Ass.Wr.Wb.
Sependapat dengan P.Agus di bawah ini, pagi ini saya ngantor jalan kaki dari
rumah lewat Gelonggong dan sengaja saya hitung berapa waktu yang dihabiskan.
Ternyata, total waktunya kurang-lebih 20 menit. Berkeringat dan segerrrr!

Trus, naiknya KRL-Ekonomi, wuuuiiihhhh padatnya, ini lantaran KS ngumumin
KRL berikutnya bakal ada 45 menit lagi lantaran pas jadualnya (15 menit
kemudian = jam 07:20) ada kerusakan dan dibatalkan pemberangkatannya.

Kelihatannya bisa dibiasakan untuk menghindari terlalu memanjakan diri yang
berakibat stroke, diabetes, jantung dsb. dsb. dsb.

Wass / Jaerony.-

----- Original Message -----
From: "agus rasidi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "royyan" <[email protected]>
Sent: Tuesday, October 04, 2005 8:01 AM
Subject: [Ar-Royyan-2484] Mengurangi Pengeluaran akibat Kenaikan harga BBM
..


> aSS.WR.WB
> Tulisan dibawah ini sedikit menyindir saya, dimana sekarang saya ke kantor
> menggunakan sistem 'SKJ' ( bukan Senam Kesegaran Jasmani ) tetapi Sepeda
> Kereta Jalan. Dari rumah ke stasiun naik sepeda ( titip di tempat
> penitipan ), kemudian naik KRL EKONOMI dgn abunemen tentunya, trus
terakhir
> dari stasiun Kota/Bandan ke kantor dengan jalan kaki. Alhamdulillah sehat
> wal afiat dan insya Alloh terhindar dari STROKE.
> wASS. WR.WB
>
> aGUS rASYIDI
>
> ----- Original Message -----
> From: "Duta Hario" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Monday, October 03, 2005 1:18 PM
>
> Menyesal sekali tidak sempat melihat lanjutan demo2 dan protes BBM
> dalam skala besar  shg pemerintah tidak mendapatkan masukkan mengenai
> makna demo, kalangan'kelompok mana yg demo dlsb... karena adanya
> kasus bom Bali yg memecah perhatian kita dan juga media masa menjadi
> lebih banyak tercurah kesana .. Memang benar, ada saja sebagian
> masyarakat yg me-reka2 atau ngarang2 dg analisa tanpa dasar yg kuat
> seolah pemerintah mengalihkan perhatian...Karena dg kasus bom ini
> saja sebenarnya sdh sangat mencoreng dan mempermalukan pemerintah RI
> di mata dunia yg akan menganggap RI tidak mampu mencegah insiden
> tersebut...
>
> Pemerintah pasti tidak setolol itu hrs mengalihkan perhatian dg cara
> konyol...,mengorbankan citra bangsa dan negara dong..
>
> Kembali pada kenaikan BBM dan barang2 kebutuhan,...terus bgmana
> solusi sederhana mengatasi kenaikan harga BBM dan harga2 bahan
> makanan dsb yg bisa kita amati dan cermati sekarang ini? Nampaknya
> mulai tercermin dari perubahan kebiasaan dg memutar otak :
>
> - Masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah mulai belajar
> mengurangi pengeluaran...saya liat pak tua tetangga yg sebelumnya
> biasa pagi2 buta pergi naik motor buat belanja harian, entah apa.. eh
> sekarang ternyata pergi naik sepeda simpanannya.. Good!! hemat BBM
> dan ini toh bukan masalah gengsi buat mereka tdk naik motor..:-)
>
> - Ada penjual makanan keliling yang menjual makanan dg harga yg masih
> belum naik, tetapi dia ternyata mengubah porsi atau size makanannya
> menjadi sekitar 80-85 % ..lumayan gak rugi lagi.. :)
>
> - Uniknya lagi, ada seorang tetangga yg biasanya pagi2 memanaskan 2
> mobilnya sambil mencuci mobil koq merubah kebiasaan ... Tadi pagi
> mobilnya enggak kedengaran dipanasin dan saya perhatikan malah
> kemaren motornya mulai lebih sering beroperasi, entah kemana ..
>
> - Saya bahkan agak jarang lagi mendengar deruman mobil atau motor
> anak2 ABG yg biasa seliweran... entah kenapa, mungkin orang tuanya
> berhasil ngerem pengeluaran buat anaknya atau apa... walaupun
> sesekali masih ada juga yg berkeliaran... bahkan ada seseorang yg
> biasa naik angkutan ke tempat kerjanya yg berjarak 7 km nekat jalan
> kaki pagi2... ya tadi pagi ! Mungkin bisa saja pulangnya naik angkot.
> Tapi ini mungkin sekedar contoh bagaimana masyarakat sedemikian rupa
> menekan anggaran belanja hariannya krn kenaikan BBM dan agar gaji yg
> diterima bisa bertahan sampai akhir bulan !!
>
> Tersebut di atas cuma sekedar contoh yg iseng2 saya amati..
> Sebenarnya masih ada beberapa upaya penghematan pengeluaran
> bagi ""penyandang dana terbatas"", seperti :
>
> - mengurangi pemakaian kendaraan tanpa manfaat
> - menggunakan angkot apabila dianggap perlu karena suatu urusan yg
> bermanfaat
> - bagi yg punya mobil, tapi dana tanggung, ada baiknya beralih naik
> motor
> - tidak malu menggunakan sepeda
> - tidak malu jalan kaki utk jarak sekitar 5 km
> - memanfaatkan kendaraan seoptimal mungkin (basis volume, semakin
> besar volume yg kita angkut pasti cost per satuan akan turun)...
> contohnya belanja sekalian dalam jumlah besar, tetapi tahan lama
> disimpan..
> - menggunakan briket batu bara sbg bahan bakar masak ... tapi dimana
> belinya ya ?? atau menggunakan arang spt dilakukan orang yogya saat
> terjadi kelanggkaan BBM
> - mengurangi belanja makanan & lauk pauk sampai batasan tertentu,
> namun tetap bergizi dan menambahkan makanan pengganti selain beras
> (yg lbh murah)
> - bagi usaha kecil, dapat berpikir sederhana dg menerapkan harga
> lebih murah berbasis volume jika barang2 jualannya laris .. semakin
> besar volume yg dijual semakin besar keuntungan yg diperoleh
> dibanding volume tetap tetapi harga jual kurang bersaing atau jarang
> laku ...
>
> Wah masih banyak kayaknya ... sekian dulu deh
>
> Salam
>
>
>
>
> --------------------------------------------------------------
> Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
> Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com
>
>


--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com


Kirim email ke