Date: Thu, 23 Jun 2005 11:42:57 +0700
From: "Bentara Budaya Jakarta" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: DUNIA ILUSTRASI TERANCAM BAHAYA!!!DISKUSI di BENTARA BUDAYA JKT
Dunia Ilustrasi Terancam Bahaya !!!

Perkembangan di dalam dunia ilustrasi cerita pendek (cerpen) belakangan
ini tampaknya mengkhawatirkan sebagian kalangan seni. Ada yang
menganggap bahwa ilustrasi cerpen “konvensional” sudah merupakan masa
lalu. Gantinya adalah gambar atau karya rupa atau “lukisan” yang tampil
menyertai karangan fiktif tersebut di Kompas atau beberapa media massa
lain, yang kadang tidak menampakkan kaitan yang jelas dengan cerpen
termaksud. Seorang perupa malah menganggap sebagian gambar untuk cerpen
di Kompas telah membuat bingung, bukannya “menjelaskan” cerpen
termaksud.
Ada juga perupa yang merindukan ilustrasi gaya Si Jon dari Majalah
Gadis, gaya Sanggar Bambu lewat Syahwil, Handogo, Hardiono, Isnaeni MH,
Danarto, dan lain-lain di berbagai penerbitan berkala sejak dari
Majalah Sastra Horison sampai Majalah Anak Kawanku. Apakah model
ilustrasi seperti ini sudah “tutup buku”, sudah tidak relevan, sudah
dianggap ketinggalan zaman?

Berbagai persoalan seperti itu bakal dibahas di dalam diskusi tentang
ilustrasi yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Jalan
Palmerah Selatan 17, pada hari Jumat 24 Juni 2005 pukul 14.00. Bakal
mengantar diskusi dua orang kritikus seni rupa yaitu Hendro Wiyanto dan
Bambang Budjono. Anda yang berminat dan punya gagasan lebih menarik,
diundang hadir untuk bertukar fikiran. Tentu dengan suasana hangat khas


Salam,
Bentara Budaya.


Bentara Budaya Jakarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Date: Thu, 23 Jun 2005 11:42:57 +0700
From: "Bentara Budaya Jakarta" <[EMAIL PROTECTED]>
To: Mira Wijaya Kusuma <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: DUNIA ILUSTRASI TERANCAM BAHAYA!!!DISKUSI di BENTARA BUDAYA JKT

Dunia Ilustrasi Terancam Bahaya !!!
Perkembangan di dalam dunia ilustrasi cerita pendek (cerpen) belakangan
ini tampaknya mengkhawatirkan sebagian kalangan seni. Ada yang
menganggap bahwa ilustrasi cerpen “konvensional” sudah merupakan masa
lalu. Gantinya adalah gambar atau karya rupa atau “lukisan” yang tampil
menyertai karangan fiktif tersebut di Kompas atau beberapa media massa
lain, yang kadang tidak menampakkan kaitan yang jelas dengan cerpen
termaksud. Seorang perupa malah menganggap sebagian gambar untuk cerpen
di Kompas telah membuat bingung, bukannya “menjelaskan” cerpen
termaksud.
Ada juga perupa yang merindukan ilustrasi gaya Si Jon dari Majalah
Gadis, gaya Sanggar Bambu lewat Syahwil, Handogo, Hardiono, Isnaeni MH,
Danarto, dan lain-lain di berbagai penerbitan berkala sejak dari
Majalah Sastra Horison sampai Majalah Anak Kawanku. Apakah model
ilustrasi seperti ini sudah “tutup buku”, sudah tidak relevan, sudah
dianggap ketinggalan zaman?

Berbagai persoalan seperti itu bakal dibahas di dalam diskusi tentang
ilustrasi yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Jalan
Palmerah Selatan 17, pada hari Jumat 24 Juni 2005 pukul 14.00. Bakal
mengantar diskusi dua orang kritikus seni rupa yaitu Hendro Wiyanto dan
Bambang Budjono. Anda yang berminat dan punya gagasan lebih menarik,
diundang hadir untuk bertukar fikiran. Tentu dengan suasana hangat khas


Salam,
Bentara Budaya.


Yahoo! Sports
Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke