Akhlak yang Mulia

 

Akhlak secara bahasa (lughah/etimologi) adalah tabiat, pembawaan atau karakter (Kitab An Nihayah 2/70).  Sedangkan secara istilah atau terminologinya akhlak memiliki beberapa definisi sebagai berikut :

 

·        Imam Ibnul Mubarak mendefinisikan, "Akhlak yang mulia adalah berwajah ceria, memberikan kebaikan dan menahan diri dari gangguan" (Kitab Jami'ul Ulum wal Hikam 1/457)

·        Imam Ahmad bin Hambal mengatakan, "Akhlak mulia itu dengan bersabar atas gangguan manusia, tidak marah dan tidak berlaku kasar kepada mereka" (Kitab Adab Syar'iyah 2/191)

·        Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, "Asas akhlak mulia terhadap sesama manusia adalah engkau menyambung persahabatan terhadap orang yang memutusmu dengan memberi salam, memuliakan, mendoakan kebaikannya, memuji dan mengunjunginya" (Kitab Majmu' Fatawa 10/658)

·        Syaikh Abdurrahman As Sa'di berkata, "Akhlak yang mulia asasnya adalah sabar dan lembut, sehingga menghasilkan sifat pemaaf, berlapang dada, bermanfaat bagi manusia, sabar atas gangguan serta membalas kejelekan dengan kebaikan" (Kitab Ar Riyadhun Nadhirah hal. 68)

 

Rasulullah SAW merupakan manusia yang paling mulia akhlaknya sebagaimana Allah SWT berfirman,

 

"Dan sesungguhnya kamu benar - benar berbudi pekerti yang agung" (QS Al Qalam 4)

 

Suatu ketika dikisahkan seorang sahabat mulia Hakim bin Aflah ra. bertanya kepada Aisyah ra. tentang akhlak Rasulullah SAW, lalu Aisyah ra. menuturkan,

 

"Tidakkah engkau membaca Al Qur'an ? Ketahuilah akhlak beliau adalah Al Qur'an" (HR. Muslim no. 746, Abu Dawud no. 1342 dan Ahmad 6/54)

 

Dan salah satu agenda dakwah Rasulullah SAW di muka bumi ini adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia sebagaimana sabdanya,

 

"Innamaa bu'itstu liutammimal shaalihal akhlaaq" yang artinya "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang shalih" (HR. Ahmad 2/381 dan Hakim 2/613, hadits ini dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Kitab Ash Shahihah)

 

Sehingga dengan demikian akhlak yang mulia menempati kedudukan yang tinggi di dalam Islam dan  sangat berkorelasi dengan keimanan.  Rasulullah SAW bersabda,

 

"Akmalul mu'mini imaanan ahsanuHum akhlaaqan" yang artinya "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya" (HR. Abu Dawud no. 4682, At Tirmidzi no. 1162 dan Ahmad 2/472, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Kitab Ash Shahihah)

 

Berkaitan dengan masalah ini, Imam Ibnul Qayyim juga berkata, "Agama ini seluruhnya akhlak, barangsiapa memperbaiki akhlaknya maka baik pula agamanya" (Kitab Madarijus Salikin 2/320)

 

Pada akhirnya, akhlak mulia yang dimiliki seorang muslim akan membawanya menuju surga yang penuh dengan kebaikan dan kenikmatan.  Rasulullah SAW pernah ditanya tentang amalan apa yang paling banyak menyebabkan manusia masuk surga maka Rasullah SAW menjawab,

 

"TaqwallaHi wa husnul khuluq" yang artinya "Takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia" (HR. At Tirmidzi no. 2004, Ibnu Majah no. 4246, Ahmad 2/291, Ibnu Hibban no. 476, dan Al Hakim 4/324, dari Abu Hurairah ra., hadits ini dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Kitab Ash Shahihah)

 

Maraji'

Disarikan dari tulisan Ustadz Abu Abdillah Al Atsari, Majalah Al Furqan, Lajnah Da'wah Ma'had Al Furqan, Gresik, Jawa Timur, Edisi Pertama, Tahun Kelima, Sya'ban 1426 H.


Kirim email ke