Subhanallah. Saya jadi sedih. Insya Allah saya dan rekan-rekan selalu dalam bimbingan hidayah Allah. Amin.

On 18/01/06, agus rasidi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
bermanfaat buat muhasabah kita semua, dimana membacanya dengan membayangkan kita sedang berada di Arafah ( apatah lagi kalau membayangkan di padang Mahsyar ). Walaupun ditujukan untuk jamaah haji disana, tetapi oleh humas DT dibuatkan transkrip bahkan MP3 nya untuk kemaslahatan umat.
 
--------------------------------------------------------------------------------------
 
Khutbah Wukuf Arafah 1426 H Bersama Aa Gym
 
Bismillahirrahmanirrahim

Saudara-saudaraku, hari ini adalah hari yang sangat dirindukan oleh semua
orang yang beriman. Hari dimana kita dibanggakan oleh Alloh dihadapan para
malaikat yang walaupun mata kita tidak bisa melihat, tapi pasti malaikat
berada di sekitar kita.

Entah mengapa Alloh mengundang kita ke Tanah Suci ini, padahal pasti banyak
yang jauh lebih shalih, lebih baik daripada kita. Yang air matanya sering
berderai, yang sujudnya tidak pernah luput, yang malamnya sering berlinang
air mata, yang lisannya selalu basah menyebut nama Alloh, banyak yang jauh
lebih mulia, lebih baik, tapi belum sampai ke tempat ini.

Mengapa kita diundang ? Mungkin karena kita termasuk orang yang paling
banyak dosanya, yang harus segera diampuni. Mungkin kita termasuk orang yang
paling lalai dalam ibadah, yang harus segera diingatkan. Mungkin kita
termasuk orang yang sangat kikir, sehingga harus segera dibukakan. Tidak ada
jalan bagi kita untuk merasa lebih dari yang lain. Hadirnya kita di tanah
suci ini, sama sekali bukan untuk merasa mulia. Saudaraku mengapa Alloh
mengundang kita, berada di tempat ini, inilah yang harus kita renungkan.

Ingatlah saudaraku, "khairunnas anfa'uhum linnas"  Manusia yang paling mulia
adalah manusia yang paling banyak membawa manfaat. Kita lihat sampah saja
bermanfaat, sampah jadi pupuk, kotoran juga bemanfaat. Berarti manusia yang
tidak bermanfaat, lebih hina dan lebih menjijikan daripada sampah, lebih
hina dan lebih menjijikan daripada kotoran. Kurang lebih demikianlah haji
yang tidak bermanfaat.

Saudaraku sekalian, yang tidak bermanfaat adalah racun. Andai kata kita
memiliki harta, tapi harta kita tidak manfaat, sebetulnya kita memiliki
racun yang membuat hidup kita akan hina dan nista. Siapapun yang memiliki
kedudukan tapi tidak manfaat, dia adalah penyakit, dia adalah racun, yang
dengan kedudukannya dia menjadi dzalim. Barang siapa yang memiliki
penampilan tapi tidak manfaat, maka dia akan menjadi racun.

Demikian pula kita berangkat haji, jika sepulang dari tempat ini tidak
bertambah kemanfaatan kita, kita meracuni orang lain dengan contoh buruk
diri kita. Pertanyaannya saudaraku, hari ini adalah hari kejujuran kepada
diri kita, manfaat apa yang sudah kita berikan dalam hidup kita ? Jujurlah,
manfaat apa yang telah kita berikan kepada Ibu-Bapak kita, yang sudah
berlelah, melahirkan bersimbah darah, air mata, keringat. Apakah kita
bermanfaat atau kita menjadi racun bagi orang tua kita ? Saudara-saudaraku,
inilah kesempatan kita untuk jujur.

Telah datang seseorang kepada Umar bin Khatab, yaa Umar saya bela dan rawat
orang tua saya yang telah tua dan udzur seperti orangtua saya menyayangi dan
memelihara saya saat kecil, bagaimana menurutmu ya, amirul mukminin, apakah
sama pahalanya ? Tidak.. Karena orang tua membela dan merawatmu agar engkau
panjang umur, tapi jika orang tua menjadi tanggunganmu, pikiranmu justru
sebaliknya,  sampai sejauh mana saudaraku kita bisa membawa manfaat bagi
Ibu-Bapak kita.

Ada orang yang tidak pernah peduli kepada orang tuanya sendiri. Orang tua
tidak pernah mendapat waktu, jarang diberikan senyuman, bahkan dalam doa pun
jarang dipanjatkan. Manusia yang mulia adalah yang manfaat bagi orang
tuanya. Tidak tahu berapa lama lagi melihat wajah Bapak-Ibu kita. Apakah
ketika keduanya wafat beliau puas melahirkan kita ? Atau menyesal melahirkan
kita ?

Saudaraku Haji yang mabrur adalah haji yang bermanfaat, lihatlah sanak
keluarga kita. Apakah anak-anak kita merasa manfaat dari orang tuanya.
Kemanakah mereka kelak pulang andaikata kita telah tiada ? Jangan-jangan
mereka tidak mengenal jalan pulang ke Surga, karena kita tidak bisa memberi
contoh yang benar.

Wahai Bapak Ibu sekalian tataplah anak-anak kita, kemana mereka akan pulang
? Jangan sampai kita hanya memberikan harta, tapi tidak memberikan kasih
sayang dan perhatian. Kita kadang merasa puas jika telah memberikan uang,
padahal yang mereka butuhkan adalah perhatian, suri tauladan dan kasih
sayang.

Haji yang mabrur adalah haji yang bermanfaat bagi keluarganya, lihatlah
guru-guru kita. Kita sekarang bisa memiliki gaji, kita dihargai, kita
dihormati, karena jasa-jasa guru kita. Tapi apa yang sudah kita lakukan
kepada guru kita, sanak saudara, tetangga, kaum dhuafa ? "Alat ukur
kesuksesan hidup kita bukan dari apa yang kita miliki, melainkan dari
manfaat apa yang kita berikan".

Saudaraku lihatlah cahaya matahari, yang menumbuhkan bibit-bibit, menerangi
yang dalam kegelapan. Cahaya matahari selalu dirindukan dan selalu
disebut-sebut kebaikannya. Seharusnya kita seperti matahari yang selalu
dirindukan kehadirannya, karena hidupnya yang penuh manfaat. Jangan bangga
oleh dunia yang kita miliki, karena semua bisa jadi racun, jadi penyakit,
andai kita tidak bermanfaat. Haji mabrur diantaranya adalah haji yang penuh
manfaat.

Mudah-mudahan pada hari ini kita bertekad,  "Kapanpun kita mati, kita ingin
menjadi manusia yang sudah mempersembahkan yang terbaik dalam hidup kita".
Kita harus buat orang tua kita puas melahirkan kita. Kita ingin anak-anak
kita pun bangga, pasangan kita pun bangga walau kita kelak sudah tiada. Kita
ingin tetangga-tetangga kita merasa senang bertetangga dengan kita, para
guru kita puas mendidik kita, juga kita ingin agar para kaum dhuafa tidak
merasa dikhianati oleh kita.

Saudaraku marilah kita cari ilmu lebih banyak agar kita manfaat. Marilah
kita cari rizki yang lebih banyak dan pakailah secukupnya saja untuk kita,
selebihnya manfaat, karena itulah yang membuat kita bernilai. Jangan
mengumpulkan racun saudaraku, carilah rizki sebanyak mungkin dan nafkahkan
sebanyak-banyaknya, tiada harga diri kita kalau tidak manfaat.

Seorang Haji yang Mabrur adalah Haji yang penuh manfaat. Kita harus menjadi
anak yang bermanfaat bagi orang tua, suami yang manfaat bagi istri. Kita
harus berjuang agar istri kita menjadi ahli Surga, begitupun seorang istri
harus berjuang agar suaminya bisa mewarisi Surga. Kita harus berjuang sekuat
tenaga agar anak-anak kita bisa pulang selamat. Kita harus senang kalau
lebih banyak orang makan dengan jerih payah kita.

Mudah-mudahan Alloh pada hari ini membukakan hati kita semua, dan kita
benar-benar tahu diri bahwa nilai kemuliaan kita, bukan dari apa yang kita
miliki, tapi dari manfaat apa yang bisa kita beri.



Do'a - Muhasabah :

Allohumma Sholi wassalim Wabarik ala sayyidina Muhammad wa 'ala  Alihi
Washohbihi azma'in. Allohumma yaa Robbana, Robbana dzolamna anfusana wa
illam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khasirin. (Ya Alloh
sampaikanlah sholawat, keselamatan, keberkahan untuk kekasih kami Muhammad
Saw dan kepada seluruh sahabat-sahabatnya.  Wahai Tuhan kami, kami telah
dzalim terhadap diri-diri kami dan apabila Engkau tidak mengampuni kami
niscaya kami akan termasuk orang-orang yang merugi)

Wahai Alloh, wahai Yang Maha Mendengar, inilah kami, diri yang tubuhnya
kotor berlumur dosa, yang hidupnya berselimut aib, kini berada di
hadapan-Mu. Ampuni Ya Alloh sebusuk apapun kehidupan yang pernah kami lalui.
Ampuni sebanyak apapun dosa-dosa yang melumuri tubuh kami, hapuskan Ya
Alloh, segelap apapun masa lalu kami.

Ya Alloh, wahai Yang Maha Pengampun, kami datang kepada-Mu Ya Alloh, kami
ingin hidup kami berubah. Gantikan segala kebusukan kami menjadi kesucian
dalam pandangan-Mu, gantikan segala kegelapan dengan cahaya-Mu Ya Alloh,
gantikan segala kedzaliman kami menjadi hidayah taufik-Mu, gantikan Ya Alloh
segala kehinaan kami dengan kemuliaan di sisi-Mu.

Ya Alloh, ampuni dan selamatkan Ibu-Bapak kami Ya Alloh, kami mohon di hari
mustajabnya doa ini Ya Alloh, selamatkan Ibu-Bapak kami. Apalagi yang dapat
kami lakukan Ya Alloh, beri Hidayah dan Taufik Mu Ya Alloh. Jadikan mereka
orang yang soleh sampai akhir hayat, jadikan akhir hayatnya Khusnul
Khotimah, lapangkan kuburnya, jadikan ahli surga -Mu, Ya Alloh selamatkan
dan ampuni orang tua kami Ya Alloh.

Allohummagfirlana waliwalidina warhamhum kama robbaunna sighoro, (Ya Alloh
ampunilah dosa-dosa kami dan kedua orang tua kami, sayangilah mereka seperti
mereka telah menyayangi kami diwaktu kecil)

Ya Alloh selamatkan keluarga kami Ya Alloh,

Robbana Hablana min ajwajina wadzuriiyatina kurrata 'ayyun waj'alna
lilmutaqiina imama. (Wahai Tuhan Kami Karuniakan kepada kami  istri-istri
dan anak-anak yang menyejukan mata dan jadikan mereka pemimpin bagi orang-or
ang yang bertaqwa)

Ampuni Ya Alloh, para suami yang pernah mendzalimi istri dan anak-anaknya.
Juga ampuni para istri yang telah mengkhianati keluarganya. Ampuni jikalau
kami salah mendidik keluarga dan anak-anak kami Ya Alloh. Utuhkan kami di
dunia mulia, utuhkan kami di Surga-Mu, Ya Alloh.

Ya Alloh selamatkan anak-anak kami, muliakan akhlaknya, kuatkan imannya.
Berikan Ya Alloh, yang lebih baik dari pada yang kami dapatkan. Jadikan ahli
mulia dunia, ahli Surga-Mu mulia, Ya Alloh.

Ya Alloh selamatkan kaum muslimin walmuslimat, mukminin walmukminat,
khususnya para guru-guru kami Ya Alloh, para ulama yang menuntun kami
mengenal-Mu. Ya Alloh tolonglah saudara-saudara kami yang dhuafa, berikan
kami kemampuan untuk mencukupi, berikan kami rizki yang halal berkah
melimpah Ya Alloh, jadikan kami ahli shodaqah, jadikan hidup kami ahli
zuhud.

Ya Alloh, tolonglah saudara-saudara kami yang ada dalam kesempitan, berikan
kelapangan Ya Alloh. Tolonglah saudara kami yang difitnah, dihina,
didzalimi, berikan keteguhan iman Ya Alloh, kekuatan dan kemenangan.

Tolonglah bangsa kami Ya Alloh, telah terlalu lama bangsa kami terhina.
Bangkitkan ummat Mu Ya Alloh, karuniakan para pemimpin yang Engkau ridhoi,
jauhkan dari para pemimpin yang Engkau murkai.

Allohumaghfirlil mukminin wal mukminaat, muslimin walmuslimat al ahyaa' i
minhum wal amwat. (Ya Alloh Ampunilah Dosa orang-orang mukmin dan mukminat
muslimin dan muslimat yang masih hidup dan yang sudah wafat)

Allohummaj 'alna hajjan mabrura wasa'ian masykura wadzanban maghfura. (Ya
Alloh jadikan kami menjadi haji yang mabrur dan sa'i yang diterima dan dosa
yang diampuni)

Ya Alloh terimalah haji kami ini Ya Alloh, terimalah haji kami ini Ya Alloh,
kami belum tentu kembali ke tempat ini Ya Alloh, jadikan tempat ini menjadi
saksi di akhirat Ya Alloh,  undang keluarga kami Ya Alloh, undang
sahabat-sahabat kami Ya Alloh, undang sebanyak-banyaknya hamba-hamba-Mu Ya
Alloh.

Allohumma inna nas aluka ridhoka waljannah wana'udzubika min sakhatika
wannar. (Ya Alloh Kami memohon kepada-Mu ridho dan surga-Mu dan kami
berlindung dari keburukan dan siksa neraka)

Ya Alloh hanya Engkaulah tempat kembali kami, hanya Engkaulah Yang Maha Tahu
sisa umur kami, berikan kesempatan bagi kami Ya Alloh, untuk mempersembahkan
yang terbaik dari hidup ini agar bermanfaat bagi orang lain.

Robbana attinna fiddunnya hasanah wafilakhirati hasanah waqina 'azzabannar.
Wa adkhilnal jannata ma'al abrori, ya azizu,  ya ghafar,  ya robbal 'alamin.
Subhana rabbika rabbil 'izzati amma yasifun wasalamun 'alal mursalin,
walhamdulillahirobbil'alamin.

Download MP3 :
* Khubah Wukuf Arafah 1
http://dtjkt.home.comcast.net/060109i_KhutbahWukufArarfah1a.zip (1092 Kb)
* Khubah Wukuf Arafah 2 (Do'a - Muhasabah)
http://dtjkt.home.comcast.net/060109i_KhutbahWukufArarfah1b.zip (961 Kb)

 

Kirim email ke