KALAU gak usah ada perang ideologi yang akhirnya ngasilin situasi kayak gini..., kira-kira kita jadi kayak apa yak? mungkin kaya raya, sistimnya pelangi sehabis badai: ada partai sejenis sosial demokrat, partai agama, partai nasionalis, dan partai komunis, yang saling bahu-membahu berjuang atas nama ra'yat indonesia.
 
NYATANYA, marxisme dilarang. maka balans dalam dunia persilatan ideologi tak ada lagi di tanah airmu yang sekarang sedang berkelahi atas nama materi...
 
KALAU, vietnam gak usah di bom oleh amerika, apa vietnam itu akan mengimport revolusinya?
NYATANYA, ra'yat vietnam harus di bom oleh amerika untuk (katanya) menyelamatkan dunia dari teori dominonya barat yang rada-rada kayak orang lagi kena ilmu sihir psikopat.
 
KALAU dulu orang gak usah ikut-ikutan perang dingin, misalnya nge-geng secara optimal di grup non blok, mungkin kita (bangsa bekas jajahan) akan lebih terhormat diantara pergaulan bangsa-bangsa sak dunia!
 
NYATANYA, kita dibilang bangsa koeli, kita punya titel bangsa babu-jongos, walau pun dongeng sebagai bangsa bahari yang gagah berani itu cuma ada di buku sejarah klas 6 sekolah dasar, maka sekarang ini dicoba diterjemahkan dalam cerita fasis yang sadis, berjudul hitler-ngiler di dunia keblinger, demikianlah kata penasehatnya duryudana, sangkuni punya nama.
 
KALAU = SEANDAINYA
 
pernah denger gak lagu jaman dulu?
"seandainya aku punya sayap..., terbang bersama angin..."
 
salam, heri latief
amsterdam, 4 agustus 2005

Handi Prasetyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya bingung sama politik......
Kalau pada saat itu yang menang PKI gimana......????
Pasti situasi berubah,,,,,,,,
Gugagatan Class Action kelompok orde baru korban PKI diganggu PKI reformasi....

Wolak walike’ ing jaman.........




On 8/3/05 10:17 PM, "heri latief" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Sidang Gugatan Class Action Korban 1965 Diganggu
Rabu, 03 Agustus 2005 | 21:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sidang gugatan class action korban-korban orde baru pada tahun 1965 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (3/8) diganggu sekelompok orang yang mengatasnamakan kelompok keagamaan dan nasionalisme.

Sunarno, 71 tahun eks tapol yang saat ini menjadi Dewan Pengurus Pusat Lembaga Penelitian Korban Peristiwa 1965, menyatakan hanya menuntut hak mereka dan tidak ingin macam-macam. "Kami merasa tidak bersalah tapi dipersalahkan begitu saja,"katanya.

Selain itu menurut Sunarno kedatangan eks tapol-napol secara berombongan bahkan dari daerah pada acara persidangan tersebut dikarenakan mereka ingin mengetahui pengadilan tersebut akan meluruskan orang-orang yang tidak pernah dinyatakan salah dalam pengadilan. "Kalau salah, ya, salah, tapi biar nanti pengadilan yang menentukan,"ujarnya.

Menanggapi ! sikap sekelompok orang yang mendomo gugatan para korban kekejaman orde baru itu, Sunarno hanya bisa sabar. "Terserah itu hak mereka, kami menghormati hak orang, jadi hargailah kami, kami juga berhak mengajukan gugatan lebih baik saling menghargai hak masing-masing,"katanya.

Senada dengan Sunarno, Toga Tambunan menyatakan harapannya agar haknya sebagai Warga Negara dikembalikan. "Kami mengharapkan keadilan dari sisi ekonomi, sosial dan budaya dipulihkan, paling tidak kita setara dengan masyarakat umum dalam perkara hukum," ujarnya.

Menurut Toga, dia pada usia 13,5 tahun ditahan tanpa pernah diadili dan itu merupakan kerugian besar bagi seseorang yang di penjara. "Kami dipenjara tapi tidak tau apa dan siapa yang melakukan hal ini padahal dari sisi hukum mestinya yang bersalah yang dituntut," katanya. Sebenarnya kejahatan orde baru di bawah Suharto bukan hanya terjadi pada orang-orang yang disebut PKI, tetapi juga terhadap ummat Islam dan kelompok-kelompok yang menen! tang pemerintah diktatorial dan korup.

Riska Sri Handayani

http://tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/08/03/brk,20050803-64804,id.html


heri latief

http://www.herilatief.tk/
[EMAIL PROTECTED]


Start your day with Yahoo! - make it your home page

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke