|
Ass.Wr.Wb.
525. Lanjutan Bilangan Bulat dalam Al Quran.
Diperbincangkan dalam Seri 519 itu mengenai 30 buah bilangan
bulat dalam Al Quran. dalam S. Al Muddatstsir, ayat 30 = jumlah jenis bilangan
bulat tersebut dalam Al Quran: 'ALYHA TS'AT 'ASYR, dibaca: 'Alayha- tis'ata
'asyar, artinya: di atasnya 19. Angka 19 ini tidak menunjuk kepada jumlah
substansi tertentu, tidak seperti dengan bilangan bulat yang lain yang menunjuk
jumlah substansi tertentu misalnya angka 12 menunjuk pada jumlah bulan (syahrun,
month). Jadi angka 19 itu terbuka untuk dapat menunjuk jumlah substansi apa saja
dalam Al Quran, misalnya jumlah kata, yaitu 19 buah dalam ke-5 ayat S. Al 'Alaq,
yaitu ayat-ayat yang mula-mula diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Jumlah 19
ayat dalam S. Al 'Alaq, S. Al 'Alaq terletak pada urutan ke-19 dari belakang
dalam Al Quran, jumlah Surah = 114 = 6 X 19, jumlah huruf 19 dalam Bismi Lla-hi
rRahma-ni rRahiym (Basmalah), jumlah Basmalah 114 walaupun S. AtTawbah tidak di
mulai dengan Basmalah, namun pada S. AnNamal ada 2 Basmalah, dst.dst-nya.
Contoh-contoh itu gampang dicari dan gampang dihitung. Angka 19
juga menunjuk pada jumlah bilangan bulat dalam Al Quran. Ini yang makan waktu
melacaknya. Dalam Seri 519 telah ditunjukkan, yaitu: 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 +
8 + 9 + 10 + 11 + 12 + 19 + 20 + 30 + 40 + 50 + 60 + 70 + 80 + 99 + 100 + 200 +
300 + 1000 + 2000 + 3000 + 5000 + 50,000 + 100,000 = 1621146 = 8534 x
19.
*** Namun ada umpan balik dari Malaysia melalui milis
Islamsostek. From: mlar_us in islamsostek wrote: "Assalamualaikum,
Bilangan bulat 309 (Al-Kahfi,18:25) adalah bilangan bulat yang dikehendaki iaitu
pemuda yang tinggal digua selama 309 tahun. Bilangan bulat 950
(Al-Ankabut,29:14) adalah bilangan bulat yang dikehendaki iaitu usia Nabi Nuh.
Oleh itu minta jasa baik HMNA untuk meneliti kenyataan ini samada boleh diterima
atau hujahnya ditolak."
Enak juga kedengaran bahasa Malaysia ini. Maksud
umpan balik dari akhi mlar_us di Malaysia ini, yakni merisaukan mengapa angka
309 dan 950 tidak dimasukkan dalam kumpulan bilangan bulat yang dijumlahkan itu
dalam Seri 519 tersebut. Dan saya telah menjawabnya melalui milis yang sama
Islamsostek. Hemat saya jawaban itu patut pula dibaca oleh pembaca Fajar yang
berminat. Inilah jawaban saya:
Perhatikan gaya redaksional Al Quran dalam
menyebut lamanya pemuda itu dalam gua: tsala-tsa miatin siniyna wazdaaduw
tis'an, tiga ratus tahun bertambah lagi sembilan. Gaya ini menunjukkan bilangan
300 dan 9 masing-masing berdiri sendiri. Lain halnya jika dikatakan tsala-tsa
miatin wa tis'a siniyn, tiga ratus sembilan tahun. Ini merupakan hasil
penjumlahan dua bilangan bulat 300 dengan bilangan bulat 9. Jadi kalau dalam
notasi matematis wajahnya demikian: 300 tahun + 9 tahun = 309 tahun. Bilangan
bulat 309 tersembunyi, baru muncul setelah operasi tambah.
Demikian
pula tentang umur Nabi Nuh AS. Gaya redaksional Al Quran: Alfa sanatin illa-
khamsiyn, seribu kecuali lima puluh. Yang muncul dalam gaya ini adalah bilangan
bulat seribu dan bilangan bulat lima puluh. Bilangan bulat 950 tersembunyi, baru
muncul setelah operasi kurang, yaitu 1000 - 50 = 950. Alhasil, angka 309 dan
950, karena tidak nyata, maka tidak dicantumkan dalam deretan bilangan bulat
yang diperbincangkan.
Ada lagi yang menarik untuk dibahas tentang gaya
redaksional lamanya pemuda itu dalam gua dikatakan tiga ratus tahun dan
bertambah lagi sembilan! Namun ini tdak ada hubungannya dengan angka 19,
melainkan dari segi bilangan tahun sistem syamsiyah dengan sistem
qamariyah. Satu tahun qamariyah ialah bulan (qamar, moon) 12 kali
mengelilingi bumi dari posisi ijtima' (conjuction) ke ijtima' berikutnya. (Yang
disebut ijtima' ialah posisi bumi, bulan dan matahari hampir-hampir dalam satu
garis lurus, atau kalau dilihat dari bumi, matahari dan bulan sama tingginya di
atas ufuk). Ini disebut dengan synodic month, lamanya 29,53059 hari. Jadi satu
tahun qamariyah 12 x 29,53059 = 354,4 hari. Sedangkan satu tahun syamsiyah sudah
umum diketahui 365,2422 hari.
Al Quran menggariskan sistem qamariyah
murni. Inna 'iddatasy syuhu-ri 'indaLla-hitsna- 'asyara syahran (s. attawbah,
36) artinya: sesungguhnya perhitungan bulan disisi Allah adalah 12 bulan (9:36).
Karena Al Quran menggariskan sistem qamariyah murni maka para pemuda yang
ditidurkan Allah dalam gua selama 309 tahun adalah dalam tahun qamariyah. Jadi
lamanya mereka dalam gua yaitu 309 x 354,4 hari = 109540,5 hari. Atau dalam
tahun syamsiyah = 109540,5/365,2422 = 299,9 tahun syamsiyah dibulatkan menjadi
300 tahun syamsiyah. Itulah ma'na tsala-tsa miatin siniyna wazdaaduw tis'an,
tiga ratus tahun bertambah lagi sembilan. Dalam 300 tahun syamsiyah, akan
kelebihan 9 tahun qamariyah.
Kemudian menyusul lagi posting dari
Malaysia: Assalamualaikum. Terimakasih Pak HMNA. Saya tertarik dengan
ulasan mengenai Surah Al-Kahfi,18 ayat 25 iaitu hubungan antara tahun qamariah
dan syamsiah. Bagaimana pula mengenai usia Nabi Nuh dalam Surah Ankabut,29 ayat
14. Ada apa-apa yang boleh dibahaskan ? [Ini saya jawab dengan: Sampai sekarang
saya belum mendapatkan perkara apa yang boleh dibahas perihal umur Nabi Nuh AS.
Boleh jadi tidak ada lagi yang lain, kecuali untuk "menyembunyikan" bilangan 950
tahun tersebut]. WaLlahu a'lamu bishshawab.
*** Makassar, 19 Mei 2002
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
|