Date: Wed, 14 Dec 2005 00:54:47 -0800 (PST)
From: Sastra Pembebasan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [BUKU] : Antologi "Tragedi Kemanusiaan 1965-2005"; "Menguak Sejarah, Menuai Harapan"
From: Sastra Pembebasan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [BUKU] : Antologi "Tragedi Kemanusiaan 1965-2005"; "Menguak Sejarah, Menuai Harapan"
Salam pembebasan!
Para kawan yang budiman,
Buku Antologi puisi - cerpen - esai - curhat "Tragedi Kemanusiaan 1965 2005" sudah tersedia dan bisa di dapat di Belanda.
Bagi Para kawan yang masih ingin ikut menikmati hasil karya tulisan kawan-kawannya, anak-anaknya kawan sejawatnya, atau ingin berkenalan dengan hasil karya tulisan dari penulis lainnya tentunya tersedia pada kesempatan pertemuan di a.l.:
1. > Upacara "WERTHEIM AWARD"
Tempat : KBRI - Den Haag
Pada Hari Jumát; 16 Desember 2005; Pukul 15: 00 - 18:00
Pada Hari Jumát; 16 Desember 2005; Pukul 15: 00 - 18:00
Alamat: Tobias Asserlaan 8, The Hague
2. > Open forum INDONESIA: 40 YEARS AFTER THE MASSACRES
Tempat : AKHNATON - Amsterdam
Pada hari Minggu; 18 Desember 2005; pukul 12:00 - 17:30
Alamat: Nieuwezijds Kolk 25 1012 PV Amsterdam
Alamat: Nieuwezijds Kolk 25 1012 PV Amsterdam
Lampiran:
Informasi lengkap mengenai buku "Tragedi Kemanusiaan 1965 - 2005", juga News dari Pikiran Rakyat, Bandung, 17 - 11 - 2005
"Menguak Sejarah, Menuai Harapan".
Salam sejahtera,
R.Miryanti
***
Buku:
Antologi Puisi - Cerpen - Esai - Curhat
"Tragedi Kemanusiaan 1965-2005"
Editor : Heri Latief - Ratih Miryanti - Daniel Mahendra
Diterbitkan oleh Lembaga Sastra Pembebasan - Apeldoorn - Netherlands
Bekerjasama dengan Penerbit Malka - Bandung - Indonesia
Cetakan I, September 2005
ISBN 979-96528-5-5
Tebal buku : 352 halaman
Harga Buku per eksemplar 15 Euro
Antologi Puisi - Cerpen - Esai - Curhat
"Tragedi Kemanusiaan 1965-2005"
Editor : Heri Latief - Ratih Miryanti - Daniel Mahendra
Diterbitkan oleh Lembaga Sastra Pembebasan - Apeldoorn - Netherlands
Bekerjasama dengan Penerbit Malka - Bandung - Indonesia
Cetakan I, September 2005
ISBN 979-96528-5-5
Tebal buku : 352 halaman
Harga Buku per eksemplar 15 Euro
Hasil dari penjualannya akan di gunakan untuk biaya pencetakan ulang buku Antologi
"Tragedi Kemanusiaan 1965 - 2005". Juga akan digunakan untuk biaya pencetakan *Buku Antologi "Puisi Buruh 1 Mei 2006" dan Buku Antologi Puisi - cerpen - Esai - Curhat "Perjuangan Wanita" di tahun 2006.
Catatan:
*Buku Antologi Puisi Buruh berisi kumpulan karya puisi yang di tulis oleh kaum buruh - Indonesia. Diterbitkan atas kerjasama antar Lembaga Sastra Pembebasan dan JAKER.
Daftar Isi:
SEMACAM PROLOG
CERPEN
Arloji - Ragil Nugroho hal. 3
Cinta yang memandang ke Depan - T. Iskandar hal. 13
Dunia di dalam Jeruji Penjara - Sihar Ramses Simatupang hal. 31
Ia menangis di depan Televisi - Putu Oka Sukanta hal. 43
Lek Kuntet - Petra Dipantara hal. 51
Merah Lurus Merah Liku - Yonathan Rahardjo hal. 59
Natal Kelabu - Utji K.F. hal. 71
Patty Tiba - MiRa hal. 81
Perjalanan - Satyaning hal. 93
Sungai yang Memerah - Aguk Irawan MN hal. 105
Tuhan Punya Rencana - Septi Wulandari hal. 113
Yang Mencintai Cinta - A.Kohar Ibrahim hal. 121
CURHAT
Bening Kaca di Bola Mata - Ilham Aidit hal. 131
Cerita untuk Cucu-cucuku - Arira hal. 137
Deritaku - Kesetiakawananku - Utji Kowati Fauzia hal. 147
Forty Years On - Tari hal. 159
Horor Menjelang Subuh, Tragedi '65 - Omie Lubis hal. 161
Kami Bangsa Indonesia - Mawi Ananta Jonie hal. 167
Kisah Bogi, beny dan Wawan - Chiko hal. 171
Kisah Nyata Tragedi 30 September - Hartinah Sareko hal. 179
Kodim, 1966 - Iramani.id hal. 191
Mama tak Pernah Menangis - Svetlana hal. 195
Mengenang Adiku yang sudah Tiada - Mario hal. 199
Mengenang DR. Sophian Walujo - Tom Iljas hal. 205
Namaku Pringgo Seperti Ayahku - Pringgo Widagdo hal. 211
Ortuku Korban Teror Suharto - Fadjar Sitepu hal. 225
Salam Gelisah dari Balik Kemuraman - Madia Patra hal. 233
Sebuah Wajah - Indraningrum hal. 239
ESAI
Membrangus Buku Sastra, Atas Nama 'Keamanan & Ketertiban Umum - Nadir Attar hal 247
Mencari dalang Gerakan 30 September 1965 [Urgensi Rekonstruksi Sejarah Kita] - Eep Saefulloh Fatah hal 253
Mencurigai Tahi Lalat: Apa? Kenapa? - Ferren Bianca hal 271
Penilaian Terhadap masakini Atas dasar pengalamanku Masalampau - Francisca Fanggidaej hal. 285
PUISI
Heri Latief
- Kolam Susu Racun Madu hal. 297
- Kepercayaan terhadap Ilmu Sesat Ide Pembohongan hal. 300
- Kemerdekaan Itu Bukan Kado! hal. 303
Yonathan Rahardjo
- Buru (di Buru) hal. 307
Bayu Abdinegoro (Narcxist)
- Catatan Harian hal. 309
- Mbaca lagi Buku Catatan Sejarah hal. 311
Amarzan Ismail Hamid
- 1971 (1) hal. 315
- 1971 (2) hal. 316
Zeta Roza
- Prahara 1965 hal. 319
Fadjar Sitepu
- Satir Budaya hal. 323
Daniel mahendra
- Surat untuk Maemunah hal. 325
EPILOG
Setelah 40 Tahun, Tuntutan Itu Harus Tetap Dilakukan!
Pramoedya Ananta Toer hal. 331
Salam Sejahtera,
Lembaga Sastra Pembebasan,
Heri Latief, Ratih Miryanti, Pringgo Widagdo
***
Bandung Kamis (Pon) 17 November 2005 Pikiran Rakyat
Anak-anak Korban Pembantaian 1965
Menguak Sejarah, Menuai Harapan
Menguak Sejarah, Menuai Harapan
(FOTO) DARI kiri ke kanan, Ilham Aidit, Satyaning, Ratih
Miryanti, dan Heri Latief dalam acara bincang buku Tragedi Kemanusiaan 1965 2005 di Rumah Malka, Sabtu (12/11)*
...masa berkabungku tak akan pernah berakhir sebelum kuketahui sekitar pembunuhan terhadap bapakku, dan sebelum kutemukan kuburannya dimana aku bisa bersujud untuk mengutarakan tidak saja kesedihanku tetapi juga rasa banggaku menjadi anaknya dan mengucapkan selamat jalan sampai jumpa dalam perjalanan menuju cita-cita bersama...
12 November 2005. Bincang buku di Malka malam itu termasuk istimewa. Bukan apa-apa. Buku yang diperbincangkan adalah Tragedi Kemanusiaan 1965 2005. Sebuah antologi berisi puisi, cerpen, esai dan curhat. Semakin istimewa karena kumpulan tulisan itu merupakan kesaksian anak-anak korban pembantaian 1965. Lebih-lebih beberapa dari mereka hadir di toko buku sastra itu. Mereka datang dari luar maupun dalam negeri.
Hadir empat
pembicara. Heri latief dan Ratih Miryanti, keduanya dari Lembaga Sastra Pembebasan yang berbasis di Belanda sekaligus editor buku itu bersama Daniel Mahendra (Malka). Dua orang lainnya adalah Satyaning yang bermukim di Aachen, Jerman dan Ilham Aidit. Yang disebut belakangan ini tak lain adalah putra D.N. Aidit, Ketua PKI. Menurut Ilham, bangsa ini menanggung beban berat untuk mengingat apa yang tidak pernah terjadi dan melupakan apa yang pernah terjadi. Sejarah yang ada adalah sejarah pemenang katanya.
Toh, secara mengejutkan Ilham mencuatkan gagasan rekonsiliasi. Rekonsiliasi ini bukannya tanpa pengakuan bersalah dan permintaan maáf dari pelaku. Maka, rekonsiliasi bukan sekedar rekonsiliasi semu dan dengan demikian yang kemudian terjadi bukan pemulihan semu.
Satyaning menceritakan ternyata tidak semua korban sepakat mengenai hal ini. Buat saya itu merupakan pengakuan nisbi bahwa luka itu ada ungkapnya. Pringgo,
salah seorang yang menulis kesaksian berjudul Nama Saya Pringgo turut angkat bicara. Ia diprotes bahkan oleh sebagian keluarganya lantaran tulisannya itu. Namun, ia berpendirian rasa sakit justru harus dibuka dan disembuhkan daripada ditutupi.
Maka, buku ini dapat dikatakan merupakan tandingan bagi sejarah sang pemenang. Ini adalah sebuah langkah memaparkan sejarah dari sudut pandang lain. Dilakukan dengan sedikit keberanian demikian kata Satyaningbuku ini ditulis dan menjadi setapak langkah pengharapan. Seperti secercah cahaya yang mampu menembus pekatnya tembok. ***
***
Lembaga SASTRA PEMBEBASAN
Address: Postbus 2063, 7301 DB Apeldoorn Netherlands
E-Mail: [EMAIL PROTECTED]
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65: http://www.progind.net/
E-Mail: [EMAIL PROTECTED]
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65: http://www.progind.net/
Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
Yahoo! Shopping
Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping
JAKER(Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat)
***************************************
sekretariat:
JL.Tebet Timur Dalam IID No.10 Jakarta Selatan 12820 Indonesia
telp/fax: +62218292842
email:<[EMAIL PROTECTED]>
People's Cultural Network
"Semua orang adalah seniman,setiap tempat adalah panggung!"
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "jaker" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

