Assalamu 'alaikum wr.wb.
Jamaah,
Tiga hal dibawah ini bisa jadi renungan kita bersama atau bahan diskusi, dimana yang pertama adalah adanya buku yang dimulai dengan pertanyaan "siapa bilang jadi karyawan nggak bisa kaya" ?, yang kedua juga buku berjudul JANGAN MAU SEUMUR HIDUP JADI ORANG GAJIAN. Antara keduanya menjadi seperti permusuhan atau persaingan apakah menjadi karyawan atau tidak menjadi karyawan.
Nah yang ketiga adalah sebuah kejadian yang ditarik ibrahnya bahwa  agar kita menjalani ibadah lebih baik lagi demi kekayaan akhirat kelak.
Sekarang tinggal kita yang mau, milih yang mana ?
Wassalamu 'alaikum wr.wb
 
Agus Rasidi
 
 
Seri Kiat Praktis Perencanaan Keuangan
SIAPA BILANG JADI KARYAWAN NGGAK BISA KAYA?
5 Kiat Praktis Mengelola Gaji agar Bisa Kaya
Oleh: Safir Senduk - terbaru

Penerbit: PT Elex Media Komputindo
- SEDANG DICETAK ULANG...!!!
Terbit Cetakan Pertama: 17 Desember 2005
Terbit Cetakan Kedua: 7 Januari 2006
Terbit Cetakan Ketiga: 19 Januari 2006
Terbit Cetakan Keempat: 7 Februari 2006
Harga: Rp 22.800,- (121 halaman)

"Banyak orang bilang: "Kalau mau kaya, jangan lama-lama jadi karyawan. Keluar dan bukalah usaha sendiri." Pertanyaannya: betulkah bekerja sebagai karyawan tidak bisa membuat Anda jadi kaya? Jawabnya: ternyata tidak betul...!

Dalam buku ini, ada 5 kiat agar seorang karyawan bisa jadi kaya: 
1. Beli & Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif,
2. Atur Pengeluaran Anda
3. Hati-hati dengan Utang,
4. Sisihkan untuk Masa Depan,
5. Miliki Proteksi.

Dipenuhi dengan sejumlah contoh serta langkah praktis untuk setiap kiatnya, buku ini pantas menjadi pegangan bagi Anda yang bekerja sebagai karyawan.
-------------------------------------------------------------------------
"Akhirnya... tidak perlu berhenti kerja dari kantor untuk jadi kaya. Buku ini memberikan kiat-kiat yang sederhana tapi powerful untuk menjamin masa depan."

Fifi Aleyda Yahya
Presenter - Metro TV

"...kiat-kiat dalam buku ini telah mematahkan teori Kiyosaki bahwa hanya pengusaha atau investor yang bisa menjadi kaya."

Gung Panggodo Supryanto
Redaktur Eksekutif - Tabloid Bisnis Uang

"Buku ini berusaha menepis gambaran umum bahwa yang namanya karyawan nggak bisa kaya. Dan, ternyata berhasil...!"

Arief Agus "Lengky"
Knowledge Management Manager - PT Excelcomindo Pratama
 
JANGAN MAU SEUMUR HIDUP JADI ORANG GAJIAN
Pengarang : Valentino Dinsi, SE, MM,MBA
."Menjadi Pengusaha adalah Keharusan"
Motto yang sangat enak didengar tetapi sangat sulit untuk dilaksanakan. Buku ini menguraikan dengan tepat persyaratan-persyaratan apa saja yang diperlukan untuk menjadi pengusaha
sukses. Ditambah dengan penampilan tokoh-tokoh sukses dalam dunia usaha kita, akan makin memperjelas gambaran naik turunya dunia usaha. Dari 100 orang pengusaha baru, 80% jatuh bangkrut dan menjadi miskin karena "ignorance". Salah satu persyaratan
yang penting untuk menjadi pengusaha yang sukses adalah "Jiwa Wirausaha"yang kuat, pantang menyerah, berani, jujur, kreatif, meyukai peru bahan, tidak cepat puas, tidak cepat panik, keinginan kuat untuk terus belajar, menjalin hubungan yang luas
dengan orang-orang baik, menjadi pendengar yang baik, jangan serakah dan tentunya salah satu faktor terpenting adalah "Keberuntungan". Keberuntungan bisa didapat apabila kita
mempunyai etika pribadi yang kuat dan banyak beramal. Semoga buku ini menjadi inspirasi untuk tumbuhnya lebih banyak lagi pengusaha-pengusaha sejati di Indonesia.
 
Subject: Takut Miskin di Dunia?? mending Kaya di dunia & Akhirat!
 
Mengingat harga-harga barang kebutuhan terus meningkat, seorang
pemuda selalu mengeluh karena tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.
Setelah berdiskusi dengan seorang kiai makrifat, pemuda itu pun
mengikuti anjurannya untuk menjalankan shalat Hajat serta tetap
istiqomah melaksanakan shalat wajib lima waktu.
 
''Pak Kiai, tiga tahun sudah saya menjalankan ibadah sesuai anjuran
Bapak. Setiap hari saya shalat Hajat semata-mata agar Allah SWT
melimpahkan rezeki yang cukup. Namun, sampai saat ini saya masih
saja miskin,'' keluh si pemuda.
 
''Teruskanlah dan jangan berhenti, Allah selalu mendengar doamu.
Suatu saat nanti pasti Allah mengabulkannya. Bersabarlah!'' Jawab
sang kiai.
 
''Bagaimana saya bisa bersabar, kalau semua harga kebutuhan serba
naik! Sementara saya masih juga belum mendapat rezeki yang memadai.
Bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan hidup?''
 
''Ya tentu saja tetap dari Allah, pokoknya sabar, pasti ada jalan
keluarnya. Teruslah beribadah.''
''Percuma saja Pak Kiai. Setiap hari shalat lima waktu, shalat
Hajat, shalat Dhuha, tapi Allah belum juga mengabulkan permohonan
saya. Lebih baik saya berhenti saja beribadah...'' jawab pemuda itu
dengan kesal.
 
''Kalau begitu, ya sudah. Pulang saja. Semoga Allah segera menjawab
permintaanmu,'' timpal kiai dengan ringan.
Pemuda itu pun pulang. Rasa kesal masih menggelayuti hatinya hingga
tiba di rumah.
 
Ia menggerutu tak habis-habisnya hingga tertidur pulas di kursi
serambi. Dalam tidur itu, ia bermimpi masuk ke dalam istana yng
sangat luas, berlantaikan emas murni, dihiasi dengan lampu-lampu
terbuat dari intan permata.
 
Bahkan beribu wanita cantik jelita menyambutnya. Seorang permaisuri
yang sangat cantik dan bercahaya mendekati si pemuda.<br>
''Anda siapa?'' tanya pemuda.
''Akulah pendampingmu di hari akhirat nanti.''
''Ohh... lalu ini istana siapa?''
''Ini istanamu, dari Allah. Karena pekerjaan ibadahmu di dunia."
 
''Ohh... dan taman-taman yang sangat indah ini juga punya saya?''<br>
''Betul!''
''Lautan madu, lautan susu, dan lautan permata juga milik saya?''<br>
''Betul sekali.''
 
Sang pemuda begitu mengagumi keindahan suasana syurga yang sangat
menawan dan tak tertandingi. Namun, tiba-tiba ia terbangun dan mimpi
itu pun hilang.
 
Tak disangka, ia melihat tujuh mutiara sebesar telor bebek. Betapa
senang hati pemuda itu dan ingin menjual mutiara-mutiara tersebut.
Ia pun menemui sang kiai sebelum pergi ke tempat penjualan mutiara.
 
"Pak Kiai, setelah bermimpi saya mendapati tujuh mutiara yang sangat
indah ini. Akhirnya Allah menjawab doa saya,'' kata pemuda penuh
keyakinan
 
''Alhamdulillah. Tapi perlu kamu ketahui bahwa tujuh mutiara itu
adalah pahala-pahala ibadah yang kamu jalankan selama 3 tahun lalu.''
 
''Ini pahala-pahala saya? Lalu bagaimana dengan syurga saya Pak
Kiai?''
''Tidak ada, karena Allah sudah membayar semua pekerjaan ibadahmu.
Mudah-mudahan kamu bahagia di dunia ini. Dengan tujuh mutiara itu
kamu bisa menjadi miliader.''
 
''Ya Allah, aku tidak mau mutiara-mutiara ini. Lebih baik aku miskin
di dunia ini daripada miskin di akhirat nanti. Ya Allah kumpulkan
kembali mutiara-mutiara ini dengan amalan ibadah lainnya sampai aku
meninggal nanti,'' ujar pemuda itu sadar diri.
Tujuh mutiara yang berada di depannya itu hilang seketika. Ia
berjanji tak akan mengeluh dan menjalani ibadah lebih baik lagi demi

kekayaan akhirat kelak. www.pasarmuslim.com

 
 

Kirim email ke