Klinik Bisnis

Konsultasi Kewirausahaan bersama Zainal Abidin
dari Institut Kemadirian

Kirim Pertanyaan

Kelompok Belajar Sambil Berwirausaha

Assalamu'alaikum wr.wb

Bpk. Zaenal Abidin Yth, sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kesediaanya membalas pertanyaan ini dan saran-sarannya.  Saya bekerja di Perusahaan telekomunikasi sebagai customer service. Selain itu saya mengelola suatu kelompok belajar bahasa (Inggris, Jepang) dan komputer yang pesertanya al. pelajar SD,SMP, SMA, mahasiswa serta karyawan. Karena belum punya gedung sendiri, untuk tempat belajarnya di kontrakan kami secara bergilir. Pada mulanya anggotanya mencapai 50 orang tetapi lama kelamaan menyusut dan sekarang tinggal pelajar SD,SMP dan SMA saja. Alasan para karyawan berhenti belajar karena mengejar overtime di perusahaannya. Untuk biaya administrasi setiap bulan peserta dikenakan iuran Rp 10.000,-.

Ke depannya kami ingin memiliki gedung sendiri untuk kegiatan belajar mengajar. Kalau hanya mengandalkan uang iuran peserta rasanya tidak mungkin bisa memiliki gedung sendiri. Akhirnya saya putuskan untuk memulai usaha yang nantinya bisa dijadikan sumber dana. Mula-mula kami mencoba berjualan vocher isi ulang HP. Sampai sekarang kami sudah melayani penjualan HP, electronik, dan furniture, baik secara cash maupun kredit.

Dananya kami himpun dari para investor (peserta, teman-teman di kantor, serta tetangga dan saudara ). Kami bekerjasama berdasarkan sistem kepercayaan. Alhamdulillah sampai sekarang dana investasi sudah mencapai 300 jutaan. Sistim bagi hasilnya yaitu 50: 50 dari total keuntungan tiap bulan. Sampai sekarang kami masih mencari calon investor yang bersedia bekerjasama dikarenakan masih banyaknya orderan yang ter-pending karena keterbatasan dana.

Mohon masukan dan saran dari Bpk. Zaenal agar kelompok belajar dan usaha kami bisa lebih berkembang. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.


Wassalam Sutadi

Sutadi

Jawaban

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.

Bung Sutadi. Sudah saatnya anda mengubah fokus. Rp 300 juta bukan jumlah yang sedikit. Dan jika saya jadi anda, fokus saya saat ini bukanlah mencari investor, tetapi memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi investor. Hal itu (keuntungan bagi investor) adalah magnet yang akan mengundang datangnya sejumlah dana tambahan, baik dari investor baru, maupun dari investor lama. Kepercayaan yang sudah anda peroleh, harus anda jaga agar para investor tidak kapok memberikan kepercayaan pada anda. Dan, salah satu cara yang paling powerful adalah memberikan keuntungan. Tanpa itu, bisa jadi usaha anda akan terhenti hanya dalam hitungan bulan.

Saran saya, dari bidang-bidang usaha yang telah anda jalankan, pilihlah yang memberikan keuntungan paling besar dan fokuslah pada bidang usaha tersebut. Soal keinginan anda untuk memiliki gedung untuk bimbingan belajar sendiri, sangat mungkin anda wujudkan. Tentu saja tidak sekaligus. Anda bisa memulainya dari menyewa atau membangun sedikit demi sedikit. Sebagai pengelola, anda mendapatkan bagian 50 persen dari keuntungan. Nah, nilai 50 persen bagian anda inilah yang harus anda gunakan untuk mulai. Setidaknya untuk memancing ketertarikan orang lain.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ’alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

www.eramuslim.com

Kirim email ke