Kalo bisa sih, esensi pelajaran beliau (aa Gym) yang kita ambil, yaitu misalnya mulai dari yang kecil, artinya jangan sampe di komplek kita ada yang jual majalah itu, kalo ada musti diambil tindakan tegas oleh FKM misalnya (ini kalo FKM masih kuat loh). Gimana? kayaknya cuman itu yang bisa direalisasikan dari pada sekedar komentar2 doang... Lana's ------------- Original message follows -------------
coba kalau Aa gym sudah pulang dari ibadah haji. pasti protes keras. ----- Original Message ----- From: "A. Yahya Sjarifuddin" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Monday, January 16, 2006 11:47 AM Subject: [Ar-Royyan-3314] [Fwd: Playboy Indonesia: Oh Yes., Oh No.] > Orang kita kebanyakan merasa 'aman' jika bukan anggota > keluarga atau dia sendiri yang terkena musibah. Jadi rasa > empati atas terjadinya musibah-musibah yang diakibatkan > oleh kehadiran majalahseperti ini, belum akan menggugah > hati orang2 yang berniat menerbitkannya sampai sesuatu > yang buruk benar2 menimpanya.. > > Cukuplah pengalaman buruk yang terjadi pada orang lain, > menjadi pelajaran dan hikmah bagi kita semua.. > > Semoga kita senantiasa terhindar dari hal buruk yg demikian. > Amin. > > -- > Salam > A. Yahya Sjarifuddin. -------------------------------------------------------------- Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com

