Note: forwarded message attached.


Yahoo! for Good
Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"




SPONSORED LINKS
Corporate culture Organizational culture Culture change
Organization culture Culture Culture shock


YAHOO! GROUPS LINKS




--- Begin Message ---

MENDISKUSIKAN BUKU KESADARAN PLURAL

 

Membaca buku dari Bagus Takwin yang berjudul: “Kesadaran Plural: Sebuah Sintesis Rasionalitas dan Kehendak Bebas”; membuat saya serasa disuguhi pemikiran-pemikiran komprehensif tentang tema kesadaran plural. Ini karena penulisnya membangun pokok-pokok pemikirannya dengan menyertakan pula landasan filosofis dari pemikirannya. Berbeda dari pemikiran-pemikiran psikologi lain yang terkesan parsial. Penulisnya, tampak mengetahui utuh konsep-konsep yang ingin dikemukakannya. Kendati demikian, namun ada beberapa poin penting yang menurut saya akan menarik untuk didiskusikan terutama jika penulisnya langsung bersedia menjawab.

Pada intinya, saya masih melihat kesenjangan dari pemikiran-pemikiran yang dikemukakan oleh Takwin. Ini karena saya melihat bahwa asumsi dasar yang diletakkan adalah bahwa dalam ketakutuhannya, manusia bergerak secara reflektif. Saya kutip poin ke 12 dari kesimpulan yang saya rasa mencerminkan amatan saya mengenai adanya asumsi tersebut:

Kesadaran manusia dapat memiliki kompleksitas pikiran yang tinggi dan terbuka terhadap beragam hal yang berbeda, jika terbiasa berhadapan dengan hal yang berbeda. Pertemuan dengan beragam hal memberikan kesempatan pada kehendak bebas untuk mengaktifkan kemampuan memilihnya. Semakin beragam hal yang dihadapi manusia, semakin aktif kehendak bebas. Optimal-tidaknya kehendak bebas manusia bergantung pada banyak sedikitnya realitas yang dihadapinya. Optimalnya kehendak bebas mendorong rasionalitas untuk memahami banyak hal. Beragam pilihan yang diambil oleh kehendak bebas merangsang aktivitas rasionalitas. Semakin kompleks realitas yang dihadapi dan dipilih oleh kehendak bebas untuk dipahami lebih jauh, semakin atraktif rasionalitas dan semakin kaya perbendaharaan pengetahuannya. Aktivitas kesadaran aktif dengan fungsi meta-kognisinya pun akan semakin tinggi dan semakin terampil mengolah informasi[1].

 

Mirip dengan apa yang dikemukakan oleh Jung bahwa manusia bergerak menuju individuasi. Sedangkan pada kenyataannya, tak demikian. Meski saya tak sepenuhnya setuju dengan pendapat Jacques Lacan yang memandang manusia digerakkan oleh hasrat libidinal, namun pada banyak hal itu memang terjadi. Meski juga ada orang yang bergerak dengan didorong oleh energi reflektif seperti pemikiran Jung.

Saya setuju pada Jung maupun Lacan bahwa manusia memang dilahirkan ke dunia dalam kondisi terbelah, tak utuh, dan dalam perjalanan hidupnya, manusia berusaha menemukan kembali keutuhannya. Lacan menyimbolkan itu dengan penyatuan kembali dengan figur ibu, sementara Jung menyimbolkan dengan individuasi atau Mandala. Kesadaran plural itu sendiri, lebih merupakan manifestasi dari suatu gerakan yang didorong oleh sesuatu yang reflektif, namun seolah menafikkan bahwa dalam diri manusia juga ada dorongan yang sifatnya libidinal.

Apa yang bagi saya senjang, adalah eksistensi keputusan akan sejumlah pilihan dalam arah kehidupan manusia. Eksistensi keputusan sebenarnya memberi gambaran manusiayang dihadapkan pada dua hal: “Mengambil keputusan” atau “Membuat keputusan”. Jika manusia hanya mengambil dan mengambil keputusan, maka ia akan terlarut dalam arus keseharian, mengonsumsi trend demi trend, menerima opsi demi opsi, tanpa ia sendiri tahu. Segalanya bersifat given atau taken-for-granted. Hanya tinggal diambil. Ini mirip dengan apa yang dijelaskan Martin Heidegger sebagai das man. Sebaliknya, ketika manusia membuat keputusan maka di situlah kebebasan manusia. Manusia menjadi otentik. Mirip dengan apa yang dijelaskan Heidegger dalam term Dasein.

Bagaimana Sdr. Bagus Takwin? Saya tertarik mendiskusikan ini.

 

 

© Audifax - 4 Oktober 2005

 

NB: Posting ini merupakan posting awal di milis Psikologi Transformatif (www.groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif) untuk mendiskusikan buku “Kesadaran Plural: Sebuah Sintesis Rasionalitas dan Kehendak Bebas” karya Bagus Takwin yang diterbitkan oleh Jalasutra. Bagus Takwin, adalah salah satu dari sejumlah anggota milis psikologi transformatif. Buku karya Bagus Takwin ini merupakan buku yang memberikan tawaran-tawaran pemikiran yang menarik sehingga akan semakin menarik setelah membaca lantas mendiskusikannya. 

 

 



[1] Bagus Takwin; (2005); Kesadaran Plural: Sebuah Sintesis Rasionalitas dan Kehendak Bebas; Yogyakarta: Jalasutra;  Hal. 239-240


Yahoo! for Good
Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.
--- End Message ---

Kirim email ke