|
ass wr.wb
dari milis sebelah.
mungkin hanya bank muamalat ( the first ) yang
syariah ?
wallahu alam.
wass.wr.wb
agus r
----- Original
Message -----
From: "Lydia Afrianti, Se" <[EMAIL PROTECTED]> Assalaamu'alaikum wr,wb "Bank Syariah mana yang SYARIAH" Saya sependapat dengan pernyataan Pak Abdullah. Saya pernah survey kebeberapa Bank Syariah dan ternyata kenyataan yang terjadi adalah sistem syariah yang ada di bank tersebut hanya akal-akalan saja dari pemegang kewenangan tertinggi dibank tersebut dan kenyataannya sistem yang berjalan adalah sistem yang dibuat oleh si pemegang kewenangan. Di Bukittinggi, unit syariah salah satu bank pemerintah sedang di due delligent karena 90 % kreditnya macet, disamping itu kebanyakan kredit-kredit bermasalah dari bank tersebut berasal dari unit syariah penyebabnya...sama dengan kasus diatas. Asuransi syariah, setelah saya pelajari ketika saya berencana untuk memindahkan asuransi saya dari sistem konvensional ke sistem syariah, ternyata kenyataan yang dapat saya simpulkan hanya beda istilah aja. Jadi apakah bisa disimpulkan bahwa lembaga keuangan terutama yang ada di Indonesia pasti ada unsur ribanya???? Allahu'alam bishawab. -----Original Message----- From: Abdullah Al-Kautsar [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, April 06, 2005 5:48 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: H-B-E>>> OOT , Bank Syariah .....yang mana ....? AsSalamu'alaykum Wr. Wb. Apa iya bank Syariah itu bebas dari riba ? Coba iseng-iseng tanya ke bank syariah (mana aja) untuk kredit motor atau mobil. Biasanya jenis pembiayaannya adalah murobahah (jual-beli). Konsepnya kira-kira adalah begini, misalnya kita mo kredit motor, bank beli motor yang kita inginkan dari penjual motor dengan harga 10 jt, trus motornya dijual ke kita 12 jt, kita tau dan sepakat kalo bank ambil keuntungan 2 jt, dan kita mbayarnya dicicil selama 1 tahun, jadi sebulan 1 jt. Tapi kalo kita mau nyicil mbayarnya 3 tahun, pasti bank ambil untungnya nggak 2 jt lagi, tapi lebih besar dari 2 jt. Apa bedanya sama riba, karena makin lama nyicilnya, jumlah yang kita bayar makin gede, untungnya bank juga makin gede. Coba iseng liat laporan keuangannya bank syariah, karena sekarang banyak orang mindahin rekeningnya ke bank syariah baik untuk mendepositokan atau menitipkan uangnya aja, sementara kemampuan bank syariah untuk menyalurkan kembali kepada pihak ke-3 dalam bentuk kredit atau pembiayaan masih kurang, maka bank jadi kelebihan duit, atau istilah kerennya kelebihan likuiditas. Oleh bank, kelebihan dana masyarakat yang nggak bisa disalurkan dalam bentuk pembiayaan, biasanya disimpan di Bank Indonesia dalam bentuk Sertifikat Wadiah Bank Indonesia, dan dari Bank Indonesia diberikan "bagi hasil" yang bukan bagi hasil, karena BI bukanlah lembaga profit, yang menghasilkan laba dari operasionalnya. Jadi salah satu pendapatan bank syariah adalah "bagi hasil" tapi bukan bagi hasil, karena bukan berasal dari kegiatan usaha (dalam hal ini dari BI). Rasul SAW pernah berkata, "Akan datang suatu zaman, dimana semua orang akan terlibat dengan riba, walaupun hanya debu-debunya". Jadi saya dukung sekali untuk mulai sekarang jangan terlibat dengan riba, misalnya dimulai dengan beralih ke bank syariah, tapi bank syariah yang mana yang "syariah" ? Salam jihad HALAL FOOD ALWAYS. WasSalamu'alaykum Wr. Wb. Abdullah Al-Kautsar |

