Catatan laluta:
Sehubungan dengan hasil kesepakatan negosiasi antar Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka, telah melahirkan Nota "Kesepemahaman", yang di tandatangani dalam rangkap tiga di Helsinki pada hari senin, 15 agustus 2005 y.l., oleh Pemerintah R.I. diwakili Sdr. Hamid Awaluddin (Menteri Hukum dan HAM) dan Gerakan Aceh Mederda di wakili oleh Sdr.Malik Mahmud (Pimpinan) dengan disaksikan oleh a.l: Artti Ahtisaari, Mantan Presiden Finlandia, Ketua Dewan Direktur Crisis Management Initiative dan Fasilisator Proses Negosiasi.  Untuk itu saya kirimkan satu karya Ekspresi dan Releksi diri puisi bung Djafar (Swedia) berjudul 'Aceh Merana', pernyataan ekspresi Jurubicara TNA Wilayah Pidie, Sdr. Suadi Sulaiman Laweueng berjudul "8 Hari Pasca MoU, TNI Masih Di Gunung Pidie".  Juga Sentral Informasi Rakyat Aceh, SIRA menyatakan bahwa "SIRA, tetap jadi Lembaga Sipil Independen dan memihak Rakyat. ( lihat http://achehnese.blogdrive.com/ )
 
La Luta Continua!
 
***
 
ACEH  MERANA
 -----------------------------------------------

Aceh ku yang merana

acehmu yang sengsara

aceh indonesia yang menderita

dukamu duka kami

musibahmu musibah kami

duka dan musibah seluruh rakyat  Indonesia.

 

Aceh  bagian  bumi pertiwi  yang kaya raya

minyak buminya menyembur tak terhingga

bumi hutannya subur meraya

selayaknya rakyatnya hidup  makmur dan bahagia

 

Apa daya

kampung kampung musnah

rakyat mati  melarikan diri

dikejar bencana tsunami

dikejar  bandit bandit gam dan  tni

dibebani pajak dan pungli

yang amat tinggi

tak terbayar dihukum mati.

 

Bendera RI yang dicemar penguasa negeri

dengan tentaranya yang bernama  tni

bendera gam masuk memaksakan diri

rakyat diancam pajak pajak yang tinggi

rakyat diancam gam  dan pungli

tak terbayar ditembak mati.

 

Aceh, oh aceh

bagian bumi pertiwi yang kaya raya

minyak buminya  menyembur tak terhingga

bumi hutannya subur meraya

selayaknya  rakyatnya hidup makmur dan bahagia.

 

Aceh, aceh kita semua

mari kita berjuang bersama

demi hari depan kita semua

bersatu kumpulkan  segala kekuatan

berjuang demi kebebasan sejati

rakyat indonesia seluruh negeri.

 

Aceh, oh aceh

dukamu duka kita semua

duka seluruh rakyat  Indonesia.

 

Djafar.

Swedia 2005.

 

*

Date: Sun, 21 Aug 2005 11:21:10 -0700 (PDT)
From:  "suhadi laweung" <[EMAIL PROTECTED]
Subject: 8 Hari Pasca MoU, TNI Masih Di Gunung Pidiea

8 Hari Pasca MoU, TNI Masih Di Gunung Pidie

 

Sejak 18 Agustus 2005 sampai laporan ini diturunkan, ribuan  TNI YON 413/ KOSTRAD, Yon 515/ Kostrad, Yon 144, dan Yon 327  melakukan operasi offensive ke pegunungan Drien Tujoh, dan sekitarnya (Ulim), Lhok Sandeng, Seunong, Blang Awe, Beuracan, Alue Demam, dan Alue Pisang Wak (Meureudu).

 

Masing-masing kesatuan TNI telah dibagikan territorial operasinya, TNI YON 144 posko Batalyon Blang Bili, Kemukiman Cubo, Kecamatan Bandar Baru melakukan operasi offensive ke pegunungan Tampui, Panton Beurasan dan Panton Raya (Trienggadeng), Cubo baroh, Lhok Duek, kayee Jatoe, Sarah Panyang, Pante Breuh, Abah Lueng, Jiem-Jiem (Bandar Baru) dan Paya Raoh, Cot Tunong, Alue Angen, Amud, dan Krueng Mampree (teupin Raya, Geulumpang Minyeuk). Operasi ini dilakukan serentak di wilayah Pidie dan radius 1-5 kilometer dari perkampungan kearah pegunungan.

 

TNI YON 515 dan Marinir melakukan operasi offensive di kawasan pegunungan Blang Keudah dan Truseb (Tiro), Krueng Seukeuk, Cot Seutui, Keumala Dalam dan Pulo Pante (Keumala), Bungga, Blang Malo, Alue Seupot, Ulee Gunong dan Alue Meuh (Tangse), Blang Lam Kaca dan sekitarnya (Mila), dan Gunong Seulawah, Biheue, Kale dan sekitarnya, Guha Tujoh, Blang Rob (Muara Tiga) dan sampai ke pegunungan Batee. Semuanya TNI yang masih berada di pegunungan Pidie sekarang mencapai 9 Batalyon. Operasi ini tetap saja diarahkan untuk mencari/ mengejar markas/ anggota TNA/ GAM di wilayah Pidie.

 

Operasi offensive TNI juga selama semakin diketatkan di seluruh perkampungan penduduk dengan alasan memisahkan GAM-TNA dengan masyarakat serta mensosialisasikan hasil penandatangan MoU Helsinki 15 Agustus 2005 yang lalu.

 

Eksesnya, hasil tanaman masyarakat seperti kokao yang sebelumnya ditelantarkan kini juga demikian, karena masyarakat masih takut akan TNI jika kepergok di pergunungan dan areal perkebunan mereka.

 

Operasi ini juga bisa melegalisasikan kegiatan/ kejahatan milisi di lapangan untuk melakukan berbagai bentuk provokasi baru terhadap rakyat dan kelangsungan hasil MoU yang ada.

 

Wilayah Berdaulat:

Pidie, 22 Agustus 2005

 

Suadi Sulaiman Laweueng

Jurubicara TNA Wilayah Pidie

 

*

 

Date: Tue, 23 Aug 2005 14:15:58 -0700 (PDT)
Subject: SIRA TETAP JADI LEMBAGA SIPIL ACHEH INDE...
From: "BlogDrive.com" <[EMAIL PROTECTED]>

The following new entry was posted by Achehnese ( http://achehnese.blogdrive.com/ )

Siaran Pers,

Nomor: 18/Pers/08/2005

Menyikapi beberapa tuduhan dan pemberitaan miring terhadap lembaga
Sentral Informasi Referendum Acheh (SIRA) di beberapa media Indonesia
seperti contoh koran Rakyat Aceh (23/08), yang menyebutkan Ketua SIR...

More:
http://achehnese.blogdrive.com/


Start your day with Yahoo! - make it your home page

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"




SPONSORED LINKS
Culture Indonesia Juli


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke