Catatan Laluta:
 
Karya Puisi S. Anantaguna kuambil dari buku berjudul "MENGAIS MAKNA di Beton Ibukota", Karya tahun 1986 - 1996; Tebal 58 halaman; Penyunting: N. Mansur; Percetakan: Cipta Lestari; Cetakan I Juli 2000. Untuk itu, dalam rangka menyambut 60 tahun Republik Indonesia, kukirimkan TIGA buah karya puisi Bung Sabar berjudul  Pertaruhan, Keadilan & Si Jamin memperingati 17 agustus
 
La Luta Continua!
 
*
Pertaruhan
 
Karena kucari kebebasan
aku berdisiplin
bila disiplin jadi lembaga
memberikan aku merdeka
 
Merdeka itu penuh pencarian
dan percobaan
kemandegan adalah keboyakan
mematikan hati dan pikiran
 
Anakku yang bertanya arti disiplin
kukatakan keperluan kesatuan tindakan merebut kebebasan
demikian belenggu hidup harus direntakkan
dipatahkan dan membentuk sesuatu yang baru
 
Tetapi yang baru disebabkan yang lama
memerlukan kemerdekaan untuk maju
derap pun memerlukan pencarian dan percobaan
dengan kemungkinan kesalahan dan kegagalan
 
Hidup bukanlah susunan keberhasilan
tanpa kemungkinan kepahitan kesalahan
kesediaan untuk melakukan pergulatan
menemukan sesuatu yang baru lebih maju
membuat hidup tidak berhenti pada satu warna
satu nada satu gaya
 
dan manusia menyedari arti disiplin
dalam kebebasan dan kemerdekaan
kemerdekaan serta kebebasan dalam disiplin
karena hidup itu kesatuan pribadi-pribadi yang saling memerlukan
 
Hidup itu mencari
membangun keindahan yang tidak abadi
hidup itu sendiri suatu seni
nyanyi suka duka dalam pertarungan tanpa tepi.
 
S. Ananta Guna 
MENGAIS MAKNA di Beton Ibukota - Halaman 6 
Cipta Lestari juli 2000
 
*
Keadilan
 
Seniman ada
karena dia berkarya
 
Petani ada
karena tanah perlu penggarapnya
 
Prajurit ada
jika dia benar-benar melindungi rakyatnya
 
Buruh ada
karena produksi memerlukan pekerja
 
Cendekiawan ada
kalau pemikiran kritis memajukan dunia
 
Pemimpin ada
jika ia menegakkan keadilan untuk rakyatnya
 
Manusia ada
karena menurut kodratnya berjuang memperbaiki hidupnya
 
S.Ananta Guna
MENGAIS MAKNA di Beton Ibukota - halaman 32
Cipta Lestari juli 2000
 
*
 
Si Jamin memperingati 17 agustus
 
Jamin oleh tetangga disebut rakyat biasa
tidak punya apa-apa
merasa ikut punya Indonesia
ia menyambut 17 Agustus 1982
 
Karena rakyat biasa ia tidak berkuasa
terhadap dirinya pun sangsi apakah berkuasa
ia tidak mampu menguasai rasa laparnya
tidak mampu menolak diri bakal mati
apalagi soal sumber ekonomi
 
Ada yang memberinya gelar pemalas
meski tidak pernah mengemis
cari puntung tak pernah sekolah
pulang lelah, tapi pulang kemana?
ia tidak pernah tahu
isi UUD 45 pasal 31
 
Jamin disebut rakyat biasa
warga negara aseli Indonesia
Bagi Jamin semua biasa
tidak peduli dimana atau kemana
tidak putus asa
dimaki biasa
dianjingkan biasa
 
Sekali tidur di Cililitan
diusir kasar:
Terminal bukan hotel! Memang benar
Tidur di pasar diuber siskamling dicurigai akan maling. Masuk akal
 
Di teritisan dimaki menjijikan. ia memahami
Di kolong jembatan merusak keindahan. Jamin menyadari
Kalau keperumnas ia bukan orang dinas
 
Mudahnya orang menyebutnya malas. Jamin Ikhlas
Hanya ia tidak mau menantang Tuhan mendaftarkan diri ke kuburan
Dan mendapat tempat di kuburan harus ada surat keterangan
 
Jamin tidak punya apa-apa
sampai rasa sirik, iri, cemburu tidak dipedulikan
Ia tidak tahu arti negara
UUD 45 pasal 34
ia sendiri tidak peduli: Apakah termasuk rakyat
 
Jamin tidak mau pusing
kalaupun disebut anjing
atau lebih jelek dari kucing
 
Hanya ia merasa bangga
Indonesia
dan ia tidak pernah mengemis
tidak menjual tangis
 
Hari ini Jamin tertawa
ikut menyambut ulang tahun kemerdekaan tanah air
tanpa banyak kata seperti penguasa.
 
S.Ananta Guna
MENGAIS MAKNA di Beton Ibukota - halaman 57
Cipta Lestari juli 2000

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"




SPONSORED LINKS
Culture Indonesia Juli


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke