Konsultasi Kesehatan

29.09.2005
Berpuasa Itu ... Sehat Lho!

PKPU Online Dr. Amir Zuhdi
General Manajer Klinik Peduli PKPU Pusat

14 abad tahun silam, Rasulullah SAW mengatakan dengan berpuasa badan kita akan sehat. Namun sayangnya dalam beberapa dekade, masih ada manusia yang meragukan kevalidan penggalan hadist tersebut, bahkan tak sedikit yang tak setuju.

Prof Muazzam dan Prof Khaleque (Washinton Hospithal) dalam penelitian terhadap 298 orang muslim yang sedang berpuasa. Hasil penelitiannya dilaporkan dalam Majalah Jurnal Kedokteran "Journal Of Tropical Medicine 1959" berbunyi "orang yang berpuasa dalam bulan ramadhan terbukti tidak ada perubahan kadar unsur kimia dalam darah, yang berarti". Dalam penelitiannya, menjelang maghrib ditemukan penurunan gula darah tetapi hanya sedikit dan langsung normal kembali sesudah berbuka puasa. Inipun terjadi dalam tiga hari pertama, sesudah itu semua dalam keadaan seimbang. Demikian pula tahun 1968, dr Chassain dan dr Hubert melaporkan penelitian yang sama dan dimuat dalam Journal of Physiology.

Menahan niat dan kemauan (nafsu) yang terus menggelora merupakan bagian yang paling penting dalam menjalani Ibadah Puasa. Dalam diri kita, sebagian penyakit yang muncul akibat dari tidak terkontrolnya kemauan (nafsu) kita yang selalu ingin menikmati makanan yang enak terus. Akibatnya, muncul berbagai macam penyakit seperti darah tinggi, jantung, penyakit DM, kadar asam urat dan kolesterol meningkat dengan tajam.

Niat serta kemauan menahan nafsu, rasa marah, rasa tidak sabar, atau rasa sakit hati ketika sedang berpuasa, akan mencegah terjadinya peningkatan kadar hormone yang dihasilkan oleh kelenjar anak ginjal di bagian tengah yakni hormone katekholamin, dan dapat memacu denyut jantung, menegangkan otot-otot, dan menaikkan tekanan darah, sehingga terjadi penyakit darah tinggi dan cepat mengalami proses ketuaan. Sementara kemarahan dan ketidaksabaran juga akan merangsang hormone Kortisol yang terletak dibagian pinggir kelenjar anak ginjal yang akan menurunkan daya imunitas tubuh sehingga kita mudah terserang penyakit.

Sisi yang lain, saat berpuasa (14 jam) tubuh mengalami detoksifikasi (pencucian racun) secara alami. Saat 14 jam perut kita kosong, organ hati dan limpa memulai pembersihan diri dengan mengaktifkan suatu zat untuk mengeluarkan racun-racunnya. Kekuatan pembuangan racun-racun tersebut sampai 10 kali dari biasanya, sehingga tubuh kita benar-benar bisa segar bugar, tampak berseri-seri dan kadar imunitas kita semakin meningkat.

Ini dibuktikan oleh dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin asal Amerika (Prof Robert Partolo Md ), menyepakati bahwa tradisi mengosongkan perut dan menahan hawa nafsu yang berasal dari ajaran Islam, ternyata setelah diterapkan kepada pasien-pasienya merupakan terapi mujarab dalam memberantas bakteri shipilis yang terkandung di dalam tubuh pasiennya. Dengan berpuasa, imunitas tubuh pasien akan meningkat dan memudahkan untuk membunuh bakteri shipilis yang berada di tubuh pasiennya.

Begitu pula dokter lain, Bernard Mackpadan, yang juga pakar biologi berkebangsaan Amerika. Dalam khsanah ilmu kedokteran Islam, ahli kesehatan dunia islam dokter Ibnu Sina (980-1037 M), menerapkan konsep yang mengharuskan setiap pasien yang datang kepadanya untuk berpuasa selama tiga minggu, untuk membantu terapinya.

Menjaga Kebugaran Dalam Berpuasa.
Kerpuasa berpuasa, bahan makanan yang masuk (intake) berbeda dengan energi yang dikeluarkan (outtake) selama beraktivitas. Itu sebabnya, selama menjalankan ibadah puasa, kesehatan pun harus dijaga. Untuk itu, perlu diperhatikan pengaturan makan dan minum pada saat sahur atau berbuka puasa, agar tubuh tetap segar dan bugar sepanjang hari selama berpuasa.

Pada saat berpuasa bahan makanan penghasil energi utama seperti karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan protein yang masuk ke tubuh kita tidaklah sebanyak hari-hari biasa. Untuk itu ada kiat-kiat khusus agar tubuh tetap segar dan fit selama berpuasa, sebagai berikut :

Pertama, jangan lupa selalu mengkonsumsi makanan bergizi baik pada saat sahur atau berbuka puasa. Walau menu sederhana, yang penting mengandung lima unsur gizi lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.

Kedua, upayakan untuk mencegah dehidrasi tubuh dengan banyak minum air putih pada malam hari. Hal ini penting dilakukan, karena pada siang hari aktivitas kita cenderung banyak mengeluarkan keringat baik di ruangan terbuka atau ber-AC.

Ketiga, pada saat berbuka, awali buka puasa Anda dengan makanan atau minuman hangat dan manis seperti kolak, setup, ataupun minuman manis lainnya. Tapi ingat, jangan mengkonsumsi minuman yang mengandung soda, karena dapat menimbulkan akibat buruk bagi perut Anda.

Keempat, jangan langsung minum air dingin atau es, biasakanlah berbuka dengan minuman yang hangat. Bila dengan air dingin/es, perut yang kosong bisa menjadi kembung, karena asam lambung dalam tubuh kita akan terbentuk semakin banyak.

Kelima, beristirahatlah kurang lebih 1 Jam sebelum menyantap hidangan berbuka yang telah tersedia. Tujuannya untuk memberikan keseimbangan terlebih dahulu pada pencernaan kita. Ingat, jangan mengkonsumsi makanan berlebihan dan makan asinan.

Keenam, berbuka puasa hendaknya dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru agar lambung tidak "kaget". Dengan demikian kerja lambung tidak terlampau berat. Untuk meringankan kerja pencernaan, kunyah makanan dengan baik.

Ketujuh, agar Anda mampu menahan rasa lapar, perbanyaklah mengkonsumsi jenis makanan berserat yang banyak terdapat dalam sayur dan buah. Tubuh kita memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan yang banyak mengandung serat.

Kedelapan, selain memperbanyak makanan berserat dan makanan yang mengandung protein, sebaiknya Anda juga menyediakan jenis makanan yang mengandung vitamin dan mineral serta makanan tambahan agar tubuh tetap segar bugar sepanjang hari.

Kesembilan, vitamin yang penting dikonsumsi setiap hari adalah vitamin A, B, dan C. Tapi kalau Anda sudah makan buah berwarna kuning atau merah, sayur berwarna hijau tua, kacang-kacangan, maka tak perlu khawatir kekurangan vitamin tersebut.

Kesepuluh, bagi penderita sakit lambung makanan yang sebaiknya dihindari adalah ketan, mie, daging berlemak, ikan dan daging yang diawetkan, sayuran mentah, sayuran berserat, minuman yang mengandung soda, dan bumbu yang tajam (cuka, cabai, asam). Jenis makanan tersebut bisa menimbulkan gas yang berpengaruh meningkatkan produksi asam lambung.

Kesebelas, bagi mereka yang berat badannya melebihi berat badan ideal, sebaiknya selama berpuasa pun tetap menghindari makanan yang tinggi kolesterolnya, misalnya lemak hewan, margarin, mentega. Selain itu, sebaiknya Anda menghindari makanan yang manis-manis, seperti dodol, sirup, cokelat, kue tar, es krim. "Selain lebih banyak mengkonsumsi sayur, buah, dan daging tanpa lemak, pengolahan makanannya pun sebaiknya jangan digoreng."

Keduabelas, sedang bagi mereka yang terlalu kurus, selama berpuasa sebaiknya menambah porsi susunya dan menghindari makanan yang sulit dicerna seperti sayuran berserat kasar (daun singkong, daun pepaya).

Ketigabelas, bagi mereka yang berusia lanjut, aturlah pola makan saat berbuka puasa juga secara bertahap. Makanlah jumlah yang lebih sedikit, namun dilakukan beberapa kali.

Kirimkan Pertanyaan/Masalah: Kesehatan Anda dan Keluarga Via SMS atau kontak langsung ke No. Hp. 081584854440

http://www.pkpu.or.id/kkesehatan.php?id=1

Kirim email ke