----- Forwarded message from ananda - <[EMAIL PROTECTED]> ----- ada Info terbaru dari palestina, semoga bermanfaat u/ teman2 sekalian.Amnesty International Desak Israel Adili Warganya yang Racuni Warga PalestinaPublikasi: 26/04/2005 08:45 WIB
eramuslim - Organisasi pemantau hak asasi manusia, Amnesty International (AI) menuding Israel gagal menindak secara hukum warganya yang melakukan serangan terhadap warga Palestina dan meracuni sumber kehidupan mereka. AI juga mengutuk makin meningkatnya serangan terhadap penduduk desa Palestina yang dilakukan oleh para pemukim Yahudi dan mendesak pemerintah Israel untuk menyelidiki kasus-kasus kekerasan tersebut. Khususnya kasus yang saat ini sedang mengemuka, dimana para pemukim Yahudi sengaja menyebarkan racun di lapangan rumput tempat warga Palestina setempat menggembala ternaknya. Akibat perbuatan warga Yahudi ini, banyak ternak yang mati dan keracunan sehingga mengancam sumber kehidupan warga Palestina. "Dalam beberapa minggu ini, racun kimia berulangkali disebarkan di lapangan rumput yang terletak di dekat desa Tuwani, Umm Faqara dan Kharuba di sebelah selatan wilayah Hebron," demikian bunyi pernyataan AI menyebut daerah yang terdapat di bagian selatan Tepi Barat. "Sejumlah kambing dan binatang ternak lainnya telah terkontaminasi oleh racun dan beberapa diantaranya mati. Para petani Palestina dipaksa mengkarantinakan ternaknya dan menghentikan penggunaan susu, keju serta daging. Tindakan ini efektif untuk membuat kehidupan mereka makin terpuruk," tegas AI. Lebih lanjut AI mengungkapkan, sejak kasus peracunan ini terungkap pada akhir bulan Maret kemarin, ternyata banyak lapangan rumput lainnya yang terkontaminasi, semuanya wilayah berada di bawah kontrol pihak keamanan Israel. Namun sampai saat ini, otoritas Israel sama sekali belum mengambil tindakan untuk membersihkan racun-racun tersebut dari lapangan rumput dan tidak melakukan penyelidikan apapun menindak pelakunya. Mereka menikmati kekebalan hukum, tulis AI dalam pernyataannya. Juru bicara kepolisian di Tepi Barat, Shlomi Sagi menyatakan sudah melakukan penyelidikan selama sebulan ini sejak kasus pertama terungkap, tapi sampai sekarang belum satupun pelakunya yang ditangkap. Berkaitan dengan kasus tersebut, awal bulan April kemarin, Menteri Pertanian Palestina di Hebron , Muhammad Uanam mengungkapkan, 82 ternak dinyatakan keracunan dan 20 di antaranya mati. Test yang dilakukan menunjukkan bahwa racun yang digunakan adalah fluoroacetamide, sejenis bahan kimia yang sangat beracun. Racun ini dulunya digunakan sebagai racun tikus dan dikatagorikan sebagai jenis racun pestisida yang berbahaya. (ln/aljazeera) -------------------------------------------------------------- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com

