Ass.Wr.Wb.
 
Saya mohon maaf sebelumnya kalau saya komentar lagi soal ini mulai dari stand KUB sendiri maupun peserta lainnya.
 
Ahad kemarin peserta yang ikut adalah 15 stand dari sebelumnya yang jumlah stand paling banyak sekitar 21 stand. Yang tidak ikut yang saya tahu adalah Isteri saya+Ibu Elly (satu stand) karena ikut acara Maulud di Kelurahan dan yang kedua, Pak Epjiridani yang juga karena berhalangan, ketiga Pak Sulis, saya nggak tahu alasannya. Untuk isteri saya+bu Elly dan Pak Epji bukan karena kurang/tidak laku sebagai alasan tapi lebih alasan di atas.
 
Saya agak "kurang sabar" dengan pengorganisasian kegiatan yang sekarang ini dan saya berpikir untuk menggilirkan koordinatornya ke yang baru. Kenapa? Ahad kemarin P.Bowo nggak nongol termasuk di malam Ahadnya, padahal kita harus cepat ambil suatu keputusan menyangkut ke depannya dengan melihat keadaan yang ada :
 
- kenapa beberapa stand mundur?
- kenapa pengunjung berkurang?
- bagaimana status pendaftar yang lalu-lalu, apa alasan mereka tidak buka?
- apa yang diharap dari Ar-Royyan?
- dst. dst.
 
Mestinya, hemat saya, ada semacam evaluasi dan langkah-langkah pro aktif untuk menggairahkan dan respek kepada para peserta stand, lebih-lebih kepada para pengunjung dan pembeli. Komunikasi atas informasi ini yang tidak saya peroleh.
 
Saya tidak bisa meminta tolong lebih kepada P.Jasman, P.Udin dan P.Inal yang telah secara konsisten membantu KUB dari pengadaan barang sampai menjaga stand. Dan, barangkali, maaf, saya mengharap Pak Agus terlibat lebih jauh mengenai pengorganisasiannya. Karena kebiasaan kita, yang memunculkan ide HARUS juga menjadi orang yang paling depan!
Jangan khawatir bahwa Pak Amirpun cukup prihatin dengan keadaan yang ada, tapi kita tidak bisa cuma ber-prihatin ria semata! Kita punya cukup banyak kawan untuk saling berbagi kerja jika kita mau sisihkan waktu kita.
 
Saya sudah usulkan untuk buat Senam Pagi pimpinan Pak Made dan berjalan, saya sudah minta tolong tukang koran untuk sisipkan brosur yang Pak Lana buat sebanyak 100 lembar dan minggu ini akan saya minta Pak Lana buat 150 lembar lagi brosur, 100 lbr tukang koran depan, 50 lbr tukang koran keliling, saya sudah buat edaran ke warga untuk ikut Senam Pagi agar ngeramein Pasar Ahad dsb. dsb. --- Maaf sekali bukan untuk ria, tapi sekali lagi kita biasakan budaya kerja bersama dikedepankan lah! Antara lain yang belum : pemindahan spanduk di pintu depan BDB!!
 
Orang Jawa bilang : EMAN-EMAN (=sayang) kalau posisi strategis Ar-Royyan ini tidak dikembangkan. Tinggal kita pikir dan organisasikan langkah-langkah apa yang bisa kita perbuat dan kerjakan bersama. Kendala di mana-mana selalu ada di kantor sekalipun misalnya. Dan, sejak awal Pak Amir sudah memikirkan jangan sampai kita-kita ini "ngobor-mblarak". Pernah menyalakan seikat daun kelapa kering? Sekali terbakar, teraaaaang bukan main tapi cuma beberapa saat padam. Ini yang Pak Amir khawatirkan, dan usahakan jangan sampai ini terjadi.
 
Sekali lagi mohon maaf jika tidak berkenan dan kita perlu banyak lagi sisihkan waktu kita di jalan Allah.
 
Wassalam / Jaerony.-


Yahoo! Mail Mobile
Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone.

Kirim email ke