----- Original Message -----
Sent: Thursday, October 13, 2005 2:32
AM
Subject: [Ar-Royyan-2582] Kenaikan Tarif
KA Ekspres Ditunda
Ass.Wr.Wb.
Buat jamaah yang belum mengetahui, just for your
info ...
Wass / Jaerony.-
----- Original Message -----
INFO seputar kenaikan KRL
Exp
2005-10-13 13:48:00
Kenaikan Tarif KA Ekspres Ditunda
Anton Aliabbas - detikcom
Jakarta - PT Kereta
Api akhirnya menunda implementasi kenaikan tarif kereta ekspres yang
seyogyanya berlaku Kamis (13/10/2005). Kenaikan tarif akan dilakukan setelah
ada kenaikan jumlah penumpang.
Hal itu disampaikan Kepala Divisi
Angkutan Jabodetabek PT KA Rachmadi kepada detikcom di
Stasiun Juanda, Jalan Juanda, Jakarta.
Semula hari ini PT KA akan
menerapkan tarif baru KA ekspres Bogor-Kota dari Rp 10.000 menjadi Rp 13.000,
Depok-Kota, Bekasi-Kota, Tangerang-Kota dan Serpong-Kota dari masing-masing Rp
7.500 menjadi Rp 10.000.
"Kita menunda penerapan keputusan itu.
Pertama, karena beberapa jalur ekspres masih perlu peningkatan jumlah
penumpang dan kedua, sosialisasinya pendek," ungkap Rachmadi.
Apalagi,
lanjut dia, kenaikan tarif tersebut terkesan mendadak. Sebab keputusannya baru
ditetapkan pada 7 Oktober, diumumkan pada 9 Oktober, dan diterapkan pada 13
Oktober.
Selain itu sudah ada keluhan dari masyarakat mengenai
melonjaknya dana yang harus dikeluarkan untuk transportasi. PT KA juga
berencana akan melakukan pembenahan dalam hal servis yang dirasa kurang
maksimal.
Awal November
Dengan beberapa alasan tersebut,
PT KA menilai idealnya kenaikan tarif dilakukan di awal bulan, sehingga
masyarakat dapat mengalokasikan dananya yang pas-pasan untuk angkutan massal
itu.
Meski demikian, kenaikan pada awal November ini akan dilakukan
secara bertahap, tidak sekaligus. Untuk tarif kereta ekspres Jakarta-Bogor
tarif yang diberlakukan menjadi Rp 11.000, Depok-Kota menjadi Rp 9.000,
Bekasi-Kota menjadi Rp 9.000, Tangerang-Kota tetap Rp 7.500, dan Serpong-Kota
Rp 8.000.
Sedangkan kenaikan tarif seperti yang diputuskan pada 7
Oktober akan diberlakukan mulai awal Januari 2006. Namun, apakah kenaikannya
sebesar yang ditetapkan, ia mengaku belum tahu.
"Kita masih akan
melakukan evaluasi pada Desember nanti, apakah hasilnya menggembirakan atau
tidak. Jadi semuanya tergantung di lapangan," katanya.
Selain itu, PT
KA juga masih akan menunggu keputusan PT PLN yang rencananya akan menaikkan
Tarif Dasar Listrik (TDL). PT KA juga akan melihat daya serap kereta terkait
naiknya harga BBM.
Sejauh ini diakui memang sudah terjadi lonjakan
penumpang. Ia mencontohkan lonjakan penumpang sekitar 226 orang pada 1 Oktober
lalu untuk kereta api jurusan Bogor-Tanah Abang.
Dari hasil evaluasi
ternyata orang-orang tersebut adalah penumpang baru, bukan penumpang yang
memang sudah resmi berlangganan. "Jadi kami ingin jumlah penumpang meningkat
dulu, baru tarif dinaikkan," jelasnya.
Peningkatan penumpang juga
diharapkan terjadi di wilayah Tangerang yang tarifnya batal dinaikkan.
Sedangkan tarif KA ekspres Serpong hanya dinaikkan Rp 500 karena servisnya
yang tidak maksimal. "Kami belum bisa menjanjikan kereta tepat waktu,"
katanya.
Selain tarif tiket eceran, PT KA juga berharap tiket bulanan
KA ekspres naik dari sekitar Rp 465 ribu menjadi Rp 500 ribu. Kenaikan juga
diharapkan untuk tiket kelas ekonomi. "Tapi untuk ini kita masih bicarakan
dengan DPR," katanya.
(umi)
www.KRLMania.com -- Peka Penuh Peduli
______________ K R L - M a n i a
____________