|
Message:
11
Date: Mon, 23 Jan 2006 09:28:32 +0700 From: "Yusa" <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Langkah-langkah Menuju Allah SWT ---------- Forwarded message ---------- From: Ja'far Assegaf Sent: Sunday, January 22, 2006 9:58 AM ---------- Forwarded message ---------- From: Khodijah Alatas Date: Jan 21, 2006 6:02 PM Assalamu'alaikum Wr Wb Langkah awal dalam menempuh jalan menuju Allah SWT adalah dengan cara memperbaiki taubat dari segala dosa. Penyesalan itulah taubat (Hadits). Menurut Ulama, taubat baru benar jika berkumpul syarat-syaratnya yaitu: a.Meninggalkan maksiat (Al-Igla') b.Menyesal (menyesal seperti menyesalnya seorang ibu yang menaruh baskom berisi air panas di suatu ruangan dan baskom berisi air panas itu menyebabkan anaknya mati/masuk ke baskom berisi air panas itu) c.Berjanji untuk tidak mengulang Orang yang bertaubat dianggap seperti tidak pernah melakukan dosa, dan orang-orang yang bartaubat dengan sungguh-sungguh oleh Allah SWT akan diampuni segala dosa-dosanya dan segala dosa-dosanya terdahulu justru dibalas dengan pahala/kebaikan. Dikisahkan pada zaman dahulu, hidup seorang pria yang selalu mengerjakan maksiat (ahli maksiat), dia telah melupakan Allah SWT, dan selalu melanggar larangan-larangan-Nya dan tidak pernah mengerjakan perintah-perintah Allah SWT. Hidupnya hanyalah untuk bersenang-senang, meminum minuman keras dan berzina dengan wanita-wanita. Sehingga seluruh malaikat meminta kepada Allah SWT untuk menurunkan adzab kepada orang tersebut. Suatu malam, selesai berkumpul dengan teman-temannya dan melakukan maksiat seperti biasanya, ketika ia sedang sendirian, tiba-tiba Allah SWT melumpuhkan satu aliran darahnya yang menyebabkan ia merasakan kesakitan yang luar biasa sehingga untuk memanggil kembali teman-temannya pun ia tidak sanggup, barulah saat itu ia teringat akan Allah SWT, barulah ia sadar, bahwa tiada kekuatan yang bisa menyembuhkannya kecuali Allah SWT, maka ia merintih menyebut nama Allah SWT. Allah. Allah. Allah... Dan dengan penuh kasih Allah menjawab panggilan hamba-Nya tersebut:" Labbaik. wahai hambaku. kemana sajakah engkau selama ini? Kemana sajakah engkau hingga lupa mengingatku?". Demikianlah maha pengasihnya Allah, bahkan orang yang sangat melalaikan-Nya pun (tidak pernah mengingat Allah SWT), ketika bertaubat selalu diampuni. Subhanallah!! Maka janganlah pernah menunggu untuk bertaubat. Bertaubatlah segera setelah kita melakukan maksiat, bahkan maksiat sekecil apapun. Dan bersungguh-sungguhlah ketika bertaubat, dan berdoalah, agar Allah senantiasa menghindarkan kita dari perbuatan maksiat. Karena hanya kepada Dia lah kita disuruh memohon. Bahkan ketika kita kehabisan garam dapurpun kita disuruh memohon kepada Allah SWT, karena sesungguhnya ia Maha mendengar doa-doa hambanya, dan maha mengabulkan segala permintaan hambanya. Dan mengenai taubat ini, kita hanya boleh bertaubat ketika kita sedang tidak melakukan maksiat. Kisah mengenai taubat: Dahulu, hiduplah seorang perampok kelas kakap yang bernama Abubakar Ibnul Hawari. Seluruh orang takut kepadanya. Tidak akan pernah bisa lolos orang yang membawa barang dagangan dari si Abubakar ini. Suatu malam, di sebuah rumah, ada seorang suami yang akan membawa barang dagangannya ke luar kota, si istri merasa khawatir dan berkata:' Suamiku, apa tidak sebaiknya engkau berangkat besok pagi saja? Aku khawatir jika engkau berangkat malam ini, engkau akan bertemu dengan Abubakar Ibnul Hawari, dan seluruh barang daganganmu akan diambilnya," lalu si suami berkata:' Tidak bisa istriku, aku harus berangkat malam ini, karena besok barang ini sudah harus sampai disana," kemudian istri itu berkata:' Kok jahat sekali yaa si Abubakar Ibnul Hawari ini? Dia telah membuat takut hati orang-orang seperti kita, apakah dia tidak takut kepada Allah SWT?' Ternyata tanpa sepengetahuan mereka, pada saat itu si Abubakar Ibnul Hawariy sedang berada di depan pintu rumah mereka, dia tidak sengaja mendengar namanya disebut-sebut oleh penghuni rumah tersebut ketika dia sedang melintasi jalanan di depan rumah tersebut, dan dia tertarik untuk mendengarkan. Dan ketika dia mendengar kalimat terakhir si istri itu, dia gemetar dan bertanya pada dirinya sendiri:' Ya Allah, benarkah aku tidak takut kepada Allah SWT? Benarkah? Baru dia sadar, bahwa sudah seharusnya dia takut kepada Allah, maka pada saat itu juga dia bertaubat kepada Allah SWT dengan taubat yang sungguh-sungguh. Dan setelah bertaubat, dia mengetuk rumah orang tersebut, dan ketika ditanya siapa yg mengetuk, dia berkata bahwa dia adalah Abubakar Ibnul Hawariy, dan dia memohon kepada si pemilik rumah untuk membukakakn pintu untuknya, dan setelah dibuka, Abubakar berkata: "Pergilah wahai fulan, bawalah barang daganganmu, tidak akan ada Abubakar Ibnul Hawary yang mengganggu perjalananmu." Maka pergilah sang suami beserta rombongannya. Dan sejak saat itu, si Abubakar ini tidak pernah meninggalkan masjid. Hidupnya hanya diperuntukkan untuk Allah SWT, dia hanya makan dari makanan pemberian orang yang merasa iba kepadanya. Suatu hari, ketika ia sedang tidur, ia bermimpi bertemu dengan Rosulullah SAW dan Sayyidina Abubakar As-siddik. Di mimpi tersebut ia mendengar Rosul berkata pada Abubakar:" Wahai Abubakar, aku akan menjadikan engkau guru untuk ummatku yang satu ini yaitu Abubakar Ibnul Hawari", kemudian Sydna Abubakar berkata:" mengapa bukan engkau saja ya Rosulullah?" Dan Rosul pun menjawab:" Engkau adalah gurunya, sedangkan aku adalah nabinya." Di mimpi tersebut Abubakar melihat Sydna Abubakar As-siddik memberikan kain sarungnya, dan menyelimuti Abubakar dengan selimut tersebut. Dan ketika terbangun, alangkah kagetnya Abubakar, melihat dirinya telah mengenakan sarung yang diberikan Sydna Abubakar As-Siddik. Dan sejak saat itu Allah SWT melimpahkan ilmu laduni kepada Abubakar Ibnul Hawariy, ia menjadi sangat ` alim (berilmu). Suatu hari jumat, ketika waktunya khotib berceramah, ternyata tidak ada satu khotibpun yang berada di masjid itu, maka Abubakar pun berkhutbah untuk menggantikan khotib. Dan Setelah selesainya ia berkhutbah, tidak ada seorangpun yang mendengarkan khutbah dia melainkan langsung bertaubat kepada Allah SWT pada saat itu juga. Demikianlah, begitu Maha Pengasihnya Allah SWT, betapapun besar dan banyaknya maksiat yang diperbuat oleh hambanya, ia senantiasa menghapusnya ketika hamba tersebut bertaubat, Subhanallah!! Do'a Bertaubat Allahummar zugnii taubatan nasuuhaa Tuzakkii bihaa golban wa jisman wa ruuhaaa. Wassalam |

