http://www.indomedia.com/bpost/012006/12/opini/opini1.htm

Menciptakan Sang Juara Melalui Strategi MI
Oleh : Zahra Chairani MPd

 Tiga tahun belakangan ini, pemerintah giat berupaya melakukan perbaikan
mutu pendidikan. Di antaranya, pada kurikulum yang dikenal dengan Kurikulum
2004 atau Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Meskipun sampai saat ini,
belum memberikan gambaran yang jelas dalam penerapannya.

 Bagi banyak guru, penerapan Kurikulum 2004 ke depan merupakan beban yang
harus dipikul mereka. Di antara ketidaktahuan dan
ketidakmengertiannya --mungkin mengerti sedikit tetapi masih ragu-- ataupun
merasa tahu karena pernah membaca dan mengikuti sosialisasi atau penataran,
mencoba melaksanakannya tapi masih merasa sulit dan enggan melanjutkan.
Mereka melangkah dalam keraguan, mencoba untuk memahami dan melaksanakan
tanpa ada yang bisa memberikan pendapat: apakah yang dilakukannya sudah
benar atau belum atau memang salah sama sekali.

 Oleh karena itu, tidak aneh kalau kurikulum baru ini dipelesetkan menjadi
'Kurikulum Bikin Kebingungan', 'Kurikulum Bikin Kisruh', 'Kurikulum Beban
Kerja', 'Kurikulum Berbasis Keraguan', dan masih banyak lagi istilah yang
semuanya 'mengejek' keberadaan kurikulum baru ini.

 Seorang ahli pendidikan bisa saja memberikan sosialisasi tentang Kurikulum
2004, tetapi sampai pada teknis penerapan di lapangan belum dapat memberikan
gambaran jelas bagi guru untuk menerapkannya. Keraguan itu berjalan sampai
saat ini. Tetapi meski dalam keraguan, pendidikan harus terus berjalan dan
tanpa terasa prestasi demi prestasi diraih tanpa harus mengatakan apakah itu
hasil dari penerapan Kurikulum 2004 atau penggunaan kurikulum yang
terdahulu.

 Dalam keraguan saja kita bisa menghasilkan prestasi, apalagi bila tidak
ragu-ragu. Itu mungkin kalimat yang memberikan motivasi bagi sekolah, untuk
mencoba melangkah dan mencari bentuk inovasi dan kreativitas yang dapat
lebih banyak mengangkat prestasi di sekolahnya.

 Semangat dan memiliki pengetahuan untuk menyalurkannya merupakan hal yang
sangat penting. Bukan hal yang mustahil kalau umumnya guru kita juga punya
keinginan untuk menciptakan sang juara di sekolahnya. Menciptakan input
rendah menjadi berkualitas, mungkinkah? Jawabnya, mengapa tidak.

 Mari kita coba menggali kecerdasan apa saja yang dimiliki murid di
sekolahnya menggunakan strategi yang dapat diyakini, dipahami dan
dilaksanakan tanpa merasa ragu. Tulisan ini, memberikan gagasan dan
pemikiran kepada sekolah dalam upaya menerapkan strategi untuk dapat
menciptakan juara di sekolahnya.

 Konsep MI

 Konsep Multiple Intelegensi (MI), menurut Gardner (1983) dalam bukunya
Frame of Mind: The Theory of Multiple intelegences, ada delapan jenis
kecerdasan yang dimiliki setiap individu yaitu linguistik, matematis-logis,
spasial, kinestetik-jasmani, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan
naturalis. Melalui delapan jenis kecerdasan ini, setiap individu mengakses
informasi yang akan masuk ke dalam dirinya. Karena itu Amstrong (2002)
menyebutkan, kecerdasan tersebut merupakan modalitas untuk melejitkan
kemampuan setiap siswa dan menjadikan mereka sebagai sang juara, karena pada
dasarnya setiap anak cerdas.

 Sebelum menerapkan MI sebagai suatu strategi dalam pengembangan potensi
seseorang, perlu kita kenali atau pahami ciri-ciri yang dimiliki seseorang.

 1. Kecerdasan Linguistik, umumnya memiliki ciri antara lain (a) suka
menulis kreatif, (b) suka mengarang kisah khayal atau menceritakan lelucon,
(c) sangat hafal nama, tempat, tanggal atau hal-hal kecil, (d) membaca di
waktu senggang, (e) mengeja kata dengan tepat dan mudah, (f) suka mengisi
teka-teki silang, (f) menikmati dengan cara mendengarkan, (g) unggul dalam
mata pelajaran bahasa (membaca, menulis dan berkomunikasi).

 2. Kecerdasan Matematika-Logis, cirinya antara lain: (a) menghitung problem
aritmatika dengan cepat di luar kepala, (b) suka mengajukan pertanyaan yang
sifatnya analisis, misalnya mengapa hujan turun?, (c) ahli dalam permainan
catur, halma dsb, (d) mampu menjelaskan masalah secara logis, (d) suka
merancang eksperimen untuk membuktikan sesuatu, (e) menghabiskan waktu
dengan permainan logika seperti teka-teki, berprestasi dalam Matematika dan
IPA.

 3. Kecerdasan Spasial dicirikan antara lain: (a) memberikan gambaran visual
yang jelas ketika menjelaskan sesuatu, (b) mudah membaca peta atau diagram,
(c) menggambar sosok orang atau benda persis aslinya, (d) senang melihat
film, slide, foto, atau karya seni lainnya, (e) sangat menikmati kegiatan
visual, seperti teka-teki atau sejenisnya, (f) suka melamun dan berfantasi,
(g) mencoret-coret di atas kertas atau buku tugas sekolah, (h) lebih
memahamai informasi lewat gambar daripada kata-kata atau uraian, (i)
menonjol dalam mata pelajaran seni.

 4. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani, memiliki ciri: (a) banyak bergerak ketika
duduk atau mendengarkan sesuatu, (b) aktif dalam kegiatan fisik seperti
berenang, bersepeda, hiking atau skateboard, (c) perlu menyentuh sesuatu
yang sedang dipelajarinya, (d) menikmati kegiatan melompat, lari, gulat atau
kegiatan fisik lainnya, (e) memperlihatkan keterampilan dalam bidang
kerajinan tangan seperti mengukir, menjahit, memahat, (f) pandai menirukan
gerakan, kebiasaan atau prilaku orang lain, (g) bereaksi secara fisik
terhadap jawaban masalah yang dihadapinya, (h) suka membongkar berbagai
benda kemudian menyusunnya lagi, (i) berprestasi dalam mata pelajaran
olahraga dan yang bersifat kompetitif.

 5. Kecerdasan Musikal memiliki ciri antara lain: (a) suka memainkan alat
musik di rumah atau di sekolah, (b) mudah mengingat melodi suatu lagu, (c)
lebih bisa belajar dengan iringan musik, (d) bernyanyi atau bersenandung
untuk diri sendiri atau orang lain, (e) mudah mengikuti irama musik, (f)
mempunyai suara bagus untuk bernyanyi, (g) berprestasi bagus dalam mata
pelajaran musik.

 6. Kecerdasan Interpersonal memiliki ciri antara lain: (a) mempunyai banyak
teman, (b) suka bersosialisasi di sekolah atau di lingkungan tempat
tinggalnya, (c) banyak terlibat dalam kegiatan kelompok di luar jam sekolah,
(d) berperan sebagai penengah ketika terjadi konflik antartemannya, (e)
berempati besar terhadap perasaan atau penderitaan orang lain, (f) sangat
menikmati pekerjaan mengajari orang lain, (g) berbakat menjadi pemimpin dan
berperestasi dalam mata pelajaran ilmu sosial.

 7. Kecerdasan Intrapersonal memiliki ciri antara lain: (a) memperlihatkan
sikap independen dan kemauan kuat, (b) bekerja atau belajar dengan baik
seorang diri, (c) memiliki rasa percaya diri yang tinggi, (d) banyak belajar
dari kesalahan masa lalu, (e) berpikir fokus dan terarah pada pencapaian
tujuan, (f) banyak terlibat dalam hobi atau proyek yang dikerjakan sendiri.

 8. Kecerdasan Naturalis, memiliki ciri antara lain: (a) suka dan akrab pada
berbagai hewan peliharaan, (b) sangat menikmati berjalan-jalan di alam
terbuka, (c) suka berkebun atau dekat dengan taman dan memelihara binatang,
(d) menghabiskan waktu di dekat akuarium atau sistem kehidupan alam, (e)
suka membawa pulang serangga, daun bunga atau benda alam lainnya, (f)
berprestasi dalam mata pelajaran IPA, Biologi, dan lingkungan hidup.

 Keunikan yang dikemukakan Gardner adalah, setiap kecerdasan dalam upaya
mengelola informasi bekerja secara spasial dalam sistem otak manusia. Tetapi
pada saat mengeluarkannya, ke delapan jenis kecerdasan itu bekerjasama untuk
menghasilkan informasi sesuai yang dibutuhkan.

 MI Dan KDI

 KDI yang dilaksanakan di Kota Banjarmasin mendapat dukungan positif dari
gubernur dan dinas pendidikan. Secara tidak langsung dan tanpa disadari
adalah, suatu bentuk penggalian potensi remaja dalam bentuk Kecerdasan
Musikal. Dalam kegiatan ini, mereka juga bertemu kontestan lain dan saling
berkenalan, menukar pengalaman, dan berkomunikasi secara sosial. Tanpa
disadari, kegiatan yang mereka lakukan merupakan penggalian potensi dalam
Kecerdasan Interpersonal.

 Lomba ini juga menginginkan kontestan membawakan lagunya dengan gaya
koreonya dan penampilan yang bisa menarik penontonnya, ini adalah Kecerdasan
Kinestetik-Jasmani. Bahkan jiwa kompetisi dengan memperlihatkan kemauan
kuat, mau belajar, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, bepikir fokus dan
terarah pada pencapaian tujuan merupakan suatu Kecerdasarn Intrapersonal.
KDI merupakan ajang di mana empat macam kecerdasan dapat dimunculkan dalam
suatu kegiatan. Tentu saja tidak semua remaja, mau dan mampu mengembangkan
potensi tersebut.

 Mungkin ide atau gagasan dari KDI ini dapat dimulai dalam lingkup kecil,
yaitu sekolah. Kita tidak usah khawatir pada over acting anak-anak kita.
Rambu perlu dirancang dengan baik, agar kegiatan yang semula ingin diambil
positifnya menjadi kebablasan. Sekolah bisa saja mengadakan kegiatan serupa
secara selektif. Misalnya, kalau goyang diberi batasan agar tidak terlalu
goyang karena yang dinilai dari lomba itu bukan goyangnya, tetapi keserasian
dari penampilan. Dalam berpakaian harus menutup aurat, tetapi tetap dapat
memukau penonton karena yang dipentingkan kemampuan membawakan lagu dengan
baik. Kita dapat saja mengambilkan contoh penyanyi dari Malaysia, Siti
Nurhalizah, yang bisa tenar dan ngetop tanpa harus menggunakan busana
buka-bukaan serta goyang yang terlalu wah.

 Dari KDI kita mengharapkan juara yang memang memiliki multiple kecerdasan
tanpa melupakan keterbatasan ditinjau dari segi agama, norma dan adat
istiadat yang berlaku di daerah kita.

 Gambaran tersebut hanya merupakan salah satu contoh, di mana kita bisa
menciptakan juara di sekolah dengan memahami karakteristik setiap
kecerdasan. Semakin banyak kecerdasan yang muncul dalam kegiatan yang
dirancang, semakin banyak pula juara yang dapat dilahirkan di sekolah.

 Banyak kegiatan yang dapat kita lakukan berdasarkan pada ciri dari berbagai
kecerdasan di atas, yang tentunya dapat diperdalam dengan mencari literatur
yang lebih lengkap. Mari kita coba berkreasi untuk menggali potensi
anak-anak kita. Mungkin dari input rendah, tetapi akan dapat menjadi juara
sesuai kecerdasan yang dimilikinya. Semoga.

 * Widyaiswara Madya pada LPMP Kalsel, tinggal di Banjarmasin


 [Non-text portions of this message have been removed]


--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com


Kirim email ke