|
----- Original Message -----
From: lathiefah
2000
Sent: Wednesday, February 08, 2006 9:10 AM
Subject: FW: Meraih Kesejahteraan Finansial dengan Pendekatan
Spiritual Kekayaan masih menjadi pesona bagi sebagian besar
manusia. Sebab kekayaan membawa kepada pintu segala kesenangan dan kebahagiaan.
Kekayaan juga berarti kesempatan untuk menjadikan standar hidup menjadi lebih
baik. Belum lagi kenyataan yang ''dikondisikan'' oleh manusia itu sendiri, bahwa
kekayaan terkait dengan masalah posisi, status sosial dan kehormatan.
Wajar kemudian bila kekayaan begitu banyak menggoda
manusia. Dan ditemukan kemudian, tidak sedikit manusia yang mengorbankan sisi
kemanusiaannya dan mengabaikan keberadaan Tuhannya dalam kerangka pencarian
dunia. Itu sebabnya, kekayaan juga bisa dalam sekejap berubah menjadi neraka
dunia!
Bagaimana cara menghindari hal tersebut? Menurut
Pimpinan Wisata Hati, Yusuf Mansur, menjadi kaya adalah sebuah keinginan yang
wajar-wajar saja, sebagaimana keinginan untuk menjadi orang yang sukses baik
secara pendidikan, jabatan dan lain sebagainya. ''Toh biar bagaimanapun,
tidak ada larangan menjadi kaya -- harus malah -- asal bisa tetap bersyukur lagi
saleh,'' tegas Yusuf Mansur saat memberikan ceramah tentang Financial
Healing: Jawaban Bagi 1001 Masalah dan Keinginan yang diadakan oleh PT
Telkom Bandung, di Bandung, Selasa (31/5).
Acara yang dihadiri oleh ratusan Pegawai Telkom
Bandung itu merupakan kerja bareng Telkom Bandung, DAR! Mizan, dan Wisata
Hati. ''Dan untuk mengiringi langkah pencarian kekayaan itulah manusia perlu
diingatkan, dan diberikan pengarahan yang jelas. Tujuannya, bagaimana bisa
menjadi kaya tanpa harus memiskinkan hati. Apalagi bila memiskinkan orang
lain,'' tegas Yusuf Mansur.
Sebelumnya, saat berceramah di Masjid Raya Batam
Centre, Batam, Senin (30/5), Yusuf Mansur mengupas tema ''Fenomena Keajaiban
Sedekah (Membangun Usaha dengan Spiritual). Acara tersebut diadakan oleh Majelis
Taklim Humairah Kota Batam, yang dipimpi oleh Ny Rekaveny Soerya, dan dihadiri
oleh ribuan jamaah yang datang dari Batam dan sekitarnya.
Penulis seri buku Wisata Hati itu mengaku
yakin benar bahwa bersedekah adalah kunci utama untuk menjadi kaya dan sukses.
''Banyak kejadian yang membuktikan itu. Dengan sedekah utang menjadi lunas,
miskin menjadi kaya, susah menjadi senang, masalah mendapat solusi,'' ujarnya
penuh semangat.
Dari perjalanannya ke berbagai daerah, ustad muda
kelahiran Jakarta tahun 1976 itu banyak menemukan fenomena keajaiban sedekah.
Karena itu, kata dia, setiap insan perlu mempelajari ilmu sedekah. ''Meskipun
terdengar sederhana, sedekah mampu membangun usaha dengan jiwa spiritual.
Walaupun terdengar tak lazim tapi sedekah mampu membersihkan harta yang kita
miliki dan mampu menggolkan proyek yang kita incar, Insya Allah,''
tuturnya.
Dia lalu mencontohkan tentang seorang pengusaha
sedang mengincar sebuah proyek. Biasanya dalam dunia bisnis, orang suka main
sikut sana-sikut sini, menyogok, atau memakai uang pelicin. ''Sekarang gantilah
sogokan Anda dengan membiayai seribu anak yatim piatu dan anak jalanan. Kalau
kita boleh bergurau sama Allah, istilahnya kita menyogok-Nya. Insya Allah proyek
itu gol. Karena Allah yang memiliki dunia dan seisinya, maka berharaplah
dari-Nya, jangan dari manusia,'' ujarnya.
Sekarang, kata dia, bayangkanlah keuntungan yang
akan Anda dapatkan jika berhasil dalam suatu hal, maka langsung saja 2,5 persen
disedekahkan di muka. ''Misalnya anda akan memperoleh seratus juta, maka sebelum
memperoleh keuntungan itu, gelontorkanlah uang dari kocek anda sejumlah dua
setengah juta rupiah untuk sedekah. Tidak besar, kan? Inilah contoh implementasi
membangun usaha dengan spiritual,'' paparnya.
Saat berceramah di rumah Soerya Respationo, salah
satu calon wakil gubernur Batam (mendampingi calon gubernur H. Nyat Kadir),
Senin (30/5) malam, Yusuf Mansur menuturkan beberapa kisah ajaib bersedekah.
Misalnya, kisah seorang lelaki bernama Mubalighun yang ditimpa masalah berat.
Karena selalu berutang dan dikejar debt collector, istrinya tidak tahan
dan minta cerai. Pada suatu malam, dia merasa dunia akan kiamat baginya, karena
pada keesokan harinya rumahnya akan disita, istrinya menunggu di Pengadilan
Agama, dan anak sulungnya akan dikeluarkan dari sekolah akibat terlalu lama
menunggak bayaran. Pokoknya Mubalighun depresi berat dan bahkan berniat bunuh
diri malam itu juga. ''Syukurlah dia sadar, dan teringat uang simpanannya
sebesar Rp 300 ribu. Malam itu juga ia sedekahkan uang tersebut kepada fakir
miskin. Keesokan harinya dia mendapatkan rezeki besar yang tak disangka-sangka,
sehingga rumah tetap dimiliki, istri tak jadi menuntut cerai, dan anak sulungnya
bisa tetap bersekolah,'' tuturnya.
Ada juga kisah seorang tukang bubur yang
mengorbankan uangnya untuk biaya pengobatan orang tuanya. Apa yang terjadi?
''Begitu angka tabungannya di sebuah bank mencapai lima juta rupiah, ia mendapat
hadiah sebuah mobil Mercy,'' kata Yusuf Mansur.
Ny. Hasyimah, istri H. Nyat Kadir, membenarkan
fenomena keajaiban sedekah. Suatu hari dalam sebuah acara ia ingin menyumbang
sejuta rupiah. Entah kenapa rasanya berat sekali mengeluarkan uang itu. Akhirnya
ia hanya menyumbang 500 ribu, namun apa yang didapatnya? Sejak itu ada saja
uangnya keluar untuk berbagai keperluan. Jumlahnya sampai berlipat. ''Andai saja
saya jadi menyumbang sejuta, saya yakin keadaannya tak akan seburuk itu,''
tandas Ny Hasyimah.
Ny Rekavenny Soerya juga berceritabanyak mengenai
keajaiban-keajaiban sedekah, terlebih setelah mendengarkan berbagai ceramah.
''Pengalaman hidup kami membuktikan bahwa pendekatan spiritual, khususnya
sedekah, merupakan kunci untuk meraih kesejahteraan finansial,'' papar Ny
Rekavenny.
Republika,
Senin, 6 Juni
2005
SEKILAS Tentang Ustadz YUSUF MANSUR
(Chairman
Wisatahati)
Bermula dari buku pertamanya yang ditulis di tahun 2000. buku Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang (diterbitkan Zikrul Hakim), Yusuf Mansur terus mengembangkan Wisatahatinya ke berbagai bidang; Publishing, Training SDM, Perdagangan, dan lain-lain, tanpa meninggalkan esensi dakwah dan syiar, Selain mengembangkan Wisatahati, Yusuf Mansur kini tengah membangun dan mengembangkan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an, dengan bendera Daarul Qur'an, di kediamannya di Kampung Ketapang, Cipondoh - Tangerang, dan di Kampung Bulak Santri, Cileduk - Tangerang. Kontak: Tambahan artikel
:>
Keutamaan
Sedekah
Oleh : Suprianto Diceritakan, ketika Nabi Ayub AS sedang mandi tiba-tiba Allah
SWT mendatangkan seekor belalang emas dan hinggap di lengannya. Baginda
menepis-nepis lengan bajunya agar belalang jatuh. Lantas Allah SWT berfirman,
''Bukankah Aku lakukan begitu supaya kamu menjadi lebih kaya?'' Nabi Ayub AS
menjawab, ''Ya benar, wahai Sang Pencipta! Demi keagungan-Mu apalah makna
kekayaan tanpa keberkahan-Mu.''
Kisah di atas menegaskan betapa pentingnya keberkahan dalam
rezeki yang dikurniakan oleh Allah SWT. Kekayaan tidak akan membawa arti tanpa
ada keberkahan. Dengan adanya keberkahan, harta dan rezeki yang sedikit akan
bisa terasakan mencukupi. Sebaliknya, tanpa keberkahan rezeki yang meskipun
banyak akan terasakan sempit dan menyusahkan.
Agar rezeki yang Allah SWT berikan kepada kita menjadi berkah,
Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak sedekah. Kata
Rasulullah SAW, ''Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.'' Dalam hadis lain,
Rasulullah SAW menjelaskan, ''Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua
malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, 'Ya Tuhanku,
karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kerena Allah'. Yang
satu lagi menyeru, 'Musnahkanlah orang yang menahan hartanya'.''
Sedekah walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah SWT.
Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan
merugi di dunia dan akhirat karena tidak ada keberkahan. Jadi, sejatinya orang
yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab, menginfakkan
(belanjakan) harta akan memperoleh berkah, dan sebaliknya menahannya adalah
celaka.
Sedekah memiliki beberapa keutamaan bagi orang yang
mengamalkannya. Pertama, mengundang datangnya rezeki. Allah SWT berfirman dalam
salah satu ayat Alquran bahwa Dia akan membalas setiap kebaikan hamba-hamba-Nya
dengan 10 kebaikan. Bahkan, di ayat yang lain dinyatakan 700 kebaikan. Khalifah
Ali bin Abi Thalib menyatakan, ''Pancinglah rezeki dengan sedekah.'' Kedua,
sedekah dapat menolak bala. Rasulullah SAW bersabda, ''Bersegeralah bersedekah,
sebab yang namanya bala tidak pernah bisa mendahului sedekah.''
Ketiga, sedekah dapat menyembuhkan penyakit. Rasulullah SAW
menganjurkan, ''Obatilah penyakitmu dengan sedekah.'' Keempat, sedekah dapat
menunda kematian dan memperpanjang umur. Kata Rasulullah SAW, ''Perbanyaklah
sedekah. Sebab, sedekah bisa memanjangkan umur.''
Mengapa semua itu bisa terjadi? Sebab, Allah SWT mencintai
orang-orang yang bersedekah. Kalau Allah SWT sudah mencintai seorang hambanya,
maka tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada permintaan dan
doa yang Allah tidak kabulkan, serta tidak ada dosa yang Allah tidak ampuni, dan
hamba tersebut akan meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah
(baik).
Kekuatan dan kekuasaan Allah jauh lebih besar dari persoalan
yang dihadapi manusia. Lalu, kalau manfaat sedekah begitu dahsyatnya, masihkah
kita belum juga tergerak untuk mencintai sedekah? Wallahu a'lam
bis-shawab.
Republika : Selasa, 27 Desember
2005 .
|

