karena bukan fatwa ... karena yang ngomong masdar f.mas'udi ... maka, saya tetap bisa sarapan mi ayam! "met 'ultah buat pak yahya minggu depan ya!"
wass / jaerony.- ----- Original Message ----- From: "Achmad Y. Sjarifuddin" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, January 12, 2006 3:04 PM Subject: Re: [Ar-Royyan-3273] Fw: [ Annahl ] BERITA : Formalin di Makanan Tak Berbahaya > IHB Jakarta - Jaeroni Setyadhi wrote: > > alhamdulillah ... > > berarti saya bisa sarapan mi lagi. > > > > wass / jaerony.- > > > > 2006-01-12 14:48:00 > PBNU: Formalin Sudah Jelas Haram > > Nurvita Indarini - detikcom > > Jakarta - Penggunaan formalin dalam bahan makanan sempat menggemparkan > masyarakat. Formalin pun dinyatakan PBNU sudah jelas sebagai zat haram > dalam bahan makanan, namun PBNU tidak akan mengeluarkan fatwa. > > "Semua zat yang merugikan, terlebih membahayakan kesehatan manusia > adalah hal yang haram. Karena formalin sangat berbahaya, maka > pemerintah harus terus-menerus mengontrol secara kontinu," kata Ketua > PBNU Masdar Farid Mas'udi. > > Hal ini disampaikan dia kepada wartawan di sela-sela acara diskusi dan > workshop bertajuk "Agama, gerakan kekerasan, dan terorisme" di kantor > PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/1/2006). > > Menurut Masdar, yang paling banyak terancam bahaya formalin justru > masyarakat kelas bawah, karena kebanyakan makanan yang dilaporkan > banyak mengandung formalin adalah makanan rakyat yang biasa dijual di > pasar-pasar. > > "Bakso, tahu, itu kan makanan yang biasa dikonsumsi masyarakat kelas > bawah" ujar Masdar. > > Dirinya pun berharap pemerintah secara serentak menarik formalin dari > peredaran atau mengetatkan akses dalam memperolehnya, dan pada saat > yang bersamaan, pemerintah wajib menyediakan bahan pengawet pengganti > formalin yang aman, murah dan mudah didapat. > > "Akan sama saja bila pemerintah melarang formalin, tetapi tidak > menyediakan pengawet pengganti yang aman. Selain itu harus > dikembangkan penelitian-penelitian, berkenaan dengan bahan pengawet > pengganti formalin," usul Masdar. > > Berkaca atas kasus ini, ke depannya, Masdar meminta agar masyarakat > tidak trauma. Pemerintah juga harus bersinergi dengan intansi yang > terkait untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman. > > "Dengan menghindari makanan seperti ikan dan tahu justru bisa > menyebabkan penurunan gizi masyarakat," cetus Masdar. (ndr) > http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/01/tgl/12/tim e/144856/idnews/517277/idkanal/10 > > -------------------------------------------------------------- > Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 > Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com > -------------------------------------------------------------- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com

