Lha iya, wong nggak "bercampur" suami isteri kok dikatakan meneladani sifat Allah lantaran Allah nggak punya pasangan. Yang harus diteladani itu Nabi bukan Allah. Ini sesat namanya!
Kalau ini dibiarkan nanti orang-orang pada nggak nikah lho! Wong kalo memungkinkan kita HARUS berpoligami kok. Ngaco namanya! Wass / Jaerony.- ----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Saturday, October 08, 2005 2:07 PM Subject: Re: [Ar-Royyan-2528] Special Ramadhan: Meneladani Sifat Allah > > > > > > Ini sih rada aneh. Tujuan puasa adalah supaya orang menjadi > bertakwa, artinya menjalankan segala perintah Allah diantaranya > menjalankan rukun Islam , menegakkan keadailan berdasarkan > syariat Islam, mejalankan jihad dll. Model pemikiran di bawah ini > cuman menjadikan orang Islam menjadi bahamn permainan > orang kafir. > Wassalam > Djarot > > > > "agus rasidi" > <[EMAIL PROTECTED] To: "royyan" <[email protected]> > a.co.id> cc: > Subject: [Ar-Royyan-2528] Special Ramadhan: Meneladani Sifat Allah > 10/07/2005 10:06 > AM > Please respond > to jamaah > > > > > Rabu, 05 Oktober 2005 > > Meneladani Sifat Allah > > Oleh : M Quraish Shihab > > > Puasa adalah ibadah yang bermula dengan tidak makan, > tidak minum, dan tidak bercampur dengan pasangan sejak > terbit fajar hingga terbenam matahari. Dengan tidak > makan dan tidak minum, seorang Muslim yang berpuasa > meneladani Allah SWT yang tidak makan dan tidak minum, > bahkan ini akan lebih sempurna jika yang berpuasa itu > memberi makan. Alquran memperkenalkan Allah SWT antara > lain sebagai 'Pencipta langit dan bumi, memberi makan > dan tidak diberi makan'. (QS Al An'am:14). > > Dengan tidak melakukan hubungan suami-istri, Muslim > yang berpuasa juga meneladani Allah SWT. Dalam Surat > Al An'am ayat 101 dinyatakan bahwa ''(Dia) tidak > memiliki anak. Bagaimana Dia memiliki anak padahal Dia > tidak memiliki teman (pasangan).'' Itu semua dilakukan > oleh seorang Muslim sesuai kemampuannya yang > ditentukan Allah SWT --yang dalam konteks berpuasa > sebulan penuh-- dari terbit fajar sampai terbenam > matahari. > > Kendati hanya kedua sifat yang digarisbawahi oleh > ketetapan hukum puasa, namun berpuasa seharusnya > berakhir dengan tecerminnya semua sifat Allah SWT > --kecuali sifat Ketuhanan-Nya-- dalam kepribadian > seseorang. Berpuasa pada akhirnya adalah upaya > meneladani sifat-sifat Allah SWT sesuai dengan > kemampuan manusia sebagai makhluk. > > Dengan sifat-Nya Ar-Rahman (Pelimpah kasih bagi > seluruh makhluk dalam kehidupan dunia ini), orang yang > berpuasa melatih diri untuk memberi kasih kepada semua > makhluk tanpa kecuali. Dengan sifat-Nya Ar-Rahim > (Pelimpah rahmat di hari kemudian), orang yang > berpuasa memberi kasih kepada saudara seiman, seraya > meyakini bahwa tiada kebahagiaan kecuali bila > rahmat-Nya yang di hari akhir itu dapat diraih. Dengan > sifat-Nya Al-Quddus (Maha Suci), orang yang berpuasa > menyucikan diri secara lahir dan batin serta > mengembangkan diri, sehingga selalu berpenampilan > indah, baik, dan benar. Dengan meneladani sifat-Nya > Al-'Afw (Maha Pemaaf), orang yang berpuasa akan selalu > bersedia memberi maaf dan menghapus bekas-bekas luka > hatinya. Sedangkan dengan meneladani sifat-Nya > Al-Karim (Yang Maha Pemurah), seseorang akan menjadi > sangat dermawan. > > Dengan meneladani Allah yang bersifat Mahaadil, yang > berpuasa hendaknya menegakkan keadilan terhadap > dirinya sendiri. Yakni meletakkan syahwat dan > amarahnya sebagai tawanan yang harus mengikuti > perintah akal dan agama, bukan menjadikannya tuan yang > mengendalikan akal dan tuntunan agama. Karena jika > demikian, ia tidak berlaku adil, yakni tidak > menempatkan sesuatu pada tempatnya yang wajar. > > Dalam meneladani sifat Allah Yang Maha Mengetahui > seorang Muslim senantiasa berupaya menambah ilmunya. > Ia dituntut agar dapat menggunakan secara maksimal > seluruh potensi yang dianugerahkan Allah kepadanya. > Panca indera, akal, dan kalbu, dipakai untuk meraih > sebanyak mungkin ilmu yang bermanfaat. Demikian > seterusnya upaya meneladani sifat-sifat Allah dan > demikian pula seorang Muslim berpuasa, sehingga meraih > pengampunan Ilahi dan surga-Nya. Semoga kita berhasil. > Wa Allah A'lam. > > > > -------------------------------------------------------------- > Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 > Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com > > > > > > > -------------------------------------------------------------- > Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 > Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com > > -------------------------------------------------------------- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com

