Ass.Wr.Wb.
 
DR Mahathir Mohamad:
Dollar AS Akan Segera Ambruk
Reporter: Nurul Qomariyah

detikcom - Jakarta, Mantan Perdana Menteri Malaysia
DR Mahathir Mohamad memperingatkan kepada seluruh
negara di dunia bahwa mata uang dolar AS akan segera
jatuh dalam waktu dekat ini.

Mahathir secara sinis menyampaikan, dolar AS saat ini
mampu bertahan semata-mata karena kekhawatiran akan
terjadinya kerusakan pada perekonomian dunia jika mata
uang ini didepak sebagai mata uang perdagangan
internasional. Untuk itu, Mahathir menyarankan, dalam
perdagangan internasional bisa digunakan emas sebagai
alternatif mata uangnya.

"Namun kehancuran itu akan datang pada suatu hari
karena meski saat ini menjadi salah satu negara dengan
kekuatan yang terbesar, AS tidak dapat membayar
kembali utangnya sebesar US$ 7 triliun. Ketidakpastian
hanyalah mengenai waktu dan bukan apakah dolar AS akan
kolaps atau tidak," tegas Mahathir.

Mahathir menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara
kunci dalam konferensi yang dihadiri 650 chief
executive dari 30 negara di Kota Kinabalu, Malaysia,
seperti dilansir The Star, Selasa (30/3/2005).
Mahathir merupakan penerima Doktor honoris dalam
bidang ekonomi pembangunan.

Dengan mengesampingkan dolar AS yang telah
terdepresiasi hingga 50 persen terhadap Jepang,
Mahathir mengaku pesimis dolar AS akan mampu pulih ke
level terkuatnya. Bahkan, dolar AS justru akan terus
merosot karena pemerintahan AS di bahwa Presiden
George W Bush tidak mempertimbangkan sejumlah langkah
untuk mengatasi membengkaknya defisit.

Mahathir menekankan, dengan menggelembungnya defisit
AS, mata uang dolar AS tidak memiliki dukungan. Namun
demikian, orang masih terus menggunakannya karena
sejumlah orang masih menerima gajinya dalam dolar AS.
"Namun yang akan segera datang adalah saat dimana kita
akan mengalihkannya dari dolar dan kami menyarankan
penggunaan emas untuk perdagangan internasional,"
tegasnya.

Ia menyarankan, jika perusahaan-perusahaan di dunia
tidak ingin mengalami 'perubahan cepat', maka mereka
harus segera mencari alternatif pembayaran dalam mata
uang lain seperti Euro, atapun tetap dalam dolar AS
degnan nilai yang ekuivalen dengan Euro.

Mahathir lebih lanjut usai acara itu menyatakan bahwa
dirinya memberi pandangan pribadi soal dolar itu
setelah melakukan studi atas depresiasi dolar.
"Kecuali Amerika mengganti presidennya dengan yang
lebih bertanggung jawab untuk mengurangi defisitnya,
maka mereka akan memiliki masalah yang serius dengan
mata uang AS," ujarnya. (qom)
******************

Kirim email ke