Saat ini beberapa kelompok munafik mau pun non Muslim
berusaha menanamkan kepercayaan kepada ummat Islam
bahwa semua agama sama benarnya/pluralisme. Setelah
ummat Islam percaya hal itu, maka sebagian non Muslim
mengajak ummat Islam untuk masuk ke agama mereka. Toh
semua agama sama benarnya, jadi tidak masalah jika
pindah agama. Padahal jika mereka benar meyakini itu,
kenapa bukan mereka yang masuk Islam?

Itulah perbuatan orang yang ingin memadamkan agama
Islam.
"Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah
dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak
menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun
orang-orang yang kafir tidak menyukai." [At Taubah:32]

Islam mengakui adanya pluralitas atau keragaman
beragama dengan ayat "Tidak ada paksaan dalam
beragama" [Al Baqarah:256]. Dengan adanya ayat
tersebut, Islam mengakui adanya kebebasan beragama.

Meski demikian, dalam ayat yang sama, Islam menegaskan
bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah.
Islam membedakan mana yang benar dari yang salah.

".sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada
jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar
kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka
sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang
amat kuat yang tidak akan putus. .." [Al Baqarah:256]

Allah menegaskan bahwa agama yang diridhai/diterima
Allah hanya satu, yaitu Islam:

"Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah
hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang
telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang
pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang
ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap
ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat
hisab-Nya." [Ali Imran:19]

Allah sekali-kali tidak akan menerima agama selain
Islam:

"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka
sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)
daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang
yang rugi." [Ali Imron:85]

Sesungguhnya ajaran Islam berasal dari wahyu Allah,
oleh karena itu tak ada pertentangan di dalamnya:

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an?
Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah,
tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di
dalamnya." [An Nisaa:82]

Bandingkan dengan ajaran agama lain yang di satu ayat
memerintahkan ummatnya agar menyembah hanya satu
Tuhan, tapi di ayat lain justru mempersekutukannya.

Islam juga agama yang sesuai dengan fitrah/sifat dasar
manusia:

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama
(Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah
menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada
perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang
lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" [Ar
Ruum:30]

Sebagai contoh, pada dasarnya manusia menyembah hanya
satu Tuhan. Bahkan agama-agama yang menyembah beberapa
oknum Tuhan pun mengakui bahwa Tuhan mereka satu meski
dengan embel-embel terdiri dari beberapa bagian/oknum.
Islam mengajarkan Tauhid yang murni, yaitu KeTuhanan
yang MAHA Esa:

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada
tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah
(saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat
itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah
dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti
kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi
dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang
mendustakan (rasul-rasul)." [An Nahl:36]

Jika agama lain ada embel-embel Tri (tiga) misalnya
Trimurti atau Trinitas (3 oknum Tuhan) dalam Ketuhanan
mereka, maka Islam benar-benar agama monotheist yang
murni atau tauhid tanpa embel-embel sedikitpun.

"Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala
sesuatu.
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".[Al
Ikhlas 1:4]

Dari ayat di atas Islam tidak mengakui adanya lebih
dari 1 oknum Tuhan. Allah tidak beranak dan tidak
diperanakkan. Jika agama lain menganggap Isa sebagai
satu oknum Tuhan, Islam mengatakan bahwa hanya ada
satu Tuhan dan Isa tak lain hanya manusia utusan
Allah:

"Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas
dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap
Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa
putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang
diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya
kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka
berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan
janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga",
berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik
bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha
Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit
dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah
sebagai Pemelihara." [An Nisaa':171]

Sesungguhnya Nabi Isa tak pernah mengaku sebagai
Tuhan:

"Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai `Isa
putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia:
"Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain
Allah?" `Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah
patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku
(mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka
tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui
apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa
yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha
Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib"." [Al
Maa-idah:116]

Isa tidak lain hanyalah hamba Allah yang dijadikan
Nabi:

"Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami
berikan kepadanya ni`mat (kenabian) dan Kami jadikan
dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani
Israil. " [Az Zukhruf:59]

Sesungguhnya Islam adalah agama yang universal berlaku
dari zaman ke zaman dan di segala tempat. Hanya ada
satu Islam dan jangan berpecah-belah:

"Dia telah mensyari`atkan kamu tentang agama apa yang
telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah
Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami
wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu:
Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah
tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama
yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada
agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi
petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali
(kepada-Nya)." [Asy Syuura:13]

Agama Islam adalah agama yang benar di atas segala
agama yang batil:

"Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah
dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak
menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun
orang-orang yang kafir tidak menyukai.
Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa)
petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar untuk
dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun
orang-orang musyrik tidak menyukai." [At Taubah:32-33]

Hanya Islam agama yang bersih dari syirik
(mempersekutukan Tuhan):

"Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih
(dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil
pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak
menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan
kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya".
Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka
tentang apa yang mereka berselisih padanya.
Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang
pendusta dan sangat ingkar."  [Az Zumar:3]

Islam adalah agama yang terakhir:

"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang
laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah
dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu." [Al Ahzab:40]

Islam adalah agama yang telah sempurna dan diridhai
oleh Allah SWT. Karena itu, tidak perlu ada Nabi palsu
atau gadungan atau pun orang-orang munafik yang
merubah-rubah ajaran Islam hanya untuk diselaraskan
dengan hawa nafsu manusia atau keinginan negara Barat
tertentu:

". Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa
untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu
takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari
ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai
Islam itu jadi agama bagimu..." [Al Maa-idah:3]

Itulah aqidah atau kepercayaan Islam yang berlandaskan
firman Allah yang termaktub dalam Al Qur'an. Semoga
kita bisa memahami dan meyakininya dengan sepenuh
hati.

Wassalamu'alaikum wr wb
Tulisan di atas bersumber dari ceramah Prof. Dr.
Mukhtar N dengan beberapa modifikasi dan penambahan.

A.Nizami

--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com


Kirim email ke