Ass.Wr.Wb.
Yang di bawah ini tanpa bermaksud berprasangka negatif. Hanya sekedar
memberi wawasan inilah kita!
Wass / Jaerony.-

----- Original Message -----
From: "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]>


 http://www.harianterbit.com/artikel.php?kategori=HEADLINE&id=37000

March 2006 - 15:30
Ari Soemarno dicurigai permulus Exxon

 JAKARTA - Pengangkatan Arie Soemarno sebagai Dirut Pertamina yang baru
menggantikan Widya Purnama diduga merupakan langkah pemerintah untuk
memuluskan Exxon Mobil mengambil pengelolaan ladang minyak blok Cepu-Jawa
Tengah.

 Seperti diketahui, perundingan kontrak pengelolaan minyak blok Cepu sampai
menjelang pergantian direksi Pertamina, masih menghadapi jalan buntu, apakah
akan diberikan ke Exxon atau dikelola sendiri Pertamina.

 "Sulit rasanya kita menghindar dari anggapan publik, adanya pergantian
direksi Pertamina sebagai tahapan memberikan pengelolaan minyak Cepu kepada
Exxon. Seharusnya pemerintah tetap memberikan pada Pertamina," kata anggota
Komisi VII DPR dari FPPP Badrud Tamam Achda, menjawab Harian Terbit, di
Jakarta, Kamis [9/3].

 Menurut Achda, selain aspek hukum dan teknis, seharusnya pemerintah harus
mengedepankan nasionalisme dalam mempertimbangkan pengambilan blok Cepu.
Tidak ada alasan sedikit pun memberikan blok Cepu kepada Exxon.

 Sementara anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PAN Alvin Lie melihat, proses
pergantian direksi sangat mencolok kepentingan Exxon ikut di dalamnya.

 Ini dapat dilihat dari dua indikator, adanya adu domba dalam tim negoisasi
pengelolaan minyak blok Cepu, dan upaya pemerintah melakukan pembusukan
terhadap Pertamina.

 "Kalau Pertamina dikatakan busuk, kenapa pergantian direksi tidak dilakukan
sejak dulu. Jangan-jangan, diangkatnya Arie dibarengi dengan adanya kontrak
bagi yang bersangkutan untuk menerima Exxon," kata Alvin Lie.

 Secara terpisah Anggota Komisi VII DPR FPDI-P Ramson S justeru melihat
berbeda dengan dua rekannya. Keputusan untuk pengelolaan Blok Cepu sudah ada
di tangan presiden. Karena Pertamina hanya sebagai pelaksana teknis.

 "Melihat perkembangan dalam rapat kabinet beberapa waktu lalu, presiden SBY
cenderung memberikan kepada Pertamina, dengan syarat terlebih dulu Pertamina
melakukan restrukturisasi. Nah, kini restrukturisasi dudah dilakukan.
Tinggal menunggu keputusan presden," ujar Ramson S.

 Bola sekarang ada pada presiden. Lagi pula, bila presiden menjelaskan
kepada Amerika Serikat, jika Blok Cepu diserahkan pada Exxon akan
menimbulkan implikasi politik, pastilah AS dapat mengerti penjelasan itu.

 Badrud Tamam Achda mengingatkan, pengelolaan ladang minyak Blok Cepu,
jangan hanya dilihat dari target produksi maupun bisnis semata, melainkan
harus mengutamakan nasionalisme dan masa depan bangsa Indonesia.

 Secara teknis, lokasi ladang minyak itu berada di darat, dan Pertamina
sendiri sudah menyatakan kesanggupannya. Jadi, kalau sampai deserahkan pada
Exxon pastilah akan timbul masalah dalam negeri.

 Menurut Achda, bila alasan presiden SBY memberikan kepada Exxon dengan
alasan pemerintah tidak memiliki uang yang cukup, itu pun tidak tepat.

 Karena bisnis minyak saat ini lagi booming, dan menjadi rebutan siapapun
juga, termasuk lembaga keuangan nasional maupun internasional.

 "Banyak bank yang mau memodali, karena bisnis minyak sangat menguntungkan,"
tambah Achda. Dengan demikian, pendanaan bukan menjadi kendala utama untuk
memberikan pengelolaan Blok Cepu kepada Pertamina.

 Alvin Lie menyebut, Menteri Negara BUMN Sugiharto harus bertanggung jawab,
jika akhirnya peranan Arie sebagai Dirut Pertamina yang baru hanya dijadikan
target memuluskan Exxon. Sugiharto harus bertanggung jawab.

 "Kami dari anggota dewan akan mengambil langkah-langkah, agar blok Cepu
tidak jatuh ke tangan Exxon. Kalau tidak ada tekanan publik, presiden
cenderung memberikan kepada Exxon atas pengelolaan minyak blok Cepu,"
ujarnya mengingatkan.

 Secara terpisah, ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismet Hasan
Putro sebagaimana dikutip koran pagi mengatakan, jajaran Pertamina lama
tidak layak diangkat kembali menjadi direksi perusahaan negara tersebut.
"Kami punya data sejumlah anggota anggota direksi merupakan profesional
bermasalah," kata Ismet Hasan. (fur)

 [Non-text portions of this message have been removed]



--------------------------------------------------------------
Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913
Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com


Kirim email ke