mengapa tidak ? jika teduh, pedagang mungkin akan mencari inovasi produk
baru yang akan dijual ( karena jam tayang-- baca jam dagang -- agak lama )
dan pembeli juga betah untuk melihat-lihat secara teliti tiap stand, karena
saya melihat mereka karena panas hanya melihat sekilas, mencari yang benar
mereka perlukan. dan tidak menutup kemungkinan bila teduh, mereka yang tetap
berbelanja ke pemda akan mencoba mampir ke pasar ahad, karena tidak panas
( tidak perlu payung segala untuk turun dari motor/mobil ). okay, pak. saya
bisa membaca hal -hal ini karena saya bergerak dari rumah ke kantor melalui
KRL, jadi  bisa melihat keadaan / situasi pasar/ ruko stasiun apalagi kalau
mau seperti stasiun pasar minggu yang semi permanen ( walau mengganggu
jalan ) .
wass.



----- Original Message -----
From: "A. Yahya Sjarifuddin" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, May 17, 2005 9:46 AM
Subject: Re: [Ar-Royyan-1460] 10 (sepuluh) Kesalahpahaman tentang Sukses


> agus rasidi [On Tue May 17, 2005 at 09:20:46AM +0700] wrote:
>
> > demikian penjelasan dari saya, mudah-mudahan menjadi jelas adanya. jika
> > kurang jelas, harap ditanyakan via milis ini.
> > wass.wr.wb
>
> Pak,
> Apakah systemnya mau buka tutup? Jadi nggak permanen.
> Jadi sabtu malam dipasang, minggu sore dilepas?
>
> --
> Salam,
> A. Yahya Sjarifuddin
>
> --------------------------------------------------------------
> Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
> Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com
>
>


--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com


Kirim email ke