|
Ass.Wr.Wb.
Kalau kita baca tarikh, maka para Nabi terdahulu
dan juga Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya adalah benar-benar pembela
orang kecil dan dhuafa. Pada jaman sekarang, SIAPAKAH PEMBELA RAKYAT KECIL DAN
DHUAFA? Marilah pertanyaan ini kita ulang-ulang untuk diri kita sendiri :
seberapa besar kepedulian kita untuk pembelaan ini?
Wass / Jaerony.-
*******************************
Media Indonesia, 13 September
2005
KEJAHATAN ORANG KECIL
Pemberantasan korupsi gencar
dilaksanakan, dan bahwa sekarang ini dipimpin langsung oleh Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono. Sudah banyak pejabat, termasuk anggota DPRD, yang masuk bui
karena korupsi.
Tetapi, peta kejahatan tidak terlalu
banyak berubah. Sejak dulu sampai sekarang yang paling mudah menjadi dan
dijadikan penjahat adalah orang-orang kecil.
Contoh paling mutakhir adalah
terbongkarnya pencurian dan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) oleh aparatur
Pertamina yang merugikan negara sekitar Rp 8,8 triliun per tahun. Presiden dan
Dirut Pertamina Widya Purnama adu ketangkasan dalam menemukan penjahatnya. Dalam
hitungan jam, sudah terbongkar pelaku yang melibatkan jaringan luar negeri dan
maskapai pelayaran asing. Tetapi, publik kecewa karena penjahat yang ditangkap
dari kejahatan triliunan rupiah itu hanyalah para pegawai kecil di kilang
Balikpapan.
Mungkinkah pencurian Rp 8,8 triliun
hanya dilakukan pegawai kecil? Akal sehat mengatakan tidak mungkin.
Penyelundupan dengan jumlah sebesar itu dan berlangsung lama, pasti sebuah
kejahatan struktural. Bila tidak, bagaimana pegawai rendahan itu bisa berkelit
dari pengawasan?
Watak pemberantasan korupsi di negeri
ini masih seperti yang dulu. Mudah sekali menangkap penjahat kecil atau
orang-orang kecil yang dikorbankan sebagai penjahat. Untuk penjahat kelas kakap
terdapat argumen sistemik yang melindungi. Baik melalui kata oknum, pelanggaran
administratif, maupun kecekatan-kecekatan hukum lainnya.
Pendek kata, di negeri ini sedang
terjadi elitisme penjahat. Maling ayam ditendang keluar dari mobil tahanan ke
ruang pengadilan, maling besar dipayungi ketika memasuki mobil
tahanan.
Banyak kasus besar yang tenggelam
begitu saja atau sengaja ditenggelamkan, karena menyangkut orang-orang penting.
Ada orang atau lembaga tertentu yang dianggap tidak boleh menjadi atau dijadikan
penjahat.
Aneh, negeri ini masuk dalam ranking
atas di dunia sebagai negara terkorup, tetapi tidak ada penjahat kakap. Kalau
ranking korupsi di Indonesia tertinggi di dunia dan semua penjahatnya orang
kecil berarti ada kejahatan sistemik.
Sebuah kejahatan sistemik hanya
berjalan kalau ada kaitan horizontal dan vertikal. Jadi adalah tidak masuk akal
di era pemberantasan korupsi yang mulai galak, pegawai kecil Pertamina nekat
menyelundupkan BBM senilai Rp 8,8 triliun per tahun.
*******************
|
[Ar-Royyan-2312] Kejahatan Orang Kecil
IHB Jakarta - Jaeroni Setyadhi Mon, 12 Sep 2005 19:23:58 -0700

