Perlu dicarikan hukum Islam nya berkenaan dengan naiknya penumpang di atap
KA. soalnya ada juga warga RW 14 yang kalo kondisi darurat suka naik ke atas
(diatas KA) bahkan cerita tidur segala di atas. Yang terang bukan saya, lho,
pak. Terus terang belum pernah.
slogan ( seperti -- maaf rokok ) " NAIK KERETA KOK DIATAP KERETA, TANYA
KENAPA ? "
di tol ada " JALAN BEBAS HAMBATAN KOK MACET, TANYA KENAPA ?" ini baru saya
lihat hari sabtu kemarin ( ikut teman kantor ).
----- Original Message -----
From: "A. Yahya Sjarifuddin" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, March 06, 2006 11:35 AM
Subject: [Ar-Royyan-3720] 10 Penumpang di Atap KA Ditelanjangi & Push Up 50
Kali
2006-03-06 11:40:00
10 Penumpang di Atap KA Ditelanjangi & Push Up 50 Kali
Fitraya Ramadhanny - detikcom
Jakarta - Ditelanjangi, disuruh push up 50 kali dan squat jump 50 kali.
Itulah mimpi buruk 10 penumpang KRL Depok-Jakarta yang nekat nangkring di
atas gerbong KA.
Kesepuluh penumpang itu terjaring dalam razia petugas KA di Stasiun
Manggarai, Jakarta Pusat, Senin (6/3/2006). Semula, hanya lima orang yang
dibekuk. Mereka lalu digelandang ke kantor Polisi Khusus KA (Polsuska)
Manggarai.
Sebelumnya, yang dibekuk petugas ada lima orang. Di kantor Polsuska, baju
kelimanya dicopoti, lalu dihukum push up dan squat jump. Lalu mereka
disuruh bikin surat pernyataan yang isinya berjanji takkan mengulangi lagi
perbuatan mereka nongkrong di atas atap gerbong.
Itu belum cukup. Agar bisa pulang dengan baju mereka, mereka diwajibkan
mendapatkan penumpang yang tetap nekat duduk di atas KA. Satu orang harus
mendapatkan satu orang. Istilah gampangnya, member get member. Jadinya,
mereka pun mendapatkan 5 orang. Total jenderal, ada 10 orang yang
terjaring hari ini.
Nah, selama mencari member 5 orang itu, 5 terhukum generasi pertama
tersebut menjadi pusat perhatian penumpang. Mereka berlari dari peron ke
peron dengan bertelanjang dada.
Kesepuluh orang nekat itu adalah Suhardi (kelahiran 1974), Yatno (1986),
Sarif (1979), Riko (1986), Syarifudin (1985), Hariansyah (1986), Aries
(1985), Ander (1985), Marwan, dan Ibnu.
Menurut Koordinator Operasi Sambudi, kesepuluh orang itu ternyata memiliki
tiket. "Mereka bandel, punya karcis tapi tetap naik di atas. Alasannya
keretanya penuh. Dan kalau di atas gerbong bisa santai," ujar Sambudi pada
detikcom.
Razia itu digelar pukul 07.00-10.00 WIB. Setelah menggaet 10 penumpang
nakal, petugas menghentikan operasinya. Apakah besok akan ada operasi
lagi? "Kita ikuti petunjuk dari atas," kata Sambudi.
Terhambat 30 Menit
Kesepuluh korban razia itu juga mendapatkan 'enataran' dari Sambudi dan
Sukardi dari Polsuska. "Kita kasih pembinaan dulu. Kalau tetap bandel dan
tertangkap lagi, baru kita bawa ke polisi," kata Sambudi.
Kesepeluh orang itu hanya tertunduk lesu mendengar ceramah Sambudidan
Sukardi. "Demi nurunin 10 orang kayak kamu, KA kita tahan 30 menit dari
Manggarai, penumpang sampai teriak-teriak. Ini padahal demi keelamatan
kamu semua," begitu nasihat Sambudi.
(nrl)
--
A. Yahya Sjarifuddin
http://www.noc.cbn.net.id
--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com
--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com