Ass.WW
Kalau pengurus nggak bisa ngatur itu namanya nggak tanggung jawab. Coba
lihat job description kepada pengurus
siapa yang paling bertanggung jawab dalam penyelenggaraan sholat berjamaah
di masjid. Kalau perlu di raker nanti tambahkan
kewenangannya sehingga pengurus yang bertanggung jawab akan masalah ini
punya hak mengingatkan orang tua akan kebijakan
yang diambil apakah sudah cukup pantas membawa anak kecilnya ke masjid
dengan jaminan yang bersangkutan dapat mengendalikan
tingkah laku anaknya agar tidak mengganggu berlangsungnya sholat jamaah
atau lebih baik ditinggal di rumah saja.
Kepada pengurus sendiri jangan kembangkan mental pembantu yang hanya
bekerja disuruh tuannya. Sebagai pengurus anda
dituntut mengembangkan kreativitas menangani masalah ini atau masalah umat
yang lain.
Wassalam
Djarot
"Lana Sularto"
<[EMAIL PROTECTED] To: [email protected]
arma.ac.id> cc:
Subject: [Ar-Royyan-3532] Anak2
berisik di masjid waktu sholat [bcc][faked-from]
02/15/2006 09:19
PM
Please respond to
jamaah
AWW
Maaf, tidak semua hal musti dibuat aturan/edaran, apalagi ini masjid,
dimana pemiliknya adalah
jamaah bukan pengurus,pengurus cuman pembantu, analoginya, coba gimana
rasanya kalo pembantu kita
membuat peraturan dan disebarkan / ditempel agar semua penghuni rumah
mengikuti peraturan pembantu?
emang enak?
Kemudian masalah baliq, memang betul belum wajib, tapi apa di dunia ini
kita cuman mengerjakan yang
wajib saja? setahu saya, segala sesuatu jika mulai dikerjakan sejak kecil,
akan berakibat baik
sampai dewasa, anak2 jika dibiasakan sholat di masjid dari kecil, insya
Allah besarnyapun demikian,
beda dengan saya yang dari kecil gak pernah sholat di masjid
..he..he..(maklum saya tinggal di
lingkungan non muslim sekampung). Coba samakan dengan orang2 terkenal dalam
berbagai bidang di dunia
ini, rata2 mereka memulai kehebatan mereka sejak kecil, bahkan ada yang
dari sejak umur 2 tahun.
Tentang email pak agus tentang pak haji yang galak, mengenai teguran secara
bijak, saya setuju
sekali tapi tulisan saya menuliskan bahwa "jika dengan lisan tidak
bisa....", setahu saya dalam
hadits, kita diajarkan cara mendidik anak (saya lupa haditsnya) jangankan
cuman dimarahin, bahkan
kita boleh memukul anak yang tidak mau sholat jika sudah baliq.
Jangan terlalu idealis lah, coba aja cari satuuuu aja orang se BDB2 ini,
apakah ada yang bisa
menegur anak2 secara baik2 untuk tidak berisik waktu sholat?
WWW
Lana's
Ass WW
Pengurus mesjid bikin edaran ke warga yang isinya tentang keluhan gangguan
kekusyukan sholat
akibat anak-anak yang ramai. Jelaskan pula bahwa sampai baligh anak belum
punya kewajiban untuk sholat.
Kemudian instruksikan kepada para orang tua untuk memberikan pelajaran pada
anak-anaknya bahwa datang ke masjid
itu untuk sholat, bukan untuk bermain-main. Adalah satu kesalahan mengajak
anak kecil ke masjid dengan maksud mngenalkan
masjid tetapi malah berakibat mengacaukan orang sholat berjamaah. Seingat
saya, pada saat kecil dulu saya pergi ke masjid
sudah tahu dan mengerti benar bahwa kepergian itu untuk sholat, bukan untuk
bermain-main. Kalau main sih dulu mending
sepak bola, main kelereng, pate lele, petak umpet dll di lapangan atau
mancing atau nangkap udang di kali.
Tolong orang tua sedikit bikin kreativitas agar anak-anaknya tahu tempat
bermain dan tahu tempat beribadah kalau bisa
ajarin juga disiplin itu lewat TPA.
Wassalam
Djarot
--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com
--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com
--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com