ASPEK JUNGIAN DALAM TAROT
 
Oleh:
Audifax[1] email: <[EMAIL PROTECTED]>
 
Manusia adalah homo semioticus atau makhluk yang
mengonsumsi tanda/simbol. Segala kebermaknaan manusia,
diungkapkan, dikonstruksi, dikomunikasikan dalam tanda
dan simbol. Sedih, Bahagia, Cinta, Laki, Perempuan,
semua memiliki simbolisasinya. Itu membuat hidup
manusia sebenarnya berada di antara rajutan simbol
demi simbol.
Apa yang terbayang jika saya menghadirkan simbol
“kuda”? Ada sejumlah pemaknaan yang idiosinkretis tapi
juga sekaligus nomotetis. Bagi yang pernah jatuh dari
kuda dan menjadi trauma, maka “Kuda” identik dengan
sesuatu yang tak mengenakkan. Namun, bagi orang yang
hobi menunggang kuda, maka kuda bisa jadi adalah
pengalaman yang menyenangkan. Itu yang idiosinkretis.
Tapi ada juga yang nomotetis. Jika anda melihat iklan
sepeda motor yang menyebutkan kekuatan sepeda motor
itu setara dengan tujuh tenaga kuda, maka ada suatu
bayangan tertentu akan kekuatan yang kurang lebih
sama. Kuda dengan demikian menjadi simbol kekuatan.
Pada beberapa kasus dan golongan masyarakat tertentu,
kuda juga disepakati sebagai simbol keagungan,
perjuangan, keberanian, kesetiaan, dsb.
Sampai di sini, saya mencoba mengajak anda untuk
menyadari bahwa hidup manusia sebenarnya penuh dengan
tanda dan simbol-simbol yang membawa pesan. Secara
psikologis, manusia dalam kesehariannya sebenarnya
berdialektika dengan tanda dan simbol-simbol. Manusia
bisa membuat tanda atau simbol, yang berarti tanda
atau simbol itu berasal dari mikrokosmos (dari
manusia) menuju makrokosmos (dunia di luar manusia).
Tapi, jika sesuatu bisa mengarah dari dalam keluar,
maka sesuatu juga bisa mengarah dari luar ke dalam.
Tarot sebenarnya bekerja dalam cara ini, yaitu sesuatu
yang berasal dari makrokosmos (dunia di luar manusia)
mengarah ke mikrokosmos (dunia di dalam manusia).
Dalam psikoanalisa Sigmund Freud, kita mengenal
pemunculan hal-hal yang berasal dari personal
unconscious. Umumnya dipahami sebagai hal-hal yang
direpresi atau tak disadari keberadaannya pada alam
nirsadar personal. Tapi dalam psikoanalitik Carl Jung,
kita juga mengenal hal-hal arkais dari collective
unconscious. Umumnya dipahami sebagai arketipe. Nah,
Tarot bekerja dalam cara yang mirip dengan apa yang
dijelaskan Jung dalam konsep arketipe dan collective
unconscious.
Jadi, sama saja dengan ketika para ilmuwan di bidang
psikologi memelajari kartu-kartu Rorschach dan
mewacanakannya, maka seperti itu pulalah pewacana
Tarot. Hanya, memang ada titik-titik perbedaan dalam
kualifikasinya. Sama juga dengan adanya titik-titik
perbedaan kualifikasi antara penguasaan terhadap
Rorschach dan terhadap TAT, Wartegg, DAM, BAUM, dan
tes-tes gambar lain. Isyu-isyu yang menyudutkan Tarot
sebagai nujum, kekuatan setan, mistik dan sebagainya,
sebenarnya bermula pada ketidakpahaman dan tidak
menguasainya kualifikasi untuk menjadi pewacana Tarot.
Psike manusia bisa diakses baik melalui personal
unconscious maupun collective unconscious. Ini karena
sebenarnya berlaku logika yang tak akan terpahami jika
orang berada pada pemahaman rasionalisme atau
empirisisme, yaitu manusia dalam semesta dan semesta
dalam manusia. Hal yang sama kita temukan pada
Manunggaling Kawulo Gusti. Manusia dalam Tuhan, Tuhan
dalam manusia. Ini menarik, karena pada tema diskusi
dengan Pak Taat di psikologi transformatif ini,
ternyata juga ditemukan kesejajaran-kesejajaran antara
mikrokosmos (sistem biologis) dan makrokosmos (sistem
sosial masyarakat).
Pada Tarot, 22 kartu yang berada pada Major Arkarna
adalah arketipe-arketipe yang eksis pada tataran
nirsadar kolektif. Arketipe-arketipe ini, sebenarnya
aktif menyampaikan pesan-pesan kehidupan pada manusia.
Ini bisa dilihat pada berbagai mite yang bermunculan.
Jika ditelaah, ada kemiripan dari berbagai mite itu.
Itulah sebabnya Tarot pun banyak ang dibuat
berdasarkan mite. Sedangkan kartu-kartu yang berada
pada minor arkarna, memiliki kemiripan dengan empat
fungsi kepribadian Jung (rasio, emosi, intuisi,
pengindraan).  
Poskrip:
Saya rasa tulisan saya ini hanya sebagai penjelasan
sekilas saja mengenai Psikologi Tarot, menanggapi
diskusi antara Nugroho, Vincent Liong dan kemudian
ditanggapi pula oleh Leonardo Rimba. Mungkin Leo yang
pakar Tarot bisa melanjutkan, mengoreksi, menambahkan
atau bahkan membuka ke arah pembahasan-pembahasan lain
dari tulisan saya ini. Yang lainpun saya rasa bisa
ikut menambahkan. Misalnya Bagus Takwin yang pernah
menulis tentang Filsafat Timur. (Atau Deden
“Himawijaya” yang menggeluti psikologi transpersonal,
Where are U?)
 
[1] Peneliti; Institut Ilmu Sosial Altenatif
(IISA)-Surabaya




Pendapat dari Drs. Leonardo Rimba, MBA 
; Ahli Tarot dan Provesional Tarot Reader
Berpengalaman 


Mas Audifax dan Rekan-Rekan yang Baik:

Seperti dituliskan oleh Audifax, memang 22 kartu
arkana mayor dalam tarot bisa diartikan sebagai
simbol-simbol dari archetypes (tipe utama?). Bisa juga
diartikan sebagai 22 "jalan spiritual". Bisa juga
diartikan sebagai "pesan dari alam bawah sadar".

Saya sendiri memakai arti yang terakhir, yaitu sebagai
22 jenis "pesan dari alam bawah sadar (subconscious)"
si penanya yang biasanya adalah berupa potensi-potensi
yang masih berada di alam idea atau spirit (spiritual
realms). Jadi, karena saya orangnya praktis, saya akan
langsung menunjukkan solusi seperti yang disodorkan
oleh bawah sadar penanya sendiri. Potensi di alam idea
atau spirit itu harus dibawa ke dalam realita konkrit
sehari-hari, perlu diwujudkan melalui pengambilan
keputusan dan tindakan oleh si penanya. Harus begitu
jalannya apabila proses alamiah "dialektika" kehidupan
ingin dijalani dengan lancar.

Saya pengikut Carl Gustav Jung. Seperti dia, saya
sangat percaya kepada "sinkronisitas". Segala sesuatu
akan sinkron dengan segala sesuatunya yang relevan.
Tidak ada yang dihasilkan oleh kebetulan atau random
belaka. Setiap entitas manusia berinteraksi secara
"psikis" (telepatik) dengan entitas lainnya yang
relevan sehingga tindakan-tindakan fisik, mental, dan
emosional akan terkoordinir sedemikian rupa sehingga
seolah-olah ada yang mengatur. Yang mengatur adalah
prinsip sinkronisitas itu sendiri.

Karena itu, saya berani berbicara apa adanya
berdasarkan kartu-kartu yang tercabut; padahal
orang-orang yang bertanya notebene adalah mereka yang
saya tidak kenal. Tapi kok semuanya bilang benar? Kok
semuanya bilang terima-kasih berkali-kali setelah
selesai readings. Sebagian malahan sampai nangis atau
menahan tangis...

Ya itulah manusia, banyak yang memiliki masalah. Bukan
manusia Indonesia saja, tetapi semua manusia.
Kebetulan akhir-akhir ini saya banyak membacakan tarot
untuk orang-orang bule (AS, Australia, Inggris,
dsb...). Podo wae. Tidak ada bedanya antara kejiwaan
manusia Barat dan manusia Indonesia. Yang mungkin beda
hanyalah intensitas ekspresinya. Yang Barat lebih
ekspresif, Indonesia lebih subdued. Tetapi
tantangan-tantangan hidup (mental, emosional,
spiritual) tidak ada bedanya.

All the Best,
Drs. Leonardo Rimba, MBA. 
e-mail: <[EMAIL PROTECTED]> hp: 0818183615




Email ini disebarluaskan oleh jaringan Vincent Liong.
Isi adalah tanggung jawab penulis di luar tanggung
jawab forwarder. Pembahasan/ tanya-jawab lebih lanjut
harap dilakukan di maillist:

* JOIN Psikologi Transformatif :
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/join
http://groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif/message/1966

Post message: [EMAIL PROTECTED] 
Subscribe:
[EMAIL PROTECTED] 
Unsubscribe:
[EMAIL PROTECTED] 
List owner:
[EMAIL PROTECTED] 

* JOIN Vincent Liong :
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/join
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/11629

Post message: [EMAIL PROTECTED] 
Subscribe: [EMAIL PROTECTED] 
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] 
List owner: [EMAIL PROTECTED] 

Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IotolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat: 
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia 
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>

People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!" 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jaker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke