Gerakan 30 September Kembali Masuk Kurikulum Sejarah
Kamis, 01 Desember 2005 | 12:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun pada 1948 dan Gerakan 30 September 1965 kembali dimasukkan kurikulum pelajaran sejarah.
"Setelah kami kaji, hal tersebut perlu kembali dimasukkan tapi disajikan secara netral dan obyektif sehingga tidak membangkitkan dendam masa lalu," kata Sekretaris Tim Perbaikan Mata pelajaran sejarah badan standar nasional pendidikan, Wasino, dalam uji publik perbaikan kurikulum sejarah, Kamis (1/12).
Wasino mengatakan, sebelum direvisi kurikulum sejarah tidak memuat peristiwa Madiun. Peristiwa Gerakan 30 September pun tidak menyebut keterlibatan PKI. Masyarakat protes, kata dia, karena pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) dan PRRI-Permesta dimasukkan tetapi PKI tidak.
Tim perbaikan kurikulum sejarah yang beranggotakan 15 orang, kata Wasino, akhirnya memutuskan untuk kembali memasukkan PKI karena dinilai sebagai fakta sejarah yang perlu diajarkan kembali. Namun, Wasino mengatakan, untuk tingkat Sekolah Dasar siswa hanya diminta menceritakan dan tidak membahas kontroversi seputar masalah PKI tersebut.
Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia bagian Sulawesi Selatan, Suriadi Mappanegara, yang mengikuti uji publik mengatakan bahwa penyebutan PKI pada kurikulum sebetulnya tidak terlalu berpengaruh dalam pemahaman siswa tentang PKI. Yang penting, kata Dosen sejarah di UI Hasanuddin ini, penyediaan bahan alternatif tentang PKI oleh guru dan mendorong siswa untuk membaca buku tentang PKI.
Ketua tim perbaikan mata pelajaran sejarah badan standar nasional pendidikan, Djoko Suryo, mengatakan kurikulum sejarah tidak akan mengarahkan siswa kepada satu versi sejarah saja. Menurutnya, akan terbuka ruang diskusi tentang berbagai masalah.
"Soal Aceh, Papua, atau Timor-Timor yang sebelumnya abu-abu bisa didiskusikan soal sejarah intergrasi atau bahkan disintegrasinya," ujar Guru Besar Sejarah Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini.
"Setelah kami kaji, hal tersebut perlu kembali dimasukkan tapi disajikan secara netral dan obyektif sehingga tidak membangkitkan dendam masa lalu," kata Sekretaris Tim Perbaikan Mata pelajaran sejarah badan standar nasional pendidikan, Wasino, dalam uji publik perbaikan kurikulum sejarah, Kamis (1/12).
Wasino mengatakan, sebelum direvisi kurikulum sejarah tidak memuat peristiwa Madiun. Peristiwa Gerakan 30 September pun tidak menyebut keterlibatan PKI. Masyarakat protes, kata dia, karena pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) dan PRRI-Permesta dimasukkan tetapi PKI tidak.
Tim perbaikan kurikulum sejarah yang beranggotakan 15 orang, kata Wasino, akhirnya memutuskan untuk kembali memasukkan PKI karena dinilai sebagai fakta sejarah yang perlu diajarkan kembali. Namun, Wasino mengatakan, untuk tingkat Sekolah Dasar siswa hanya diminta menceritakan dan tidak membahas kontroversi seputar masalah PKI tersebut.
Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia bagian Sulawesi Selatan, Suriadi Mappanegara, yang mengikuti uji publik mengatakan bahwa penyebutan PKI pada kurikulum sebetulnya tidak terlalu berpengaruh dalam pemahaman siswa tentang PKI. Yang penting, kata Dosen sejarah di UI Hasanuddin ini, penyediaan bahan alternatif tentang PKI oleh guru dan mendorong siswa untuk membaca buku tentang PKI.
Ketua tim perbaikan mata pelajaran sejarah badan standar nasional pendidikan, Djoko Suryo, mengatakan kurikulum sejarah tidak akan mengarahkan siswa kepada satu versi sejarah saja. Menurutnya, akan terbuka ruang diskusi tentang berbagai masalah.
"Soal Aceh, Papua, atau Timor-Timor yang sebelumnya abu-abu bisa didiskusikan soal sejarah intergrasi atau bahkan disintegrasinya," ujar Guru Besar Sejarah Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini.
Oktamandjaya/M.Reza
| Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB<spasi>brk69947<spasi>komentar dan kirim ke 9333 |
Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.
JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "jaker" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

