maaf cross posting

"PP.JAKER" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Date: Sun, 28 May 2006 17:05:12 +0700
From: PP.JAKER <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], milisjaker <[email protected]>
Subject: URGENT:Bantuan Gempa Yogyakarta -Posko Kemanusian Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta

LMND + JAKER berbelasungkawa atas terjadinya bencana alam di Yogyakarta dan Jawa Tengah
yang telah menelan korban jiwa sedikitnya 3000 an orang
Kami menerima bantuan/sumbangan dana untuk disalurkan demi penanggulangan korban di
rek BCA cabang Ahmad Dahlan no. 1697666064 a.n. Adi Purnomo

Bantuan materi :
  1. makanan,
  2. pakaian,
  3. tenda untuk berlindung,
  4. obat-obatan, dll
dapat langsung dikirimkan ke posko induk kami di:
Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta,
Jalan Parangtritis Km. 6.5 Sewon  Bantul Yogyakarta
 
Dian UMY (081578099948, )
Yayan ISI( 085643193671 )
 
Gempa bumi yang mengguncang di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.54 WIB yang mengakibatkan sejumlah korban jiwa sangat mungkin disebabkan oleh aktivitas patahan/sesar aktif di daerah bagian selatan Yogyakarta berarah barat daya-timur.
Tiga seri data dicoba diplot kedalam peta Google Earth. Satu data dari USGS (United States Geological Survey, http://earthquake.usgs.gov/),dan satu seri data dari BMG (badan Meteorologi dan Geofisika http://geof.bmg.go.id/gempaterkini.jsp).serta satu data pusat gempa utama dari EMSC (European-Mediterranean Seismological Centre) .
USGS menduga kekuatan gempa sebesar 6.3 Skala Richter dan sumber gempa tersebut berada di darat di dekat sungai Opak (gambar 1). Kedalaman gempa ini sangat dangkal, diperkirakan hanya 10Km, sehingga efek atau daya rusaknya sangat besar hingga mencapai sekitar 6-7 MMI. Gempa susulan menurut USGS berada sebelah timur laut dari gempa utama.
Hasil perhitungan BMG menunjukkan gempa berada 25 km sebelah selatan Pantai Parangtritis. Kedalaman gempa diperkirakan BMG 33 Km, dengan gempa susulan bergerak kearah timur. Perkiraan dari hasil BMG menunjukkan kemungkinan gempa tersebut adalah akibat subduksi antara Kerak Benua Asia yang bertubrukan dengan Kerak Samodra Australia. Perbedaan pengukuran ini bukan hal aneh karena memang sering terjadi, bahkan juga dengan lembaga pengukur gempa lain yg juga berbeda dengan USGS, misalnya EMSC (European-Mediterranean Seismological Centre) yg menduga pusat gempa berasa diselatan Klaten (lihat gambar 1). EMSC tidak memiliki data gempa susulan utk gempa ini.
Kalau memang dugaan lokasi pusat gempa versi USGS ini benar, maka perlu diperhatikan pergerakan gempa susulan ini sepanjang sesar aktif tersebut. Belum diketahui sepanjang mana sesar aktif ini memanjang ke arah Timur Laut. (lihat Gambar 2)
Dahulu ada peneliti yg akan mengukur pergeseran sesar ini dengan GPS waktu itu (akhir 80an). Tetapi tentunya GPS belum secanggih saat ini. Pergerakan sesar saat itu tidak terdeteksi, karena mungkin keakurasian dan presisi alat GPS yg masih belum sebaik saat ini. Sepertinya tidak ada yg pernah publikasi khusus yang menduga sesar ini akan aktif dengan keaktifan sebesar ini.
Tidak diketahui bagaimana hubungan dengan G Merapi. Kejadian gempa berbeda dengan aktifitas Gunung Api yag akan menunjukkan gejala-gejala sebelum meletus. Misalnya aktifitas kimiawi gas-gas yg keluar, serta gempa-gempa kecil yg dapat dideteksi sebelum benar-benar meletus. Sedangkan gempa merupakan sebuah gejala mendadak akibat "elastic rebound" (proses lentingan) seperti karet yg dilepaskan. Proses gempa dengan mekanisme "elastic rebound" ini akan sangat peka terhadap "trigger-trigger" yang ringan. Getaran-getaran aktifitas Gunung Berapi memang mungkin saja mempengaruhi terjadinya gempa-gempa tektonik yang secara bolak-balik saling mempengaruhi.
Mewaspadai gempa susulan.
Gempa susulan selalu terjadi setelah gempa utama terjadi. Gempa susulan ini masih akan terjadi dalam beberapa hari mendatang. Gempa-gempa susulan ini cenderung berkekuatan lebih kecil, namun lebih membahayakan efeknya. Walaupun kekuatannya kecil, karena kondisi bangunan sebagian besar sudah rapuh, maka goyangan yg kecil akan memberikan daya rusak yg hebat. Masih perlu diwaspadai dalam beberapahari mendatang. Gempa besar di Aceh akhir tahun 2004 lalu masih memberikan gempa susulan hingga beberapa bulan berikutnya dengan kekuatan yg cenderung menurun.
Tidak ada Tsunami.
Dari tiga institusi (USGS, BMG dan EMSC) hanya BMG yg memperkirakan terjadinya pusat gempa di laut. Gempa kali ini diperkirakan oleh USGS berupa gempa akibat pergeseran lateral (mendatar) bukan akibat tumbukan yg mengakibatkan dislokasi vertikal yg sering menyebabkan tsunami. Dengan demikian tidak perlu dikhawatirkan timbulnya tsunami untuk gempa kali ini. Gempa susulannya tidak akan lebih besar dari gempa utama yg sudah terjadi.
 
 


Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min.

SPONSORED LINKS
Regional bgan Regional truck driving jobs Regional truck driving jobs
Indonesia Regional gift basket Regional mortgage


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke