis egois kapitalis
memprivatisasi apa saja menafikan lainnya cuma massa pekerja tak 
butuh cinta
Mesra � uh uh � mesra
Ngambek-ngambek pula bermanja, sampai akhirnya
pukul 15.30 box bill Rp.5000 kau kirimkan pic-mu
Jesus Christ ! Astagafirulah !
Kok bukan kamu ?!

Dengan lemes aku jadi makin ngerti tentang dampak runtuhnya 
konstruksi
Kupikir kamu adalah dia
Atau Hasna atau Ira
Sambil menyusun email klarifikasi tentang dua nama
Kurancang argumentasi tentang preferensi yang nisbi
Masalah selera kaya' pilih donat atau urap daun pepaya
Bukan soal lebih cantikan mana
Tapi aku mereduksi frame budaya
Di sini ini, satu ketengikan lagi







JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat: 
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia 
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!" 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jaker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke