sepertinya, tema
kali ini mengingat kematian, semoga artikel ini bisa menjadi renungan kita
semua, amiin....(maaf bagi yg kurang berkenan dan udah pernah
baca)
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Keadaan Orang Mukmin Dan Kafir Saat
Meninggal
Dari Al-Bara bin Azib, dia berkata, Kami
keluar bersma Rasulullah SAW. untuk menghadiri pemakaman jenazah seseorang dari
Anshar. Setelah kami tiba dikuburan dan mayat sudah dibujurkan di liang kubur,
beliau duduk da kami pun duduk di sekitar beliau. Seakan-akan diatas kepala kami
ada burung. Di tangan beliau ada ranting dan memukul-mukulkannya ke tanah.
Beliau menengadahkan kepalanya keatas dan bersabda, Berlindunglah kalian dari
siksa kubur. Beliau mengucapkan dua atau tiga kali. Kemudian beliau bersabda
lagi, Jika hamba yang mukmin meninggalkan dunia dan menuju keakhirat, maka para
malaikat turun dari langit, wajah mereka putih seakan-akan matahari. Mereka
membawa kafan dari surga dan minyak wangi untuk mayat dari surga. Mereka duduk
didepannya sejauh mata memandang. Kemudian malaikat maut datang hingga duduk
didekat kepalanya, seraya berkata, Wahai jiwa yang tenang, keluarlah kepada
ampuna dari Allah dan keridhaannya.
Beliau bersabda, Maka tubuhnya
keluar, mengalir seperti tetesan air di mulut geriba. Malaikat maut
mengambilnya. Jika dia sudah mengambilnya,
Para malaikat yang lain tidak membiarkannya
berada ditangannya sekejap mata pun hingga mereka mengambilnya. Mereka
meletakkan didalam kain kafan itu dan didalam usungan, lalu keluar dari dunia
dengan aroma yang sangat harum hembusan minyak kesturi yang ada didunia. Mereka
membawanya naik keatas. Mereka tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan
mereka berkata, Siapa ruh yang harum ini?
Para
malaikat yang membawanya menjawab, Fulan bin Fulan, dengan namanya yang paling
indah ketika mereka menamakannya didunia, hingga mereka tiba dilangit dunia.
Mereka meminta gar dibukakan pintu baginya. Mka dibukakanlah pintu baginya. Dia
dibawa para malaikat yang mendekatkannya kelangit berikutnya hingga tiba
dilangit ketujuh. Allah berfirman, Tulisla kitab hambaku di Illiyin dan
kembalikan dia kebumi, karena darinya Aku menciptakan mereka, kepadanya Aku
mengembalikan mereka, dan darinya Aku mengeluarkan mereka sekali
lagi.
Beliau bersabda, Lalu ruhnya dikembalikan kejasadnya. Dia
didekati dua malaikat dan mendudukannya, lalu bertanya Siapa Rabb-mu? Dia
menjawab, Rabb-ku adalah Allah. Apa agamamu? Tanya dua
malaikat. Agamaku Islam, jawabnya. Siapakah orang yang diutus di tengah
kalian ini? Tanya keduanya. Rasul Allah? jawabnya. Apa Ilmumu? Tanya
kedua malaikat. Aku membaca kitab Allah lalu aku beriman kepadanya dan
membenarkannya, jawabnya.
Lalu ada penyeru yang berseru dari langit,
Hamba-Ku benar. Maka bentangan surga baginya, kenakanlah pakaian dari surga
kepadanya dan bukakan baginya satu pintu dari surga.
Beliau bersabda,
Dia datang dengan aroma yang harum dan kuburnya dilapangkan sejauh mata
memandang. Dia didatangi seorang laki-laki yang tampan wajahnya bagus
pakaiannya. Lelaki itu berkata, Bergembiralah karena sesuatu yang memberikan
kemudahan pada hari yang telah dijanjikan ini.
Hamba itu berkata,
Siapa engkau? Wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan.
Aku adalah
amalmu yang shalih, jawabnya.
Hamba berkata, Ya Rabbi, datangkanlah
hari kiamat agar aku dapat kembali kepada keluargaku dan hartaku.
Beliau
bersabda, Sedangkan hamba yang kafir, jika meninggalkan dunia dan menuju
keakhirat, maka para malaikat turun. Wjah mereka hitam sambil membawa kain wool
yang kasar. Mereka duduk sejauh mata memandang banyaknya. Kemudian malaikat maut
datang dan duduk di dekat kepalanya, seraya berkata, Wahai jiwa yang buruk,
keluarlah kepada kemurkaan dari Allah dan kemarahan-Nya.
Beliau
bersabda, Lalu ia menyebar didalam jasadnya dan mencabutnya dengan sekali
cabutan sebagaimana besi pembakar daging dicabut dari sutera yang dibasahi air,
lalu mengambilnya. Ketika malaikat maut sudah mengambilnya, para malaikat lain
tidak membiarkannya sekejap mata pun, hingga mereka meletakkannya diatas kain
wool yang kasar itu. Ruhnya dibawa keluar dengan bau yang amat busuk, sebusuk
bau bangkai yang didapatkan didunia. Mereka membawanya naik keatas. Mereka tidak
melewati sekumpulan para malaikat melainkan mereka bertanya Apakah bau yang
busuk ini? Merka menjawab, Fulan bin Fulan, dengan namanya yang paling buruk
sebagaimana dia dipanggil didunia, hingga sampai kelangit dunia. Lalu diminta
agar dibukakan pintu baginya, namun pintu itu tidak dibukakan
baginya.
Kemudian Rasulullah SAW. membaca ayat, Sesungguhnya
orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya,
sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula
mereka masuk surga, hingga unta masuk kelubang jarum. (QS. Al-Araf:
40)
Allah berfirman, Tulislah kitabnya didalam sijjin di bumi yang paling
rendah. Lalu ruhnya dilemparkan dengan sekali lemparan.
Lalu beliau
membaca ayat, Dan barang siapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka
ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan
angin ketemapat yang jauh. (QS. Al-Hajj: 31)
Mka ruhnya dikembalikan
kejasadnya. Dua malaikat mendatanginya, mendudukannya dan bertanya kepadanya,
Siapa Rabb-mu? Dia menjawab, Hah, hah, aku tidak tahu. Apa agamamu?
Tanya dua malaikat. Dia menjawab, Hah, hah, aku tidak tahu. Dua
malaikat bertanya, Siapa orang ini yang diutus ditengh kalian? Dia
menjawab, Hah, hah, aku tidak tahu.
Lalu ada penyeru yang berseru dari
langit, Dia berdusta. Maka gelarkan baginya neraka dan bukakan baginya ke pintu
neraka.
Lalu didatangi kepadanya dari panasnya neraka, racunnya dan
kuburannya menyempit hingga sendi-sendinya berserakan. Kemudian dia didatangi
seorang lelaki yang wajahnya buruk, pakaiannya buruk dan mengeluarkan aroma yang
busuk, seraya berkata, Terimalah kabar yang menyedihkanmu. Inilah hari yang
pernah dijanjikan kepadamu.
Dia bertanya, Siapa kamu? Wajahmu adalah
wajah yang datang dengan membawakan keburukan. Aku adalah amalmu yang
buruk, jawabnya. Hamaba yang kafir itu berkata, Ya Rabbi, janganlah Engkau
datangkan hari kiamat. (Musnad Al-Imam Ahmad, 4/288 dan
295)
die
*Khutbah-Khutbah Rasulullah* Muhammad Khalil
Al-Khathib.
|