viva venezuela, viva chavez!

salam, heri latief

--------------------------

Anjurkan Membunuh Presiden Venezuela, Pendeta Amerika Minta Maaf
Kamis, 25 Agustus 2005 | 17:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pat Robertson, pendeta konservatif dan bekas calon presiden Amerika Serikat, kembali tersandung pernyataan kontroversial. Ia kini harus meminta maaf, karena menganjurkan pembunuhan terhadap Presiden Venezuela Hugo Chavez.

"Apakah benar menyerukan pembunuhan? Tidak. Saya minta maaf atas pernyataan itu. Saya berbicara dalam keadaan frustasi," kata Robertson dalam klarifikasi panjang melalui situs internet pribadinya, Rabu (24/8) waktu setempat.

Pernyataan yang dihujat berbagai kalangan itu keluar di tengah-tengah ketegangan antara pemerintah Amerika dan Venezuela. Chavez menuduh Presiden Amerika George Walker Bush merencanakan penggulingan dirinya, termasuk percobaan pembunuhan dan kudeta pada April 2002.

Pat mengeluarkan pernyatan, yang diduga sebagai anjuran pembunuhan dalam acara televisi, "The 700 Club". Siaran yang ia bawakan itu disiarkan jaringan televisi ABC Family, Senin (22/8) lalu.

"Saya tidak tahu doktrin tentang pembunuhan," kata dia dalam siaran itu, "tapi jika dia (Chavez) berpikir kita akan membunuhnya, saya pikir kita harus melakukannya." Ia menyebutkan Venezuela sebagai penguasa minyak, yang bisa menyerang Amerika.

Duta Besar Venezuela untuk Amerika Bernardo Alvarez telah meminta Gedung Putih untuk mengecam pernyataan itu. Pemerintah Venezuela juga telah meminta jaminan keamanan bagi Presiden Chavez saat menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York, bulan depan.

Bukan kali ini saja Robertson membuat kontroversi. Dalam pemilihan presiden tahun lalu, dia secara terang-terangan meminta pengikutnya dan kelompok Koalisi Kristen mendukung Bush. Ia juga menghina umat Islam dan korban angin topan di Amerika, dengan menyatakan bahwa "korban jatuh akibat hukuman Tuhan atas kebejatan moral mereka."

John Chuckman, seorang penulis, menyatakan bahwa pemerintah Amerika seharusnya memperlakukan Pat sebagai seorang teroris. Pemerintah juga harus memasukkan acara televisinya dalam daftar organisasi terorisme internasional versi Departemen Luar Negeri. "Setidaknya dia dijerat dengan Undang-Undang Pidato Kebencian," ujarnya. AFP/Faisal

http://tempointeraktif.com/hg/luarnegeri/2005/08/25/brk,20050825-65750,id.html


Start your day with Yahoo! - make it your home page

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"




SPONSORED LINKS
Culture Indonesia Juli


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke