Dikutip dari kisah nyata oleh Ustadz Yusuf Mansur pada Pelatihan Wisatahati
"The Power Of Giving ; Membangun Integritas Mencapai Target Kinerja" di PLN
UPJ Bekasi.
Tambahan : Ustadz Yusuf Mansur hadir dalam sinetron "Maha Kasih" setiap
malam minggu. Yang sengaja dilawan dengan Extravaganza nya TransTv . Pilih
mana madu atau racun ?
BUNTUT SINGKONG
Tersebutlah dalam sebuah kisah nyata.
Diujung gang sebuah pasar, mangkal seorang penjual singkong goreng
(gorngan) yang setiap hari berjualan dengan penuh suka cita demi menghidupi
anak dan istri tercinta.
Pada suatu hari, datang seorang anak kecil entah dari mana asalnya. Si anak
berdiri di sisi gerobak kesayangan Pak Singkong (sebut saja begitu) sambil
memandangi gorengan panas yang baru diangkat dari penggorengan mendidih.
Sambil menggigiti jari telunjuknya. Selintas Pak Singkong memperhatikan dan
bertanya "kamu mau... ?" dan tanpa bersuara si Anak Singkong (sebut juga
begitu) mengangguk, tersungging sedikit senyum gembira penuh harap.
Terlintas begitu saja, Pak Singkong langsung bereaksi. Ia mengambil ujung
paling kecil dari potongan singkong yang tidak terjual dan langsung
menceburkannya ke minyak mendidih. Lumayan, daripada terbuang sia-sia,
karena ga ada yang mau beli gorengan buntut singkong. Dengan penuh
kegembiraan si Anak Singkong melahap buntut singkong goreng gratis dari Pak
Singkong.
Demikian, hal berulang setiap hari. Sampai pada hari ke empat, pak singkong
tidak lagi kedatangan tamu kehormatannya itu. Sampai akhirnya...
Dari sebuah mobil yang cukup mewah (Belum Jaguar setidaknya), turun seorang
laki-laki muda gagah, parlente kata orang betawi (sebut aja si Tampan).Dia
menghampiri pak singkong dengan senyum gagah menawan.
"Gorengan Om", begitu teguran khas Pak Singkong ke stiap pelanggan yang
datang. "Ya Pak, tapi saya mo beli buntut singkong" sambil tetap
mempertahankan senyum gagah (hehehe... senyum gagah kaya apa sih ?).
Sambil senyum dan tak kalah gagah (ukurang Pak Singkong), Pak Singkong
menjawab sekenanya "Maaf Om... saya kaga jual buntut singkong" dan si Tampan
ga mau keabisan akal "ah... massaaa...." katanya sambil pindah ke posisi
kanan gerobak Pak Singkong sambil menggogot jari telunjuknya.
"Masya Allah.... Subhanallah...." sambil melotot terperangan penuh haru
"jadi ini kamu...." demikian kata Pak Singkong sedikit terbata. "Ya... ini
saya, 20 tahun cukup untuk membuat Bapak lupa sama saya" jawab di Tampan.
Setelah 4 hari minta dan makan buntut singkong, si Anak Singkong merasa
cukup tenaga untuk melanjutkan hidupnya... ia bekerja keras untuk pendidikan
dan karirnya hingga akhirnya ia berhasil meraih sukse yang ga
pernah dibayangin sebelumnya.
Singkatnya, sebagai ucapan terima kasih atas segala kebaikan Pak Singkong
yang telah memberinya hidup selama 4 hari dengan buntut singkongnya si
Tampan memberangkatkan haji Pak Singkong, memberinya modal dan mengangkat
derajat kehidupannya.
Tausyah...
Allah akan membalas segala kebaikan seseorang yang dilakukannya dengan
tulus. Demikain juga Allah akan membalas sekecil apapun perbuatan jahat
dengan azabnya yang pedih. Allah memberi rejeki dari tempat yang tidak
disangka-sangka kepada setiap orang yang dikehendaki Nya. Demikian balasan
Allah atas perbuatan baik dan sedekah seseorang Dimanapun Anda berada dan
apapun Agama Anda.
--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com