.
"Balonku ada 5... rupa-rupa warnanya...
Hijau, kuning, kelabu..
merah muda dan biru...
meletus
balon hijau, dorrrr!!!" ...
Pak
lagunya benar, jadi yg nulis email yg salah. Maaf pak diralat, karena gak enak
sama yg bikin lagu
.he
he
.
-----Original
Message-----
From: IHB
Jakarta - Jaeroni Setyadhi [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Sunday, October 16, 2005 10:58
PM
To:
[email protected]
Subject:
[Ar-Royyan-2604] Kenapa kita cenderung tidak istiqomah?
Ass.Wr.Wb.
Sampai
tadi malam alhamdulillah, shaf shalat tarawih masih
panjang.
Nggak
tahu apakah terus bertahan sampai para jamaah ini pada
dapat
THR dari kantornya?
Eh,
jamaah ini jangan dibaca serius ya.
Pertanyaan di atas
memang akan mengemuka jika nanti shaf shalat
tarawih
berkurang: Kenapa kita cenderung tidak konsisten atawa
istiqomah?
Contoh
lain : para Redaktur Hand-Out Ar-Royyan yang entah kepikir
tugas-kewajibannya
atau nggak membuat artikel untuk
Hand-Out???
Contoh
lainnya lagi : para Pelanggan KUB yang juga menyusut.
Ternyata ... sejak
kecil kita dihadapkan ketidak-istiqomah-an antara
lain
dari lagu anak-anak yang mungkin kita sampai hapal
sampai
sekarang
...
Wassalam /
Jaerony.-
-----
Original Message -----
From:
On Behalf Of L Looho
Subject: lagu
anak2.
Lagu anak-anak yang populer ternyata mengandung kesalahan,
mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi.
Mari kita buktikan
:
1. "Balonku ada 5... rupa-rupa warnanya...
merah,
kuning, kelabu.. merah muda dan biru...
meletus
balon hijau, dorrrr!!!" ...
Perhatikan warna-warna kelima balon tsb. Kenapa tiba-tiba muncul
warna hijau?
Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5!
2. "Aku seorang
kapiten... mempunyai pedang panjang...
kalo berjalan prok..prok..prok... aku seorang
kapiten!"
Perhatikan
di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait kedua dia
cerita tentang sepatunya (inkonsis-tensi). Harusnya dia tetap konsisten,
misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi :
"mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)... kalo berjalan
prok..prok..prok.." nah, itu baru klop!
Jika
ingin cerita tentang pedangnya, harusnya diabernyanyi
: "mempunyai pedang panjang... kalo berjalan ndul..gondal..gandul..
atau srek..srek..srek.." itu baru sesuai dg kondisi pedang
panjangnya!
3.
"Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi..
habis
mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat
tidurku.."
Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan Tempat tidur.
Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam
menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi
seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat
tidur dalam kondisi basah dan telanjang!
4. "Naik-naik ke puncak
gunung.. tinggi.. tinggi sekali.. kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon
cemara.. 2X"
Lagu
ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan
motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang
tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan
yg tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau
ngapain, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju2!
5.
"Naik kereta api tut..tut..tut.. siapa hendak turut ke Bandung..
Surabaya.. bolehlah naik dengan naik percuma..
ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak 'brenti
lama"
Nah,
yg begini ini yg parah! mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa maunya
gratis melulu. Pantesan PJKA rugi terus!
terutama jalur Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya!
6. "Di
pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi..
bersiul2
sepanjang hari dengan tak jemu2..
mengangguk2 sambil bernyanyi tri li..li..li..li..li..li.."
Ini
juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yg
sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit..cuit..!
kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang, bukan
burung!
7. "Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam
minum susu.."
Ini jelas lagu dewasa dan untuk konsumsi anak2! karena yg disebutkan di
atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo anak
kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya
minum susu!
Guru kencing disana, murid kencing disini... Udah dulu ah,
ntar ditambah lagi... (maksa, ya?
biarin!)
He ... he ... he ...
________________________________
www.KRLMania.com -- Peka Penuh
Peduli