PENINGGALAN SEJARAH KITA ADA TAPI DIMANA ?
Teman teman di milis sejarah. Perkenalkan nama saya Bagas. Saya orang yg tertarik dengan banyak sekali sejarah di tanah air dan luar negeri khususnya Jakarta.
Saya sangat senang dengan adanya milis ini. Kita sama pecinta sejarah dapat bertukar ide dan informasi. Tahun 1997 pada saat saya mengadakan penelitian dan penggalian di Pasar ikan saya bertemu dengan ibu Tinia kepala Museum Fatahilah dan membicarakan soal komunitas sejarawan yg belum ada di jakarta kalo pun ada masih dalam skala kecil dan hanya hobbi. Saya juga ikut bersama Mr. Adolf Heuken untuk mengeksplorasi lagi sejarah Jakarta. Tapi seolah olah saya tidak punya teman hanya temen temen dari universitas fak sejarah rekan saya. Dari pecinta sejarah ga ada. Apabila saya berkumpul dengan para sejarawan 2x senior saya orang paling muda disitu (waktu 1997 itu usia saya baru 23 tahun).
Teman Saya mau langsung ke point yang saya mau bagi bagi ke teman informasi yang saya.
Pada hari senin pertama di bulan Oktober saya mengujungi Gereja Tugu di Tugu Semper.
Tapi saya sedih sekali melihat pemandangan disana. Peninggalan sejarah Jakarta itu tidak terawat dengan baik. Banyak sekali yang rusak disana sini. Lonceng antik yang dulu sekali waktu saya pertama sekali kesana begitu bagusnya sekarang telah di cat hijau. Pertanyaan dalam hati saya Apakah lonceng itu masih Asli ? dan peninggalan 2x didalam gereja itu masih asli ?
Sebab banyak kolektor yg berburu barang barang antik mencari benda 2x sejarah jakarta kita dan mereka melalukan segala cara untuk mendapatkan barang yang di ingininya.
Seperti patung De Harmoni yang telah lama sekali hilang dari tempatnya di Jembatan Harmoni tak tau dimana rimbanya. Semua Pada diam ga ada pemberitahuan hampir lebih setahun. Tau tau muncul di Museum Sejarah Jakarta. Alasannya patung itu hilang karena sedang di konservasi alias di betulkan. Tapi kenapa ga ada pemberitahuan dan sekian lama menghilang ? Dan sekarang kita melihat patung yang ga asli berdiri di jembatan itu sekarang karena patung (yang belum tentu asli) ada di Museum Fatahillah.
Dan buku buku serta foto foto di Museum Fatahillah Apakah kita pernah tau berapa banyak barang barang disitu yang hilang dan tak tau dimana rimbanya. Kita ingat buku buku sejarah dan foto foto Jakarta tempo dulu disimpan disana pada era bapak gubernur Ali Sadikin.
Pada tahun 1996 Betapa sedihnya saya melihat banyak buku yang berkeliaran di toko toko buku antik. Dibelakangnya masih ada stempel buku BATAVIA GENOSCHAP dan buku itu semua jelas milik museum tapi bagaimana mungkin bisa keluar ? Saya tak mau menuduh siapa siapa tapi banyak foto foto dari Jakarta yang sudah hilang lenyap tak tau dimana rimbanya . Apakah lukisan 2x JOHANNES RACH TAHUN 1880 an atau V. DE HEYDT 1770 tentang gambaran kota Jakarta di perpustakaan Nasional masih utuh dan komplit ? Mengingat betapa susahnya kalo kita mau melihat lukisan tersebut ?
Saya pernah di tawari banyak peta Batavia dari era JP Coen yang asli. (Ditempat yang seharusnya jadi tempat paling aman untuk menyimpan) Tapi saya tidak mau membelinya walau itu banyak menghasilkan ke untungan buat saya. Karena saya tak mau kehilangan barang milik kota saya.
Bagaimana Anak Anak muda kaya Saya bisa mempelajari sejarah kota saya sendiri kalo barang atau sumber sejarahnya telah di curi dan diperjual belikan.
Pernah adakah badan yang independen di Jakarta yang meng audit barang barang bersejarah di Museum Museum dan Perpustakaan Nasinal atau di Arsip Nasional. Apakah barang itu masih ada atau sudah hilang ? Karena mungkin saja di era sulit seperti sekarang ini banyak orang yg memanfaatkan kesempatan tuk memperkaya kantong pribadi dengan menjual barang barang sejarah kota Jakarta tuk kepentingannya pribadinya.
Teman didekat Rumah saya di daerah Tg. Priok. Dekat Stasiun Tg priok tepatnya di Jalan Gadang. Ada Sebuah rumah tua peninggalan kolonial belanda. dI sebelah rumah itu ada terowongan yang bisa tembus ke ancol Jadi terowongan itu panjangnya berkisar 1 km lebih. Tapi Sayang sumber sejarah nya ga ada pada saat pulang dari luar negeri terus saya mengunjungi tempat itu terowongan itu telah ditutup. Padahal banyak sekali yang dapat kita pelajari andai terowongan itu masih ada. Bagi temen temen yang mempunyai data sejarahnya mohon berbagi dengan saya.
Terima kasih atas perhatian teman teman semoga kita lebih kritis terhadap barang barang peninggalan sejarah kita.
Terima kasih
Bagaskara
Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.
JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"
SPONSORED LINKS
| Corporate culture | Organizational culture | Cell culture |
| Organization culture |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "jaker" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

