|
Konsultasi
Psikologi
Kompas, Ahad, 12
Februari 2006
TIKET MENUJU
KEBAHAGIAAN, ADAKAH?
Sawitri Supardi
Sadarjoen, Psikolog
Mengapa banyak di antara
kita merasa tidak bahagia? Penyebabnya, kita lebih banyak tahu tentang : "apa
yang harus kita lakukan untuk menjadi orang yang berbahagia" daripada tahu
tentang : "mengapa kita tidak bahagia".
Perasaan tidak bahagia sebenarnya adalah
penyakit. Hal itu adalah bentuk dari upaya meracuni diri sendiri. Mari
kita rawat penyakit itu dengan cara yang terjangkau. Kita cermati gejala
penyakit tersebut dan kita hancurkan gejala itu.
Di bawah ini terdapat
hal-hal yang biasanya merupakan gejala yang meracuni kebahagiaan kita beserta
antibodi yang dapat menghancurkan gejala penyakit ketidakbahagiaan
kita.
Racun Pertama
: MENGHINDAR
Gejalanya, lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung
jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan
mendapat kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.
Antibodinya :
Realitas
Cara : Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu
serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien
yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber
frustrasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan
yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan
dengan keras.
Racun Kedua :
KETAKUTAN
Gejalanya, tidak yakin diri, tegang, cemas yang
antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkawinan, kesulitan
seksual.
Antibodi
: Keberanian
Cara
: Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan. Ingatlah 99
persen hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan
diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi masalah
melalui sikap mental yang benar. Keberanian merupakan proses reedukasi. Jadi,
jangan segan mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau
psikolog.
Racun Ketiga :
EGOISTIS
Gejala, Nyinyir, materialistis, agresif, lebih suka
meminta daripada memberi.
Antibodi : Bersikap
sosial.
Cara
: Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akan diperoleh apabila kita
dapat menolong orang lain. Perlu diketahui orang yang tidak mengharapkan apapun
dari orang lain adalah orang yang tidak pernah merasa
dikecewakan.
Racun Keempat :
STAGNASI
Gejala, berhenti di satu
fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan dan tidak
bahagia.
Antibodi : Ambisi
Cara
: Teruslah bertumbuh, artinya kita terus berambisi di masa depan kita.
Kita akan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita
tersebut.
Racun Kelima : RASA RENDAH
DIRI
Gejalanya, Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri
serta merasa tidak memiliki kemampuan
bersaing.
Antibodi : Keyakinan
diri.
Cara
: Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang yakin dirinya akan
kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan
separuh dari target yang ingin kita raih. Jadi, sukses berawal pada saat kita
yakin bahwa kita mampu mencapainya.
Racun Keenam
: NARSISTIK
Gejala, Kompleks
superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.
Antibodinya : Rendah
hati.
Cara : Orang yang sombong akan dengan mudah
kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan berbahagia.
Hindari sikap "sok tahu". Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau
mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita
raih.
Racun Ketujuh : MENGASIHANI
DIRI
Gejala, Kebiasaan menarik perhatian, suasana hati
yang dominan, murung, menghunjam diri, merasa menjadi orang termalang di
dunia.
Antibodi :
Sublimasi
Cara :
Jangan membuat diri menjadi neorotik, terpaku pada diri sendiri. Lupakan masalah
diri dan hindari untuk berperilaku sentimental dan terobsesi terhadap
ketergantungan kepada orang lain.
Racun
Kedelapan : SIKAP BERMALAS-MALASAN
Gejala
: Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak
produktif, merasa kesepian.
Antibodi :
Kerja
Cara :
Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah kita
rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari kecenderungan untuk
membuat keberadaan kita menjadi tidak berarti dan mengeluh tanpa
henti.
Racun
Kesembilan : SIKAP TIDAK TOLERAN
Gejala
: Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama
tertentu, prasangka religius.
Antibodi :
Kontrol diri
Cara :
Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka secara
intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan
tercipta dari keberagaman kultur dan agama.
Racun
Kesepuluh : KEBENCIAN
Gejala
: Keinginan balas dendam, kejam, bengis.
Antibodi : Cinta
kasih.
Cara :
Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan. Kebencian
merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa
ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya
sendiri karena membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa
benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki
setiap orang.
Simpanlah paket tiket
untuk melawan perasaan tidak bahagia dan mengaculah pada paket tiket ini saat
kita sedang mengalami rasa depresi dan tidak bahagia. Gunakan sebagai sarana
pertolongan pertama saat kita sedang berada dalam kondisi mental gawat darurat
demi terhindar dari ketidakbahagiaan berlanjut pada masa
mendatang.***
***********************
|

