Tolak Exxon Kelola Blok Cepu, FPKS Pertimbangkan Hak Angket
Anton Aliabbas - detikcom


 Jakarta - Penolakan terhadap penunjukkan Exxonmobile Oil untuk mengelola
Blok Cepu terus menguat. Fraksi PKS mempertimbangkan menggunakan hak angket
atas keputusan pemerintah tersebut.

 "Secara hukum telah terjadi pelanggaran kontrak, awalnya TAC (Technical
Assistant Contrac) tiba-tiba diubah menjadi PSC (Production Sharing
Contract)," tegas Wakil Ketua FPKS DPR, Zulkieflimansyah, kepada detikcom,
Jumat (3/3/2006).

 Menurutnya, jika bentuk kontrak TAC maka kawasan kerja tersebut milik
Pertamina. Sedangkan jika kontrak berbentuk PSC maka kelola blok di bawah BP
Migas. "Jika PSC maka seharusnya kawasan itu ditender secara terbuka bukan
penunjukkan langsung," ujar dosen FEUI ini.

 Secara ekonomik, jelas Zulkiefli, negara akan mengalami kerugian apabila
Exxon menjadi operator yg pertama. Sebab, cost recovery-nya jauh lebih
tinggi dibandingkan Pertamina yang menjadi operatornya.

"Jika Pertamina jadi first operator maka Pertamina akan tahu kandungan riil
dan akan menikmati peak production dan kita tidak bisa dikibulin Exxon,"
tandasnya.

 Apalagi, secara finansial, skill dan lainnya Pertamina sanggup. Dan sejak
2004, Exxon sudah putus kontrak TAC nya. "Jika pertamina yang pegang, maka
kebutuhan migas dalam negeri dan APBN akan aman," kata anggota Komisi VI
ini.

 Kalau pun ada praktik korupsi, Zulkiefli berpendapat akan lebih mudah
mengusut orang Pertamina dibang Exxon. "Makanya lami sedang mempertimbangkan
untuk meng-initiate hak angket karena ini saatnya BUMN kita menjadi kelas
dunia," cetus dia.(fay)


 Mansyur Alkatiri
CORDOVA Bookstore Online


--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com


Kirim email ke