|
----- Original Message -----
From: masjid_annahl
Sent: Saturday, January 28, 2006 10:22 AM
Subject: [ Annahl ] Menyambut Tahun Baru 1 Muharram
1427H Menyambut
Tahun Baru 1 Muharram
1427H
~~ Sebuah Upaya Untuk Terus Perbaiki
Diri ~~ (oleh ; dendy wahyono) “ Jika kamu berbuat baik ( berarti )
kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (
kejahatan ) itu bagi dirimu sendiri …” ( QS.17:7) Kehidupan ini akan terus bergulir
selama nafas kehidupan kita masih
berdenyut. Hidup ini laksana kita sedang mengisi neraca timbangan yang nantinya
akan menghantarkan kita pada kehidupan yang kekal. Perbuatan-perbuatan baik dan
buruk senantiasa akan terus dan terus memenuhi neraca timbangan tersebut sampai
episode kehidupan kita berakhir. Dan
kelak nanti di Mahkamah Allah neraca tersebut akan diperlihatkan kepada
kita, inilah hasil yang telah kita lakukan selama kita hidup
didunia.
Seharusnya kita sadar sebagaimana Rasululloh saw mengingatkan kepada kita
bahwa gambaran kehidupan dunia, ka raakibin istadzalla bi syajaratin tsumma
raahaa wa tarakah. Seperti
seorang musafir yang bernaung dibawah rindangnya pohon, ia beristirahat tapi
setelah itu ia tinggalkan pohon tersebut. Dan, karena, Rasul memberi panduan
agar hidup ini disikapi sebagai sesuatu yang sementara. Kun
fi dunya ka annaka ghariibun au’abiri sabil, hiduplah engkau di dunia, seperti
orang asing, atau orang yang dalam perjalanan. Orang asing, selalu berhati-hati.
Sebab, ia belum paham betuk seluk beluk wilayah yang ia tempati. Hati-hati
terhadap aral, waspada terhadap kemungkinan buruk. Sedangkan orang yang dalam
perjalanan, akan berpikir bagaimana mencapai tujuan, bekal apa saja yang harus
disertakan, dan yang pasti akan ada saat ia harus mengakhiri perjalanan
itu.
Ibnu Umar mengatakan, “ Rasulullah saw. Memegang bahuku sambil bersabda,
“ Didunia ini, jadilah seperti orang asing atau perantau. Jika berada diwaktu
pagi, jangan mengharap akan bertemu sore. Dan, jika berada diwaktu sore jangan
berharap akan sampai diwaktu pagi. Pergunakanlah kesempatan masa sehat untuk
masa sakit, dan masa hidup untuk bekal mati. “ ( Bukhari )
Kehidupan memang memberikan banyak pilihan.
Itulah bukti rahmat Allah swt.
Setelah itu, kita semuanya, diberi pahala atas kebaikan yang dilakukan, dan
hukuman dari segala keburukan. Kenyataan ini, menjadikan kita selalu berada
dalam ujian Allah swt. Perjalan hidup kita yang panjang,
penuh peluh dan ujian ini, harusnya tidak merubah skenario perpindahan yang
seharusnya kita lewati. Perpindahan dari kondisi yang buruk kepada kondisi yang
lebih baik. Perpindahan dari jahiliyah kepada Islam, dari kemaksiatan kepada
ketaatan. Kemudian saling berlomba melakukan kebaikan. Rambu-rambu
kehidupan Agar kita senantiasa tersadar dari
apa yang kita telah lakukan didunia ini, Allah swt telah memberikan beberapa
rambu-rambunya. Pertama, rambu itu bernama ta’jilul ‘uqubah (percepatan
hukuman). Allah akan memberi hukuman sebagai dampak atau akibat,
langsung kepada kita setelah melakukan kesalahan. Inilah salahsatu bentuk kasih sayang Allah swt. Bila
diantara melakukan kesalahan, dosa atau kemaksiatan, biasanya Allah memberikan
hukuman langsung agar kita sadar dan kembali kepada jalan yang benar. Fudhail
bin Iyadh rahimahullah pernah mengatakan, “ Banyak orang mempunyai mata, tapi
pandangan hatinya redup. Banyak yang memiliki ketajaman lisan, tapi hatinya
tidak bersinar. Kedua, rambu itu bernama
laddzatu tha’ah, kenikmatan dan kebahagian yang kita rasakan setelah berbuat
ketaatan. Rasakanlah kenikmatan kala kita mampu bersabar menahan syahwat dan
meninggalkan maksiat. Allah akan memberi balasan atas kesabaran itu dengan
kenikmatan, rasa senang, dan tentram. Tidak saja didunia, tapi juga kebahagiaan
di hari akhir. Rahmat Allah adalah hak
setiap kaum beriman. Inilah yang dikatakaan para salafusshalih : “ Kasihan para
orang yang lalai, mereka keluar dari dunia, tapi tidak sempat merasakan sesuatu
yang paling indah didunia.” Tabi’in yang lain
mengatakan, “ Andai para raja itu tahu kebahagian yang kami miliki, pastilah
mereka rebut kebahagiaan itu dengan pedang-pedangnya.” Allah berfirman ; “
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami
berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka didunia dengan sempurna dan
mereka di dunia itu tidak akan merugi” ( Qs;Hud;15 ) Dengan demikian seharusnya
kita tersadar, ternyata kehidupan ini merupakan saranan untuk menambah
kebaikan-kebaikan yang tentunya akan mendapatkan balasan dari Allah swt.
Bukannya untuk bersenang-senang atau pun bermaksiat kepadaNya. Dengan momen 1
Muharram ini menjelaskan kepada kita semua, bahwa seharusnya ada dalam diri kita
upaya kuat untuk terus melakukan perbaikan diri, tidak ada kenal waktu, usia dan
lain sebagainya manakalah Allah masih memberi kesempatan bagi kita untuk merubah
jalan hidup ini dengan mengisi kembang-kembang kehidupan dengan Amal
sholeh.
D e n d y W a h y o n o PT.Samsung Electronics Indonesia V D Prod.Engineeing ( Electrical Approval ) Email; [EMAIL PROTECTED] Hp. 0813-17789 125
----------[DKM-ANNAHL; PT.SEIN]-------------
|
Title: Samsung Enterprise Portal mySingle

